Kamus Istilah Properti

Bekisting

istilah properti

Bekisting

Bekisting adalah cetakan sementara yang dibuat untuk menahan beban selama beton dituang dan dibentuk sesuai keinginan. 

Apa Itu Bekisting?

bekisting
(Stella Maris Collage)

Dalam membuat konstruksi beton, bekisting atau formwork memiliki peran yang sangat penting karena bertindak sebagai cetakan untuk beton. Bekisting adalah cetakan sementara yang dibuat untuk menahan beban selama beton dituang dan dibentuk sesuai keinginan.

Nantinya, cetakan beton cair ini akan dibentuk menjadi bentuk bangunan tertentu. Beberapa bagian bangunan yang dicetak memakai bekisting adalah pelak, kolom, atap beton, kerangka dinding, tiang penyangga berbentuk balok, dan sebagainya. 

Ketika memakai cetakan, maka hasilnya akan lebih rapi dan juga kokoh sekaligus akan membantu mempercepat proses pembangunan yang memakai bahan beton. 

Pembuatan formwork ini biasanya dilakukan saat proses pembuatan pondasi pada suatu bangunan. Cetakan ini akan membantu mempertahankan bentuk bangunan ketika membuat pondasi dasar yang menyatu dengan tanah.   

Bisa dikatakan jika pemakaian alat cetakan ini adalah tahap akhir ketika membuat sebuah pondasi dalam bangunan. Cetakan akan dipasang ketika rangka bangunan yang menggunakan kawat besi selesai dipasang. 

Ketika semua proses pembuatan pondasi tersebut sudah dibuat, maka pengecoran pun bisa dilakukan. Saat adonan cor telah kering, cetakan beton tersebut akan dilepas. 

Fungsi Bekisting pada Proses Konstruksi

bekisting
(Strong Indonesia)

Dari definisinya dapat disimpulkan kalau fungsi bekisting adalah sebagai cetakan yang mampu menahan beton sementara ketika proses pengecoran.

Tak hanya itu, berikut ini beberapa fungsi formwork dalam proses konstruksi:

Sebagai Cetak untuk Membuat Pondasi

Sebagai alat cetakan yang dapat dibentuk menyesuaikan bentuk yang diinginkan, fungsi formwork untuk memastikan agar pondasi dapat terpasang dengan sempurna. Bisa dikatakan kalau bekisting adalah alat bantu utama tukang bangunan ketika proses pembangunan dilakukan.

Apalagi mengingat pondasi sebagai bagian dasar bangunan menjadi hal yang penting. Dengan membuat cetakan sementara, pondasi menjadi lebih kuat dan rapi dari sisi bentuknya.  

Penopang Beton 

Fungsi selanjutnya dari bekisting adalah sebagai penopang beton untuk memperoleh struktur permukaan yang lebih kokoh. Seperti yang diketahui, formwork dibuat untuk membentuk pola yang dapat disesuaikan dengan konstruksi beton sesuai dengan keinginan. 

Ketika dibuat untuk membuat tiang atau pilar bangunan, cetakan ini akan dibentuk sesuai dengan kebutuhan. Inilah yang menjadikannya dapat berfungsi sebagai penopang beton agar konstruksi lebih kuat ketika proses konstruksi berlangsung. 

Dapat Dijadikan Pijakan Selama Proses Konstruksi

Selain memiliki fungsi dalam menciptakan struktur bangunan, nyatanya cetakan beton ini memiliki fungsi lain sebagai pijakan sementara para kontraktor saat melakukan pembangunan. 

Pijakan ini sangat diperlukan untuk menggapai bagian yang tinggi. Nah, tukang bangunan dapat memanfaatkan bekisting sebagai pijakan sehingga lebih mudah. 

Memudahkan Pekerjaan Konstruksi 

Sebagai pembentuk struktur beton, formwork dapat dibongkar pasang dengan cara yang sederhana. Alhasil, bisa disimpulkan dengan kehadiran bekisting ini maka proses pekerjaan konstruksi yang melibatkan beton menjadi lebih mudah. 

Jenis Bekisting

(LRT Jabodetabek)

Dalam pembuatannya, tersedia berbagai jenis bekisting yang sesuai dengan tiga kategori utama, yaitu: 

  • Bekisting Konvensional: memakai material utama kayu.
  • Bekisting Semi Modern: memanfaatkan material kombinasi antara bahan kayu dan material fabrikasi.  
  • Bekisting Modern: menggunakan material fabrikasi. 

