Pinhome

Tips Properti

Rumah Susun atau Apartemen, Pilih yang Mana?

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 7 menit membaca

Jika Pins sedang mencari alternatif hunian selain rumah tapak, rumah susun atau apartemen dapat menjadi pilihan. Sama-sama merupakan hunian vertikal alias bertingkat, keduanya tampak mirip namun memiliki ciri masing-masing yang berbeda satu sama lain. Agar lebih paham tentang kedua jenis hunian ini, yuk simak lebih lanjut.

Gambaran Tentang Rumah Susun dan Apartemen

Rumah susun atau apartemen memiliki ciri khas berupa bangunan bertingkat alias vertikal. Biasanya, masing-masing terdiri dari sejumlah blok atau unit dengan penghuni yang berbeda.

Masing-masing rumah susun atau apartemen memiliki ukuran dan desain yang serupa serta dilengkapi dengan fasilitas yang sama pula. Beberapa juga memiliki fasilitas publik yang dapat dinikmati oleh seluruh penghuni bangunan.

Di samping itu, Pins juga dapat memiliki hak milik atas suatu unit di dalamnya sebagaimana rumah pada umumnya. Namun ketentuannya kepemilikannya lebih kompleks daripada rumah tapak tunggal.

Hanya bagian-bagian tertentu dari unit yang bisa dimiliki perorangan. Sementara itu, bagian lainnya merupakan milik bersama dengan seluruh penghuni lainnya.

Sebagai bukti kepemilikan, Pins harus mendapatkan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Sertifikat ini berlaku, baik untuk rumah susun atau apartemen karena pada dasarnya apartemen pun secara bentuk merupakan rumah susun.

Selain dengan membeli, Pins juga bisa menempati hunian jenis ini dengan menyewa. Harganya bervariasi tergantung kriteria rumah susun atau apartemen yang dipilih. Lantas, apa yang membedakan keduanya?

Perbedaan Rumah Susun dan Apartemen

Tentunya ada perbedaan antara rumah susun dan apartemen meskipun bentuknya mirip. Perbedaan antara rumah susun atau apartemen sebenarnya banyak, namun perlu dilihat lebih dalam untuk dapat memahami perbedaannya.

1. Peruntukan

Pada awalnya, rumah susun dibangun oleh pemerintah dengan tujuan membenahi permukiman di kota. Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan mampu memberi kesempatan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat memiliki hunian. Karenanya, rumah susun cenderung ditujukan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sementara itu, peruntukan apartemen lebih fleksibel meskipun yang tertarik biasanya tetap merupakan kalangan menengah ke atas. Pembangunannya pun seringkali dilakukan oleh pengembang swasta dengan pemasaran sedemikian rupa. Perbedaan antara rumah susun atau apartemen yang satu ini bisa dikatakan cukup mendasar.

2. Fasilitas

Dari segi fasilitas, dapat dikatakan bahwa apartemen memiliki kelebihan. Hal ini dapat dimaklumi mengingat peruntukan rumah susun atau apartemen yang memang berbeda. Dan itu berdampak pula pada kebutuhan akan gaya hidup penghuni.

Di rumah susun, Pins bisa mendapatkan fasilitas dasar seperti listrik, air, saluran pembuangan, hingga gas. Selain itu terdapat juga fasilitas bersama, di antaranya lahan parkir, tempat ibadah, area bermain anak, serta lapangan olahraga.

Sementara jika Pins memilih apartemen, fasilitas yang didapatkan biasanya lebih dari itu. Lahan parkir yang lebih luas, kolam renang, pusat perbelanjaan, tempat nongkrong, hingga fasilitas kebugaran menjadi fasilitas yang dapat dinikmati bersama.

Fasilitas lainnya adalah sistem keamanan yang terkoordinasi. Selain petugas khusus yang berjaga 24 jam, apartemen biasanya juga dipasangi CCTV di titik-titik strategis. Meskipun begitu, saat ini sudah ada juga rumah susun yang difasilitasi sistem keamanan semacam itu.

Namun kebanyakannya penghuni rumah susun membentuk sistem keamanannya sendiri yang serupa siskamling. Petugasnya pun diambil dari para penghuni itu sendiri yang bertugas secara bergiliran. Dengan caranya masing-masing, rumah susun atau apartemen bisa menjaga keamanannya sendiri.

3. Interaksi antar Penghuni

Penghuni rumah susun atau apartemen cenderung memiliki pola interaksi yang berbeda. Hal ini juga dipengaruhi oleh kalangan masyarakat yang menjadi penghuni tersebut. Karenanya, ini bisa menjadi pertimbangan dalam memilih antara rumah susun atau apartemen.

Rumah susun yang seringkali ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah, menjadikannya memiliki banyak penghuni yang sudah berkeluarga. Karenanya, interaksi lingkungan rumah susun masih terasa intensitasnya.

Salah satunya adalah dengan adanya anak-anak antar penghuni yang bermain bersama. Golongan masyarakat dewasa pun membuat kontrol sosial menjadi lebih ketat terutama terhadap remaja.

Sementara itu, penghuni apartemen lebih cenderung merupakan kalangan pemuda lajang yang lebih banyak berkegiatan dan berinteraksi di luar.

Apartemen kadangkala hanya menjadi tempat istirahat dan tidak sempat bersosialisasi dengan tetangga. Meskipun begitu, sikap individualis ini menjadikan penghuni apartemen memiliki privasi yang lebih tinggi.

4. Harga

Dalam hal harga, rumah susun atau apartemen tidak bisa dipatok secara merata. Ini disebabkan keduanya terbagi menjadi beberapa jenis lagi.

Tidak hanya pada fasilitas, tetapi juga pada hak dalam menempati bangunannya. Maksudnya, seperti halnya rumah tapak, rumah susun atau apartemen juga dapat dimiliki dengan dibeli, atau hanya ditempati dengan disewa.

Saat ini, terdapat 2 jenis rumah susun yang umum dikenal. Pertama adalah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sementara yang kedua rumah susun sederhana milik (rusunami).

Dari namanya, sudah jelas bagaimana status kepemilikan kedua jenis rumah susun tersebut. Rusunami sendiri sering disebut apartemen bersubsidi untuk menghilangkan kesan menengah ke bawahnya.

Apartemen pun memiliki kedua status tersebut. Namun untuk penggolongannya, apartemen lebih sering digolongkan berdasarkan ukuran ruangan. Ukuran terkecil disebut studio, kemudian diikuti convertible, 1 bedroom, 2 bedroom, duplex, dan jenis-jenis lain yang lebih besar lagi.

Namun, dengan segala perbedaan sasaran peruntukan dan fasilitas antara rumah susun atau apartemen, jelas apartemen memiliki harga lebih tinggi. Baik dengan membeli ataupun menyewa.

Baca Juga: Beli Rumah Atau Apartemen, Mana yang Cocok Untuk Millenial?

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Rumah Susun atau Apartemen

Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk untuk dipilih sebagai hunian. Karena, rumah susun atau apartemen memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal terpenting sebelum Pins menjatuhkan pilihan adalah mempertimbangkan berbagai aspek dengan matang, berikut di antaranya:

1. Kebutuhan Jenis Hunian

Apa yang Pins butuhkan dari sebuah hunian vertikal? Jawabannya bisa beragam. Mulai dari terjaminnya kebutuhan pokok berupa tempat tinggal, kenyamanan, fasilitas, hingga perlunya sosialisasi sebagaimana di perkampungan pada umumnya.

Rumah susun atau apartemen, keduanya menawarkan jaminan tempat tinggal. Jika pertimbangannya adalah soal kenyamanan, keamanan, serta fasilitas, Pins mungkin akan senang memilih apartemen. Terlebih bagi yang belum berkeluarga serta menginginkan lebih banyak privasi.

Namun, bagi Pins yang mengutamakan efisiensi, memilih rumah susun bukanlah pilihan buruk. Apalagi sekarang, image rumah susun sebagai hunian kelas menengah ke bawah sedang coba dikikis.

Buktinya adalah dengan adanya rusunami dengan fasilitas yang menyerupai apartemen. Sesuai namanya, Pins bisa memiliki sertifikat hak milik atas unit yang ditempati.

2. Kemampuan Finansial

Tidak hanya mempertimbangkan tentang bagaimana hunian yang ditempati bisa sesuai keinginan. Tetapi Pins juga harus perhatikan perkara finansial. Cek lagi pendapatan dan pengeluaran Pins secara detail, yang mana yang paling memungkinkan, rumah susun atau apartemen?

Seperti sudah dijelaskan, harga apartemen lebih mahal daripada rumah susun, baik menyewa maupun membeli. Namun, apa yang dibayar tentu sepadan pula dengan apa yang didapat.

Bukan berarti ketika memilih rumah susun Pins harus mengorbankan kenyamanan. Dengan adanya Rusunami alias apartemen bersubsidi, fasilitas hampir serupa apartemen bisa didapat dengan harga rumah susun.

3. Tujuan

Keinginan memiliki hunian tidak selalu bertujuan untuk benar-benar dihuni sendiri. Ada sebagian orang yang membeli produk properti sebagai investasi. Misalnya dengan menyewakannya.

Jika memang bertujuan untuk dihuni sendiri, maka pertimbangan finansial dan kebutuhan jenis hunian harus dipikirkan secara seimbang. Baik rumah susun atau apartemen,

Sementara jika untuk disewakan, maka hak milik adalah hal yang harus diperhatikan. Rumah susun khususnya biasanya terikat perjanjian yang mengharuskan unit ditempati oleh orang yang namanya ada dalam perjanjian.

Setiap orang memiliki pertimbangan masing-masing dalam memilih antara rumah susun atau apartemen. Apapun yang Pins pilih hendaknya merupakan hunian impian keluarga yang disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Yang terpenting, ketahui secara detail dan teliti ketentuan serta surat-menyuratnya agar dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa propert

Tags :

Bagikan Artikel