Kamus Istilah Properti

Booming

istilah properti

Booming

Arti booming dalam ranah properti merujuk pada sebuah kondisi yang mana terjadi peningkatan drastis dalam wilayah investasi properti.

Apa arti booming dalam ranah properti?

(The Telegraph)

Dalam ranah properti ada istilah-istilah khusus yang digunakan untuk menyebutkan kondisi tertentu. Salah istilah khusus yang dimaksud adalah booming.

Arti booming dalam ranah properti merujuk pada sebuah kondisi yang mana terjadi peningkatan drastis dalam wilayah investasi properti. Jadi, istilah booming ini punya kaitan erat dengan ranah ekonomi dan bisnis.

Kata booming sendiri menjadi salah satu fase yang terjadi dalam siklus investasi properti. Istilah yang digunakan untuk menyebutkan fase siklus investasi ada empat, yang antara lain adalahi:

  • Booming (naik).
  • Resesi (turun).
  • Kontraksi (negatif).
  • Pulih.

Dalam sejarah perekonomian dunia, kasus booming properti yang paling monumental sempat terjadi di Amerika Serikat sekitar dekade pertama di tahun 2000-an. Kejadian peningkatan pesat investasi properti di Amerika Serikat tersebut menyebabkan krisis ekonomi yang berdampak pada negara-negara lain. Kejadian tersebut sering kali disebut dengan Subprime Mortgage Crisis.

Peningkatan drastis investasi properti di Amerika Serikat yang berujung pada krisis terjadi pada sejak akhir tahun dekade 90-an. Hal ini dikarenakan bank melakukan pemberian pinjaman besar-besaran kepada pihak-pihak yang kurang memenuhi persyaratan kredit pemilikan rumah.

Peningkatan yang sangat signifikan dalam investasi properti membuat supply lebih tinggi daripada demand. Hal inilah ditengarai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya krisis ekonomi yang pecah pada tahun 2006 hingga 2007 tersebut.

Booming properti menghadirkan keuntungan atau kerugian?

(South Florida Law Blog)

Bicara investasi, tentu kita mengharapkan mendapatkan keuntungan dari modal yang kita tanamkan. Lantas, apakah fase booming properti akan menghadirkan keuntungan atau kerugian kedepannya?

Booming properti bisa jadi akan meningkatkan harga komoditas investasi yang kita miliki. Akan tetapi, jika jumlah permintaan lebih kecil daripada barang yang tersedia, maka harga jual komoditas tersebut akan melemah.

Satu kunci yang bisa kita pegang ketika berinvestasi adalah apabila terjadi pelemahan harga maka kita tidak perlu buru-buru melakukan penjualan komoditas yang kita miliki. Kita perlu menunggu hingga harga meningkat lagi.

Ketika melakukan investasi, kita disarankan untuk menggunakan sumber dana untuk kebutuhan sehari-hari (termasuk dana darurat). Melakukan investasi menggunakan dana pinjaman pada kasus-kasus tertentu akan membuat investasi lebih berisiko. Salah satunya risikonya adalah aset investasi kita dapat ditarik apabila kita tidak sanggup meneruskan pembayaran.

Dengan menggunakan sumber dana yang tepat, maka kita bisa menyimpan aset ketika kondisi pasar sedang tidak baik. Pada dasarnya, harga dari komoditas properti akan terus naik dari waktu ke waktu. Terlebih lagi jika melakukan investasi di lokasi yang tepat.

Secara umum, naiknya harga properti disebabkan oleh semakin minimnya ketersediaan ruang dari waktu ke waktu. Faktor tersebut bisa dikatakan sebagai salah satu poin fundamental dalam investasi properti.

Ketika harga turun, maka hal yang paling tepat untuk dilakukan adalah melakukan investasi. Dengan begitu, kita akan mendapatkan harga yang lebih baik karena return of investment (ROI) akan lebih tinggi.

Fase booming properti di Indonesia

(Relocate Magazine)

Di tahun 2008, Indonesia sempat mengalami krisis keuangan. Tercatat, dua tahun setelah kejadian tersebut sektor properti mengalami booming meski jangka waktunya tidak begitu lama.

Pada tahun 2012 dan 2013, ranah investasi properti di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Diklaim bahwa tahun 2012 dan 2013 menjadi salah satu puncak penjualan properti (fase booming).

Penyebab terjadinya booming properti pada tahun tersebut adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia yang makin membaik. Selain itu, suku bunga kredit pemilikan rumah yang ditawarkan oleh bank juga terbilang rendah. Hal ini membuat masyarakat kelas menengah mengalami gairah untuk membeli properti sekaligus berinvestasi di sektor tersebut.

Fase booming itu tidak bertahan lama. Di tahun 2013, Bank Indonesia memberlakukan aturan yang kemudian memperketat kredit pemilikan rumah. Apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia ini berkaca pada kasus bubble properti yang pernah terjadi di dunia. Ketika terjadi bubble, maka jika tidak terselesaikan dengan baik akan terjadi kelesuan di sektor properti.

Beberapa peraturan yang diberlakukan oleh Bank Indonesia antara lain adalah membuat uang muka menjadi lebih tinggi. Disamping itu, pihak bank pemberi dana pinjaman dilarang untuk menggelontorkan dana kredit untuk proyek-proyek properti yang belum berjalan atau sedang berjalan.

Serangan pandemi COVID-19 cukup memberikan dampak besar pada penjualan di ranah properti. Selama masa pandemi, Indonesia mengalami kelesuan dalam sektor jual beli properti. Selain memang perekonomian secara general tidak berjalan dengan semestinya, para pemilik dana lebih memilih untuk mengalokasikan uang mereka untuk kebutuhan yang lebih primer.

Melansir dari Bisnis.com (11/6/2020), Direktur Pusat Studi Properti Indonesia, Panangian Simanungkalit berpendapat bahwa ketika kondisi pulih nantinya sektor properti akan kembali menguat. Ia berpendapat jual beli di ranah properti akan naik secara perlahan.

Penjelasan di atas menjadi akhir dari artikel yang membahas secara khusus tentang istilah booming dalam ranah properti. Semoga paparan tadi dapat membantu pencarianmu ya, Pins! Sampai jumpa di artikel Glossary Pinhome.id selanjutnya!


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!
Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.