Kamus Istilah Properti

Kebijakan Fiskal

istilah properti

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah segala keputusan dan jenis peraturan yang diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi secara makro. Melalui kebijakan ini maka pengeluaran dan pemasukan negara dapat lebih terarah. 

Tujuan

(Unsplash)

Istilah kebijakan fiskal diperkenalkan oleh ekonom Inggris bernama John Maynard Keynes. Teori Keynes mengatakan permintaan dan pengeluaran agregat memiliki pengaruh besar dalam pertumbuhan ekonomi.

Keynes menyatakan adanya resesi ekonomi disebabkan oleh belanja konsumen yang rendah dan investasi yang lesu. Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang menyesuaikan pengeluaran dan pendapatan pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi khususnya saat resesi terjadi.

Tujuan dari kebijakan fiskal adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa hingga memprioritaskan pembangunan nasional. Tujuan lainnya bisa disimak sebagai berikut :

Menjaga Stabilitas Harga

Tujuan dari kebijakan ini salah satunya adalah menghindarkan masyarakat dari fluktuasi harga. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga barang di pasaran. Beberapa diantaranya adalah kegiatan monopoli dan penimbunan.

Melalui kebijakan fiskal maka harga barang tetap terjangkau oleh masyarakat. Kebijakan juga melindungi konsumen dari pihak yang tidak bertanggung jawab memonopoli pasar.

Meningkatkan Laju Investasi

Laju investasi bisa didorong melalui kebijakan yang mampu menarik investor. Misalnya saja iklim investasi yang baik dan kemudahan mendirikan usaha menjadi beberapa hal yang menarik konsumen berinvestasi.

Mewujudkan Keadilan Sosial

Peran lainnya adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia selaras dengan Pancasila. Contoh nyatanya adalah adanya program pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19.

Menurunkan Angka Pengangguran

Seiring berkembangnya laju investasi dan pertumbuhan ekonomi mampu meningkatkan serapan tenaga kerja. Hal ini juga memungkinkan kesempatan alih teknologi dan meningkatkan sumber daya manusia.

SDM yang kompeten tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja dalam negeri namun internasional. Dengan begitu secara tidak langsung mampu menaikan taraf ekonomi negara.

Meningkatkan PDB

Kebijakan fiskal mampu mempengaruhi berbagai lini ekonomi. Tidak hanya secara mikro namun juga makro. Semakin tinggi pendapatan negara maka semakin tinggi pula pendapatan per kapita masyarakatnya.

Fungsi

(Shutterstock)

Sementara fungsi kebijakan fiskal adalah otoritas, pengawasan, alokasi, stabilitas, distribusi, dan perencanaan. Fungsinya sendiri diatur dalam UU No. 17 tahun 2003 pasal 3 ayat 4 terkait keuangan negara.

  1. Otoritas

Fungsi otoritas bermakna kebijakan fiskal digunakan ketika anggaran negara menjadi pedoman dalam belanja maupun mencari pendapatan pada tahun tertentu.

  1. Perencanaan

Anggaran negara juga menjadi dasar dalam perencanaan anggaran tahun bersangkutan dan manajemennya.

  1. Pengawasan

anggaran bertugas sebagai pengawasan dalam aktivitas yang dijalankan pemerintahan. Apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara telah sesuai ketentuan yang ditetapkan atau belum

  1. Alokasi

Fungsi kebijakan fiskal adalah mengurangi tingkat pengangguran dan mengalokasikan sumber daya yang ada secara efisien dan efektif.

  1. Stabilitas

Anggaran pemerintah digunakan pula untuk pemeliharaan yang bertujuan keseimbangan fundamental perekonomian.

  1. Distribusi

Fungsinya untuk membuat kebijakan anggaran adil dan terdistribusi ke seluruh lapisan masyarakat serta rasa kepatutan.

Instrumen

Ada beberapa instrumen kebijakan fiskal yang digunakan dalam menjaga stabilitas perekonomian makro. Instrumen yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut :

Pajak

Pajak disini terdiri atas sektor domestik maupun luar negeri. Misalnya bila pajak diturunkan maka daya beli masyarakat akan meningkat. Apabila pajak dinaikkan maka mampu menurunkan output barang dan jasa.

Contoh kebijakan fiskal di sektor perpajakan ialah tax amnesty. Kebijakan ini merupakan kebebasan pajak dalam kurun waktu tertentu bagi wajib pajak yang melaporkan seluruh kekayaannya  yang sebelumnya belum dilaporkan ke negara.

Pengeluaran Belanja

Nilai belanja negara dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jika neraca pembayaran defisit maka pemerintah akan mengurangi pengeluaran belanja pada sektor tertentu. Contohnya saja penundaan pengadaan barang untuk kebutuhan militer dan lainnya.

Obligasi Publik

Negara juga menerbitkan obligasi atau surat utang bagi warga negara. Selain berfungsi menghimpun dana juga berfungsi sebagai investasi bagi rakyat. Salah satu produk obligasi publik adalah SBN ritel.

Jenis

Jenis kebijakan fiskal terbagi atas beberapa kategori. Ada yang menggolongkannya dari segi penerapan, teoritis dan neraca pembayaran.

Teoritis

Dari segi teoritis terbagi atas tiga golongan yakni fungsional, terencana dan insidental. Kebijakan fiskal fungsional dampaknya terlihat dalam jangka panjang misalnya pemberian beasiswa kuliah.

Jenis terencana adalah kebijakan untuk menghadapi masalah tertentu seperti pandemi. Sementara insidental berupa aturan yang mengatur stabilitas ekonomi non-pemerintah seperti penetapan harga eceran tertinggi.

Penerapan

Apabila dilihat dari segi penerapan terbagi atas dua macam yaitu ekspansif dan kontraktif. Kebijakan ekspansif diambil saat ekonomi melemah karena menaikan anggaran belanja atau meniadakan pajak sektor tertentu.

Kebijakan fiskal kontraktif adalah kebijakan menaikan pajak dan menurunkan belanja pemerintah. Tujuannya untuk mencegah inflasi terjadi.

Neraca Pembayaran

(Shutterstock)

Ada 4 jenis kebijakan fiskal bila dilihat dari neraca pembayaran. Diantaranya adalah surplus, defisit, seimbang dan dinamis.

  1. Seimbang adalah keadaan neraca pembayaran seimbang antara pemasukan dan pengeluaran negara
  2. Defisit adalah kondisi neraca pembayaran dimana pengeluaran lebih besar dibandingkan dengan pemasukan. Kebijakan fiskal defisit adalah adanya utang luar negeri untuk menutupi kekurangan dana
  3. Surplus merupakan keadaan neraca pembayaran lebih besar pemasukan daripada pengeluarannya. Umumnya dilakukan kebijakan fiskal surplus untuk mencegah terjadinya inflasi
  4. Dinamis ialah regulasi fiskal yang diambil sewaktu-waktu ketika negara membutuhkan

Kebijakan fiskal adalah salah satu cara untuk menjaga stabilitas ekonomi sebuah negara. Dampaknya tidak hanya secara mikro namun juga makro.


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.