Kamus Istilah Properti

Subprime Mortgage

istilah properti

Subprime Mortgage

Subprime mortgage adalah pemberian dana pinjaman kredit pemilikan rumah kepada debitur yang berpenghasilan rendah dan memiliki rating buruk.

Apa itu subprime mortgage?

subprime mortgage
(Unsplash)

Subprime mortgage adalah pemberian dana pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada debitur yang berpenghasilan rendah dan memiliki rating buruk. Rating buruk yang dimaksud di sini adalah debitur tidak memiliki kemampuan yang baik untuk membayarkan dana yang pinjamnya.

Subprime mortgage adalah turunan dari mortgage, yang jika dialihkan ke Bahasa Indonesia berarti pemberian dana pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Berdasarkan profil debiturnya, mortgage mempunyai dua jenis turunan yang antara lain adalah:

  • Prime mortgage.
  • Subprime mortgage.

Berbeda dengan subprime mortgage, prime mortgage adalah pemberian dana pinjaman kredit pemilikan rumah kepada debitur yang dinilai memiliki rating pengembalian kredit baik. Jadi, pihak perbankan atau perusahaan finansial (kreditur) yang memberikan pendanaan mendapatkan risiko yang lebih kecil.

Kejadian subprime mortgage crisis di Amerika Serikat

subprime mortgage
(Unsplash)

Pihak perbankan Amerika memiliki sebuah pedoman untuk menilai layak atau tidaknya seseorang menerima kucuran dana kredit. Pedoman tersebut adalah rating score,. Jadi, hanya masyarakat yang memiliki rating baik saja yang bisa mendapatkan kucuran dana kredit. Namun, pedoman ini penilaian kredit ini mulai ditinggalkan ketika memasuki awal tahun 2000.

Di awal abad 21, penjualan akan rumah dan real estate di Amerika Serikat mengalami peningkatan yang amat pesat. Tingginya permintaan KPR mendorong pihak bank untuk meraup keuntungan lebih besar melalui peningkatan jumlah interest rate (keuntungan dari banyaknya jumlah pinjaman). Maka dari itu, mereka mulai untuk memberikan subprime mortgage kepada masyarakat yang memiliki rating pengembalian pinjaman yang buruk.

Yang mendasari banyaknya masyarakat mengajukan pinjaman kredit pemilikan rumah adalah keinginan untuk berinvestasi. Harga properti terus meningkat hingga beberapa tahun kemudian. Selain itu, beberapa rumah disewakan untuk memperoleh pemasukan. Akan tetapi, semua ini berhenti ketika menginjak akhir tahun 2007. Penyebabnya adalah permintaan pasar akan rumah dan real estate yang menurun drastis.

Dengan turunnya permintaan pasar di sektor hunian, keinginan masyarakat untuk berinvestasi dalam bentuk rumah dan real estate juga menjadi lesu. Hal ini berimbas pada orang-orang yang melakukan pinjaman ke bank, mereka banyak yang tidak dapat membayar hutang yang mereka lakukan. Sebagian dari masyarakat itu juga menjual rumah yang baru mereka beli.

Kredit yang tidak kunjung dibayar oleh debitur mengharuskan bank untuk menjalankan eksekusi foreclosure (penyitaan) pada banyak unit rumah. Akibat lesunya permintaan pasar akan rumah dan real estate, bank tidak bisa menjual rumah hasil sitaannya dengan harga yang bagus. Maka dari itu, bank mengalami kerugian yang besar. Hal ini kemudian disebut sebagai subprime mortgage crisis yang menyebabkan resesi ekonomi besar-besaran di Amerika Serikat.

Efek subprime mortgage crisis

subprime mortgage
(Unsplash)

Kejadian tersebut mengakibatkan beberapa hal, antara lain:

  • Masyarakat dan banyak bisnis mengalami kerugian yang besar. Akibatnya, mereka melakukan penghematan biaya besar-besaran yang berujung pada makin jatuhnya perekonomian.
  • Perusahaan finansial tidak lagi dapat meminjamkan uang kepada masyarakat ataupun perusahaan.
  • Pemerintah melakukan bailout untuk sektor perbankan yang mengalami kerugian. Namun hal ini berimbas pada peningkatan defisit perekonomian nasional.
  • 8 juta orang Amerika kehilangan pekerjaan.
  • 4 juta rumah disita per tahunnya.
  • 2,5 juta bisnis harus gulung tikar.

Cara bank mengukur tingkat kelayakan kredit konsumen

subprime mortgage
(Unsplash)

Di Amerika Serikat, pemberian kredit pada seseorang didasarkan dengan melakukan perhitungan kredit score. Salah satu metode yang dipakai adalah FICO, yang mana score-nya berkisar dari angka 300 hingga 850 tergantung dari kelayakan masing-masing konsumen.

Adapun hal yang dinilai antara lain:

  • Histori pembayaran kredit (35%)
  • Jumlah dana yang dipinjam (30%)
  • Jangka waktu pembayaran (15%)
  • Kredit baru (10%)
  • Jenis kredit yang diajukan (10%)

Sebenarnya, score dari calon peminjam tidak boleh kurang dari 620. Akan tetapi, subprime mortgage memberikan kelenturan untuk sistem scoring ini. Jadi, meskipun calon peminjam skornya kurang dari 620, mereka masih bisa mendapatkan dana pinjaman.

Karakter khusus subprime mortgage

subprime mortgage
(Unsplash)

Ada beberapa hal yang menjadi ciri-ciri atau karakter khusus dari subprime mortgage. Ciri-ciri atau karakter yang dimaksud antara lain sebagai berikut.

  • Tingginya rasio loan to value (LTV) hingga 100%.
  • Agunan Kredit Pemilikan Rumah tidak memenuhi fundamental perhitungan nilainya.
  • Diterimanya pengajuan kredit yang dokumen-dokumennya pendukungnya tidak lengkap.
  • Verifikasi pendapatan, sumber uang Down Payment rumah dan sejarah bekerja dari calon debitur tidak dilakukan dengan baik.
  • Tingginya debt to income (DTI) dan payment to income (PTI)

Dengan adanya lima karakter tersebut, maka kreditur atau pemberi pinjaman kredit akan mempunyai risiko yang besar jika melakukan penyaluran dana KPR. Di Amerika Serikat, subprime mortgage diberlakukan dengan cara menaikkan suku bunga pinjaman untuk menutup risikonya. Sayangnya, permintaan pasar akan rumah dan real estate yang menurun akibat banyaknya suplai. Dari sini, para debitur tidak bisa mengelola aset investasi (rumah atau real estate) mereka menjadi sumber passive income untuk pembayaran cicilan.


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.