Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Penting! Ini Biaya-biaya yang Bisa Muncul Selama Masa Angsuran KPR

Finansial

Penting! Ini Biaya-biaya yang Bisa Muncul Selama Masa Angsuran KPR

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 4 menit membaca

Membeli sebuah rumah atau properti adalah sebuah proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Oleh sebab itu, jangan heran kalau ada beberapa biaya yang bisa muncul selama masa angsuran KPR. Nih, Pinhome kasih bocorannya biar gak kaget waktu terima tagihan, ya!

Mungkin ada Pins yang bertanya-tanya, untuk membeli rumah saja pertimbangannya kok banyak banget? Jawabannya, ya memang! Satu hal yang perlu kita sadari, memilih jenis properti, tipe bangunan yang sesuai, lokasi, dan furnitur adalah bagian yang menyenangkan. Itu pun terkadang masih bisa bikin stres. Apalagi bagian komitmen membayar cicilan bulanan dan biaya-biaya lain yang harus dijalani. Tanpa pertimbangan dan persiapan yang matang, alih-alih jadi aman karena sudah punya hunian, cicilan rumah malah jadi beban.

Makanya, Pins harus cermat menghitung kemampuan keuangan sebelum memutuskan untuk mengambil KPR. Di sini kita akan membahas tentang biaya saat proses pengajuan hingga biaya yang mungkin terjadi selama masa angsuran KPR. Simak baik-baik, ya!

1. Uang muka atau down payment (DP)

Uang muka atau DP adalah salah satu syarat wajib dalam pengajuan KPR. Per tahun 2019, peraturan Bank Indonesia menyatakan aturan minimum uang muka rumah adalah 5 hingga 30%. Tapi jika Pins menyanggupi membayar DP yang lebih besar, maka kemungkinan pengajuan KPR diterima juga semakin besar.

Baca juga: Beli Rumah, Mending DP Besar atau Cicilan Besar

2. Biaya tanda jadi

Biaya tanda jadi merupakan bukti komitmen kita untuk membeli properti dari developer atau pemilik. Biasanya biaya ini termasuk ke dalam uang muka, tapi bisa juga terpisah. Uang muka dan uang tanda jadi ini nantinya akan mengurangi jumlah KPR yang kita ajukan, sehingga cicilan bisa menjadi lebih murah.

2. Biaya notaris

Notaris akan membantu legalitas dokumen yang diperlukan dalam proses transaksi properti. Biasanya, pihak bank dan developer memiliki notaris sendiri-sendiri dengan fungsi yang berbeda pula. Notaris developer akan mengurus legalitas sertifikat kepemilikan, sedangkan notaris bank akan mengurus legalitas akta kredit. Biaya notaris ini umumnya juga akan dibebankan kepada kita.

3. Biaya provisi

Pihak bank biasanya akan membebankan biaya ini kepada pembeli properti. Biaya provisi yang umumnya sekitar 1% dari total pinjaman kredit KPR ini akan digunakan untuk biaya administrasi bank dan harus dilunasi sebelum kredit dijalankan.

4. Biaya appraisal

Untuk beberapa kasus, misalnya untuk pembelian rumah seken, bank akan menunjuk penilai dari pihak ketiga untuk menaksir nilai properti yang akan menjadi obyek KPR. Nilai dari penilai ini yang nantinya akan menjadi acuan nilai total pinjaman yang akan diberikan untuk kita. Biaya penilaian ini akan dibebankan juga kepada pembeli.

Baca juga: Cari Tahu Dulu Proses Appraisal Bank

5. Biaya angsuran pertama

Pihak bank biasanya akan memasukkan angsuran pertama KPR ke dalam jumlah total biaya akad kredit.

6. Biaya asuransi

Seluruh properti yang akan menjadi obyek KPR harus diasuransikan. Hal ini untuk melindungi Pins dan juga mencegah rusaknya properti sebelum cicilan lunas. Tak hanya itu, sebagai syarat akad kredit, Pins juga harus memiliki asuransi jiwa. Kedua premi asuransi ini akan menambah total pengeluaran dalam transaksi properti.

Sebagai gambaran awal, Pins dapat menghitung total biaya akad kredit ini sebagai 5-6% dari total pinjaman KPR. Jadi, misal Pins mengambil rumah senilai 500 juta, maka untuk biaya akad kredit, Pins harus menyiapkan uang sebesar 25 – 30 juta.

=====

Selain biaya-biaya di atas, Pins sebaiknya juga menghitung besarnya cicilan yang harus dibayar setiap bulan. Pihak bank biasanya sudah memberikan gambaran besaran bunga tersebut, misalnya 8% per tahun. Tapi jangan terpatok pada angka tersebut, ya, Pins! Bunga cicilan KPR ini tergantung pada suku bunga Bank Indonesia pada saat itu. Jadi jika suku bunga sedang naik, maka kemungkinan besar cicilan Pins juga lebih mahal.

Itu tadi biaya-biaya yang mungkin terjadi selama masa angsuran KPR, Pins. Sekarang sepakat, kan, kalau kita harus menghitung dan mempersiapkan keuangan dengan cermat. Nah, biar Pins gak bingung selama proses transaksi properti, coba deh main-main ke Pinhome! Di Pinhome, bakal ada konsultan yang membantu kita dari kontak pertama hingga tanda tangan akad kredit. Urusan jual, beli, dan sewa properti jadi mudah, cepat, dan transparan!

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel