Pinhome

  • Blog
  • Tips Properti
  • Hati-hati! Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Beli Rumah Pertama

Tips Properti

Hati-hati! Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Beli Rumah Pertama

Ditulis oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 4 menit membaca

Buat orang seusia kita, mampu beli rumah adalah satu pencapaian yang luar biasa. Jadi makin pede di kantor, di tongkrongan, di depan calon mertua (eh!). Tapi jangan mentang-mentang udah bisa beli rumah terus Pins jadi terburu-buru. Lengah dikit, Pins terjebak kesalahan yang sering terjadi saat beli rumah pertama, lho!

Pinhome — Siapa sih yang gak pengin punya rumah di usia muda? Rasanya gagah banget bisa punya space sendiri buat mulai merancang masa depan. Tapi Pins, sebagai newbie di dunia jual-beli properti, kita wajib tetap ekstra teliti dalam mempersiapkan diri sebelum membeli rumah supaya gak terjebak salah satu (atau bahkan semua) kesalahan berikut ini.

1. Jatuh cinta sama rumahnya, lupa dengan lingkungannya

Hayo, Pins, diingat lagi apa pertimbangan utama yang perlu diperhatikan saat membeli rumah? Yup, lokasi! Lokasi ini gak cuma letak geografis properti doang, melainkan termasuk hal-hal yang kelihatannya sepele. Misalnya, apakah lingkungannya rawan banjir, apakah dekat dengan fasilitas umum dan kegiatan, gimana akses kendaraan ke rumah, dan masih banyak lagi. Apalagi kalau ini adalah rumah pertama, akan ada kemungkinan Pins akan menjualnya kembali jika membutuhkan space yang lebih besar. Jika ini terjadi, akan ada proses appraisal dan faktor penentu utamanya adalah lokasi. Salah-salah, nilai appraisal properti kita rendah dan jadi merugi.

Baca juga: Nilai Appraisal Rendah Teliti Dulu Penyebabnya

2. Tidak mencari informasi perbandingan harga secara teliti

Untuk kita yang masih berada di awal-awal masa produktif, harga masih jadi faktor kunci keputusan membeli rumah. Makanya, kita harus sabar mencari best deal. Gak ada salahnya untuk mencoba membandingkan harga di tempat lain supaya ada uang lebih yang bisa dialokasikan untuk kepentingan lain. Selain itu, kumpulkan informasi tentang program-program KPR dari beberapa bank. Pilih yang paling menguntungkan dan sesuaikan dengan kemampuan keuanganmu!

Baca juga: Beli Rumah, Mending DP Besar atau Cicilan Besar

3. Lupa mengecek kondisi keuangan dan menghitung biaya ekstra

Ngomongin masalah KPR, banyak orang lupa kalau ada beberapa biaya ekstra yang dibebankan kepada pembeli. Biaya ini bukan termasuk uang muka, lho, misalnya biaya provisi, biaya notaris, biaya angsuran pertama, asuransi, dan sebagainya. Kalau dipukul rata, rumus menghitung biaya tambahan ini bisa mencapai 5% dari harga rumah yang akan dibeli!

Baca juga: Penting! Ini Biaya-biaya yang Bisa Muncul Selama Masa Angsuran KPR

Selain itu, jangan lupa untuk cek kondisi keuanganmu! Peraturan dari Bank Indonesia mengatakan bahwa besarnya cicilan KPR tidak boleh lebih dari 30% penghasilan. Jadi, pastikan Pins memiliki income yang cukup untuk membayar cicilan. Oh ya, pastikan juga skor kredit Pins bersih, ya! Ini akan dijadikan screening awal untuk persetujuan KPR.

4. Tidak mempersiapkan kelengkapan dokumen dengan baik

Walaupun nampak sepele, ternyata urusan dokumen bisa jadi panjang, lho! Di sini peribahasa “sedia payung sebelum hujan” benar-benar relevan. Jangan menunggu saat benar-benar dibutuhkan baru Pins mulai melengkapi dokumen. Kalau bisa, mulailah mengumpulkan surat-surat tersebut saat kontak awal dengan developer. Jadi, saat sudah diperlukan, kita sudah siap dan tinggal melenggang santai ke proses selanjutnya.

5. Tidak berkomunikasi dengan tenaga ahli

Ingat ya, Pins, beli rumah gak sesimpel beli kacang goreng! Untuk rumah pertama, penting banget untuk keep in touch dengan orang yang sudah berpengalaman di dunia properti. Pastikan juga orang yang kita hubungi benar-benar terpercaya sehingga bisa memberikan pandangan yang obyektif untuk membantu kita mengambil keputusan.

Baca juga Tips Beli Rumah Pertama Bagi Para Millenials

Gimana, Pins? Apa ada salah satu dari 5 poin di atas yang nyaris dilakukan? Nah, biar benar-benar secure dan gak melakukan kesalahan seperti di atas, Pinhome bisa jadi andalan! Lewat Pinhome, Pins dapat berkonsultasi dengan agen terlatih dan terpercaya yang bisa mendampingi kita dari kontak awal hingga penandatanganan akad kredit. Selain itu, Pins juga bisa berhubungan dengan pihak ketiga, seperti notaris, bank, bahkan kontraktor dengan mudah lewat satu aplikasi aja! Beli rumah jadi mudah, cepat, dan transparan.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel