Kamus Istilah Properti

Insentif

istilah properti

Insentif

Insentif adalah imbalan atau tanda jasa tambahan di luar gaji, berupa uang, barang, dan sebagainya, yang diberikan untuk meningkatkan performa seseorang dalam bekerja. 

Apa itu Insentif?

(Sleekr)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), insentif adalah tambahan penghasilan (uang, barang, dan sebagainya) yang diberikan untuk meningkatkan gairah kerja. Insentif biasanya diberikan oleh perusahaan atau seseorang kepada karyawan di luar upah utamanya. 

Istilah insentif juga merujuk kepada uang perangsang yang jumlah disesuaikan dengan prestasi atau pencapaian dari orang tersebut.

Meskipun sama-sama imbalan atau tanda jasa, pemberian gaji dan insentif haruslah dibedakan. Gaji adalah hak pokok karyawan yang sudah bekerja pada suatu perusahaan. Sedangkan insentif adalah lebih ke arah motivasi atau stimulus bagi karyawan untuk mampu meningkatkan performanya dalam bekerja.

Jadi, dapat disimpulkan, insentif adalah imbalan atau tanda jasa tambahan di luar gaji, berupa uang, barang, dan sebagainya, yang diberikan untuk meningkatkan performa seseorang dalam bekerja. 

Tujuan Pemberian Insentif 

(harmonyaccounting)

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, tujuan utama pemberian insentif adalah meningkatkan performa seseorang dalam bekerja. 

Tak hanya bagi penerimanya, insentif juga memberikan manfaat bagi pemberinya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini tujuan diberikannya insentif. 

Tujuan Insentif Bagi Karyawan

Bagi karyawan, insentif bertujuan untuk: 

  • Menjadi pendapatan tambahan selain gaji pokok sehingga keuangan jadi meningkat.  
  • Memperbaiki dan meningkatkan semangat kerja. 
  • Menjadi bukti nyata atas balas jasa dari kerja keras karyawan dalam bentuk bonus uang.

Tujuan Insentif Bagi Perusahaan

Pemberian insentif bagi pekerja dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi perusahaan, diantaranya: 

  • Meningkatkan kinerja serta produktivitas dari para individu maupun kelompok di sebuah perusahaan atau organisasi.
  • Memiliki sumber daya manusia yang bersaing dan berkualitas. 
  • Mempertahankan dan meningkatkan moral kerja para pekerja yang terlihat dari absensi.  
  • Meningkatkan produktivitas dan penjualan perusahaan sehingga profit perusahaan pun ikut meningkat. 

Jenis-jenis Insentif

(roberthalf.com)

Pada penerapannya, insentif memiliki beberapa jenis yang dibedakan sebagai berikut: 

Jenis Insentif Berdasarkan Pemberiannya 

Berdasarkan bentuk pemberiannya, insentif dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu: 

  • Insentif finansial, berbentuk bonus, komisi yang dihitung berdasarkan penjualan yang melebihi standar, pembayaran yang ditangguhkan.
  • Non-finansial, misalnya hiburan, pendidikan, latihan, pujian, terjaminnya tempat kerja, terjaminnya komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan.
  • Insentif sosial, apresiasi dan dukungan dari atasan dan rekan kerja.

Jenis Insentif Berdasarkan Penerimanya

Selain jenis pemberiannya, ada insentif juga dibedakan berdasarkan penerimanya. Adapun jenis insentif ini dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Individual incentive yang diberikan kepada seorang pegawai atas kerja keras dan prestasinya di tempat kerja.
  • Group incentive yang diberikan kepada pegawai sesuai dengan standar dari masing-masing grup/kelompok.
  • Plant-wide incentive yang diberikan kepada semua pegawai perusahaan sesuai dengan kriteria pembayaran yang telah ditentukan perusahaan.

Tips Memberikan Insentif 

(daveramsey)

Tak hanya memiliki keuntungan bagi karyawan dan perusahaan, nyatanya insentif tetap bisa menimbulkan risiko dan kerugian. 

Potensi kerugian ini bisa muncul jika mekanisme yang diberikan kurang tepat. Imbasnya, pemberian insentif yang tidak tepat dapat membuat lingkungan kerja dan usaha untuk mencapai tujuan perusahaan tidak berjalan dengan semestinya.

Nah, agar pemberian insentif tepat sasaran, berikut ini tips yang bisa Pins lakukan:

  • Insentif diberikan berdasarkan performa atau prestasi yang mampu dicapai oleh karyawan.
  • Efisiensi pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan akan menjadi tanggung jawab mereka, apakah pekerjaannya bisa dilakukan lebih cepat ataukah tidak.
  • Nominal insentif juga ada baiknya dihitung dengan berdasarkan senioritas atau masa bakti karyawan bekerja di perusahaan tersebut.  
  • Perhatikan secara cermat terkait keadilan dan kelayakan karyawan dalam menerima insentif. Jika hal ini diabaikan, maka pemberian insentif justru akan memberikan kerugian bagi perusahaan.

Bentuk Insentif dalam Dunia Properti 

(express.co.uk)

Dalam bidang properti, insentif bisa diberikan dalam berbagai bentuk. Ada insentif yang diberikan oleh pemerintah bagi pembeli properti.

Selain itu, ada juga insentif yang diberikan kepada orang yang bergelut di industri properti. Untuk lebih jelasnya, berikut ini insentif dalam dunia properti:

Insentif Beli Properti dari Pemerintah 

PPN adalah pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa Kena Pajak (BKP/JKP) dalam peredarannya dari produsen ke konsumen.

Seperti pembebasan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dari pemerintah. Program ini merupakan Insentif pajak tambahan.

Baru-baru ini pemerintah memberikan insentif pajak tambahan dengan rincian sebagai berikut:

  • PPN untuk rumah dengan harga sampai dengan Rp 2 miliar selama 6 bulan dihapus 
  • PPN untuk rumah dengan harga Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar pajaknya ditanggung pemerintah 50 persen. 

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) selama ini dibebankan pada penjualan rumah dari pengembang properti ke penjual.

Perlakuan PPN penjualan rumah hanya diberlakukan terhadap properti primary, dalam arti properti rumah yang dijual oleh pengembang ke konsumen. Sementara, properti secondary, dalam arti dijual dari satu orang ke orang lain, tidak dikenakan PPN. Adapun besarannya PPN Rumah ini mencapai 10 persen. 

Program Insentif untuk Rekan Pinhome

Sebagai pionir platform teknologi yang menyediakan layanan jual, beli, sewa properti, Pinhome mengintegrasi pengalaman melakukan transaksi properti bagi para agen properti melalui rekan Pinhome. 

Dengan menjadi rekan Pinhome, maka dapat menjangkau proyek dan pasar yang lebih luas.

Selain “melebarkan” jalan Pins di industri properti, Pinhome juga menyediakan beberapa program insentif khusus untuk Rekan. 

Mulai dari program insentif untuk Best Agent hingga undian senilai jutaan rupiah bagi para agen yang melakukan transaksi melalui aplikasi Rekan.

Itulah informasi mengenai insentif yang bisa Pinhome sampaikan. Yuk, bergabung di aplikasi Rekan Pinhome untuk Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti.

Koordinator: Linda

Editor: Achlisia