Kamus Istilah Properti

Early Bird

istilah properti

Early Bird

Mengapa Memilih Early Bird?

(Mohammed Hassan dari Pixabay)

Jika Pins memilih untuk membeli properti pada harga early bird hingga serah terima kunci, keuntungan yang akan didapatkan bisa mencapai 25% dan bahkan lebih, lho! Sebagai contoh, satu buah unit apartemen pada saat pertama dipasarkan ditawarkan dengan harga Rp 400 juta, lalu untuk bisa mendapatkan unit apartemen tersebut Pins hanya mengeluarkan Rp 80 juta atau uang muka sebesar 20%. Biasanya pembangunan akan membutuhkan waktu selama 18 – 24 bulan, sehingga harga unit properti tersebut bisa menjadi menjadi sekitar Rp500 juta, atau naik sekitar Rp100 juta di sini terjadi kenaikan sebesar 25% hingga saat serah terima kunci. Bahkan jika Pins membeli unit-unit properti yang berkualitas maka keuntungannya pun bisa berlipat kali ganda. 

Perhatikan Terlebih Dahulu Sebelum Membeli

(Mohammed Hassan dari Pixabay)

Jika dihitung-hitung, membeli properti akan lebih terasa menguntungkan, jika diperuntukkan untuk Pins yang ingin berinvestasi jangka menengah hingga panjang, yaitu selama 5 tahun ke atas. Pins harus menanyakan terlebih dahulu kepada developer properti tersebut, karena pada umumnya mereka akan memproyeksikan kenaikan harga hingga beberapa tahun ke depan. Namun, jika Pins bukanlah investor yang memiliki kemampuan bertahan lebih hingga lima tahun kedepan, alangkah lebih baik jika Pins memilih proyek masterpiece lainnya. 

Di lain sisi, Pins yang memilih properti early bird seperti ini harus mampu merelakan apabila propertinya tiba-tiba harus dijual dengan harga yang lebih murah. Hal tersebut bisa saja terjadi apabila Pins salah memilih properti yang bermasalah atau tidak menutup kemungkinan juga karena persaingan pasar sekunder yang tidak dapat dikendalikan. 

Apabila hal ini terjadi, pada umumnya yang akan mengambil keuntungan ialah mereka yang melakukan investasi lebih besar atau investor jenis ini akan membeli properti dalam jumlah yang banyak. 

Tips Dalam Membeli Properti Early Bird

(Merio dari Pixabay)

Terdapat beberapa hal yang harus Pins perhatikan ketika ingin membeli early bird:

  1. Pastikan properti tersebut memiliki prospek yang baik kedepannya. Biasanya developer memiliki proyeksi kenaikan harga beberapa tahun yang akan datang. 
  2. Perhatikan juga apakah ada banyak pembangunan bangunan lainnya di kawasan sekitar properti Pins.
  3. Pastikan developer dari properti tersebut memiliki reputasi yang baik dan sudah terbukti maupun terpercaya mampu membangun sesuai jadwal
  4. Periksalah secara teliti perjanjian akta jual beli untuk mempelajari kewajiban dari pembeli maupun developer.
  5. Pelajari kontraknya, hal ini berhubungan dengan perpajakan dan biaya apa saja yang nantinya harus Pins tanggung seperti biaya balik nama, PBB per tahun dan sebagainya.
  6. Pilihlah juga lokasi yang dekat dengan pusat perdagangan, perbelanjaan, maupun sekolah. Berapa lama perjalanan yang harus ditempuh ketika Pins ingin berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya? Pertimbangkan hal ini baik-baik supaya tidak menjadi masalah di kemudian hari.
  7. Kapan waktu yang tepat untuk Pins membeli properti tersebut? Jangan terlalu terburu-buru dalam memutuskan sesuatu. Pastikan budget Pins sudah sesuai.

Tujuan Membeli Properti 

(Mohammed Hassan dari Pixabay)

Walaupun jarang disadari, Pins harus tau apa tujuan yang ingin dicapai ketika Pins membeli sebuah properti. Apakah Pins ingin menyewakannya, ditinggali, atau akan Pins robohkan dan membangunnya kembali menjadi bangunan yang baru seperti villa, kios, dan sebagainya. Jika Pins memiliki tujuan untuk berinvestasi maka harus ditetapkan di awal karena ini akan menentukan langkah yang harus Pins ambil dikemudian hari ketika properti tersebut sudah resmi menjadi milik Pins. 

Terdapat 2 jenis tujuan seperti untuk mendapatkan income atau cash flow dan untuk meningkatkan modal atau capital gain. Jika Pins bertujuan membeli properti adalah untuk mendapatkan income, maka Pins haruslah menghitung dengan seksama apa saja yang diperlukan seperti berapa biaya cicilan yang harus dibayar, harga sewa rumah ketika Pins akan sewakan, dan berapa akhirnya uang yang akan Pins terima dalam sewa cicilan rumah. 

Jika tujuan Pins adalah capital gain dan bukan income maka pada umumnya perhitungan akan didasarkan pada untung yang lebih besar. Sebagai contoh rumah yang Pins beli berharga Rp20 juta,  ternyata ditawar orang dengan nilai fantastis dalam waktu yang terbilang tidak cukup lama yaitu sebesar Rp40 juta, maka sebaiknya rumah itu Pins lepas saja, dan uangnya dibelikan rumah lagi.

Nah, jadi itu dia beberapa hal yang patut Pins ketahui terlebih dahulu mengenai early bird maupun tips dalam membeli properti dan tujuan apa yang ingin Pins capai. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Pins ya!


Pins ingin mencari rumah minimalis impianmu? Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti mu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai konsultan.