Kamus Istilah Properti

Sertifikat Laik Fungsi

istilah properti

Sertifikat Laik Fungsi

Sertifikat Laik Fungsi adalah sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk bangunan yang telah selesai dibangunan sesuai dengan IMB serta memenuhi persyaratan dan kelayakan fungsinya.

Apa itu Sertifikat Laik Fungsi?

Sertifikat laik fungsi
(Pexels)

Sertifikat Laik Fungsi adalah sertifikat yang diterbitkan oleh pemerintah daerah untuk bangunan yang telah selesai dibangun sesuai dengan IMB serta memenuhi persyaratan dan kelayakan fungsinya. Sertifikat Laik Fungsi yang kemudian disingkat SLF wajib dimiliki sebuah bangunan sebab dokumen ini bisa menjadi penunjuk layak atau tidaknya sebuah gedung menurut instansi terkait. Adanya SLF juga dapat memberi rasa aman dan nyaman bagi mereka yang ada di dalamnya. 

Undang-undang yang Mengatur Sertifikat Laik Fungsi

Sertifikat laik fungsi
(Pexels)

Sertifikat Laik Fungsi diatur dalam perundang-undangan tata ruang, penggunaan  lahan, dan dampak lingkungan. Adapun landasan hukum mengenai SRF ini adalah sebagai berikut: 

  • UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik 
  • UU Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung 
  • UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang 
  • UU Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman 
  • Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Pentingnya Sertifikat Laik Fungsi 

Sertifikat laik fungsi
(Pexels)

Sertifikat Laik Fungsi umumnya didapat setelah melalui beberapa pemeriksaan. Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi kesesuaian fungsi dengan, persyaratan tata bangunan, keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan bangunan gedung. 

Dalam hal ini, maka Sertifikat Laik Fungsi wajib dimiliki pengguna atau pengembang bangunan bahkan sebelum gedung digunakan untuk operasional. Pasalnya, SLF dapat menjadi bukti bahwa bangunan telah mumpuni dan dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan suatu kegiatan. 

Merujuk pada penjelasan di atas, maka Sertifikat Laik Fungsi memiliki manfaat sebagai berikut: 

  1. Mewujudkan bangunan sesuai dengan IMB dan fungsinya. 
  2. Pengembang juga menjadi lebih teliti dan berhati-hati saat membangun gedung tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Fungsi. 
  3. Sertifikat Laik Fungsi dapat menjadi dokumen sah di mana hukum. Jika memiliki Sertifikat Laik Fungsi, suatu bangunan telah dianggap sesuai dengan persyaratan atau kelayakan pembangunan yang dianjurkan. 
  4. Sertifikat Laik Fungsi juga dapat memberikan kenyaman dan keamanan bagi penghuninya. 

Penggolongan Bangunan Berdasarkan Sertifikat Laik Fungsi

Sertifikat laik fungsi
(Pexels)

Merujuk pada PERMEN PUPR Nomor 27/PRT/M/2018 tentang Sertifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, penerbitan dokumen ini telah diklasifikasikan  dalam empat kategori. Kategori tersebut disesuaikan menurut jenis dan luas bangunannya. 

Adapun empat kategori tersebut adalah sebagai berikut: 

  1. Kelas A untuk bangunan non rumah tinggal di atas delapan lantai
  2. Kelas B untuk bangunan non rumah tinggal kurang dari delapan lantai
  3. Kelas C untuk bangunan rumah tinggal lebih atau sama dengan 100 meter persegi
  4. Kelas D untuk bangunan rumah tinggal kurang dari 100 meter persegi.

Sementara itu, pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan umumnya dilakukan oleh: 

  1. Penyedia Jasa Pengawas atau Manajemen Konstruksi (MK), untuk bangunan gedung baru. MK atau pengawas mengeluarkan laporan pengawasan konstruksi yang memastikan bahwa bangunan baru telah selesai konstruksinya dan dibangun sesuai standar dan perencanaan.
  2. Penyedia Jasa Pengkaji Teknis, untuk bangunan gedung eksisting.

Masa Berlaku Sertifikat Laik Fungsi 

Sertifikat laik fungsi
(Pexels)

Sertifikat Laik Fungsi memiliki masa berlaku lima tahun untuk bangunan umum dan 10 tahun untuk bangunan tempat tinggal. Oleh karena itu, sebelum masa berlaku SLF habis, pengelola gedung atau pemilik wajib memperpanjang dokumen ini.  

Tata Cara Mengurus Sertifikat Laik Fungsi 

Sertifikat laik fungsi
(Pexels)

Sebelum mengurus Sertifikat Laik Fungsi, Pins harus menyiapkan beberapa berkas terlebih dulu. Berkas ini dapat menjadi pendukung serta syarat diterbitkannya SLF.  

Berikut dokumen yang harus disiapkan untuk mengurus Sertifikat Laik fungsi: 

  1. Surat permohonan pengajuan Sertifikat Laik Fungsi
  2. Fotokopi identitas pemohon atau penanggung jawab (KTP)
  3. Akta pendirian dan perubahan, jika membuat kantor cabang
  4. Surat Keterangan pengesahan pendirian dan perubahan yang dikeluarkan oleh instansi terkait
  5. Fotokopi NPWP
  6. Fotokopi Bukti Kepemilikan Tanah, bisa SHM atau SHGB atau SHP dan Surat Perjanjian Kerjasama antara pemilik tanah atau bangunan serta pengelola bangunan yang disahkan oleh notaris.
  7. Fotokopi IMB, termasuk SK IMB, KRK, RTLB, struktur, gambar arstitektur dan instalasi bangunan
  8. Berita acara persetujuan selesainya pelaksanaan bangunan yang sesuai dengan IMB
  9. Berita acara hasil uji coba instalasi kebakaran, lift, AC, penyalur petir, listrik, dan lain sebagainya
  10. Laporan direksi pengawas
  11. Hardcopy dan softcopy gambar as built drawing
  12. Foto bangunan dari beberapa sisi
  13. Foto sumur resapan air hujan dengan gambar SRAH, ukuran, dan perhitungan kebutuhan serta pelaksanaannya. 

Setelah semua berkas tersebut disiapkan, maka Pins dapat mendatangi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di tingkat kecamatan. Umumnya, pemerintah daerah akan mengecek kelengkapan dokumen yang telah dilampirkan. Apabila sudah lengkap, maka Sertifikat Laik Fungsi akan diterbitkan dalam waktu sekitar tiga hari. 

Permohonan SLF tidak dipungut biaya. Hal ini sesuai dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa Sertifikat Laik Fungsi ini merupakan bentuk jaminan dari pemerintah daerah terhadap kelayakan dan keamanan bangunan yang digunakan masyarakat.

Jika Pins merasa kesulitan atau kebingungan saat menyiapkan berkas serta mengurus SLF, maka kamu dapat mendatangi lembaga terkait untuk melakukan konsultasi. 

Umumnya, jasa konsultan tersebut akan membantu proses mulai dari peninjauan gedung hingga mengurus kelengkapan berkasnya. 


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.