Sebagai penjelasan lebih rinci, ini beberapa jenis formwork yang disesuaikan dengan materialnya: 

1. Kayu (Konvensional)

Material kayu adalah jenis bekisting konvensional atau tradisional yang umum ditemukan. Kayu memiliki karakteristik yang kokoh dalam menahan beban konstruksi. Selain itu, material ini juga mudah ditemukan. Pins bisa memilih kayu balok atau kayu papan untuk dijadikan sebagai cetakan beton. 

Dari sisi harga pun kayu lebih murah mulai dari Rp15 ribu untuk satu lembar kayunya. Namun, kayu hanya boleh digunakan satu kali saja sebagai formwork. Setelah beton mencapai kekuatan yang cukup, bagian-bagian bekisting bisa dilepas satu per satu. 

2. Fiberglass

Bahan fiberglass juga sering dipakai sebagai cetakan beton sementara karena memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap air, tidak mudah berkarat, dan mudah ketika dibongkar maupun dipasang. Umumnya, cetakan fiberglass ini dipakai pada konstruksi di bawah tanah.

Selain itu, bahan fiberglass juga lebih ramah lingkungan dan mudah dibersihkan. Dari sisi penggunaannya, tidak seperti kayu, fiberglass bisa digunakan berulang kali. Namun, dari sisi harga bahan fiberglass sedikit lebih mahal daripada bahan kayu. 

3. Bekisting Besi Baja (Knock Down)

Jenis selanjutnya dikenal sebagai knock down yang berasal dari cara penggunaannya yang bisa dengan mudah dibongkar maupun dipasang. Knock down formwork terbuat dari besi hollow dan plat baja. Dari segi harga, bisa sepuluh kali lipat lebih mahal dibandingkan bekisting kayu.

Kelebihan utama dari jenis ini yaitu bisa digunakan berulang kali untuk waktu yang lama. Bahkan, beberapa jasa pemborong bisa memakai bekisting knock down hingga 10 tahun lamanya. 

Namun, jenis knock down memiliki satu kekurangan, yaitu bentuk yang tidak bisa disesuaikan dengan keinginan. Tetapi umumnya para tukang sudah memiliki jenis dan ukuran yang sesuai.  

4. Bekisting Aluminium

Jenis aluminium mirip seperti knock down sehingga sering dijadikan alternatif para tukang bangunan dalam membuat formwork. Bedanya dari material yaitu terbuat dari lembaran aluminium. Harganya lebih murah dibandingkan besi dan baja. 

Hasilnya pun mirip dengan knock down dan biasanya lebih halus daripada permukaan besi atau baja. Tetapi, formwork dari aluminium jarang digunakan karena dianggap lebih sulit. 

Syarat Membuat Bekisting yang Baik 

(Ready Mix)

Agar bekisting memenuhi fungsinya, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dan diperhatikan dalam pengerjaan proyek konstruksi beton. Beberapa hal tersebut diantaranya:

  • Harus mampu menahan tekanan beton.
  • Mampu menahan beban berat para pekerja dan peralatan kerja yang ada tanpa membahayakan para pekerja. 
  • Lendutan atau perubahan bentuk pada balok dalam  tidak boleh melebihi 0,3% dari dimensi permukaan beton. Diperlukan perawatan untuk  memastikan bahwa  lendutan kumulatif dari cetakan beton ini lebih kecil dari toleransi struktur beton.
  • Dibuat sesederhana dan ukuran komponen serta pemilihan material harus ditinjau dari segi pembiayaan.
  • Harus mudah diperkuat dan dibongkar tanpa merusak beton. 
  • Metode dan cara bongkar serta pemindahan bekisting harus dipahami, terutama dalam metode pemasangan dan leveling elevasi.
  • Bahan baku yang digunakan harus efisien dan sesuai dengan anggaran. 
  • Pengolesan minyak khusus diperkuka agar cetakan ini dapat mudah dibuka
  • Kedap air dan tidak mudah bocor.
  • Bahan yang digunakan dalam proses pembuatannya harus presisi.

Nah itulah informasi seputar bekisting. Poin penting agar cetakan ini bisa berfungsi dengan baik yaitu pengerjaannya harus dilakukan oleh tenaga ahli profesional.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.