Pinhome

  • Blog
  • Properti
  • Rumah Susun atau Apartemen, Pilih yang Mana?

Rumah Susun atau Apartemen, Pilih yang Mana?

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 6 menit membaca

Jika Pins sedang mencari alternatif hunian selain rumah tapak, rumah susun atau apartemen dapat menjadi pilihan. Sama-sama merupakan hunian vertikal alias bertingkat, keduanya tampak mirip namun memiliki ciri masing-masing yang berbeda satu sama lain. 

Pinhome – Ketika akan memilih antara keduanya, simak terlebih dahulu apa saja kekurangan dan kelebihannya. Termasuk menentukan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Baca juga: 

Gambaran Tentang Rumah Susun dan Apartemen

Rumah susun atau apartemen memiliki ciri khas berupa bangunan bertingkat alias vertikal. Biasanya, masing-masing terdiri dari sejumlah blok atau unit dengan penghuni yang berbeda. Masing-masing memiliki ukuran dan desain yang serupa serta dilengkapi dengan fasilitas yang sama pula. Beberapa juga memiliki fasilitas publik yang dapat dinikmati oleh seluruh penghuni bangunan.

rumah susun atau apartemen
(Pinhome.id)

Di samping itu, Pins juga dapat memiliki hak milik atas suatu unit di dalamnya sebagaimana rumah pada umumnya. Namun ketentuannya kepemilikannya lebih kompleks daripada rumah tapak tunggal. Hanya bagian-bagian tertentu dari unit yang bisa dimiliki perorangan. Sementara itu, bagian lainnya merupakan milik bersama dengan seluruh penghuni lainnya.

Sebagai bukti kepemilikan, Pins harus mendapatkan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Sertifikat ini berlaku, baik untuk rumah susun atau apartemen karena pada dasarnya apartemen pun secara bentuk merupakan rumah susun.

Baca Juga: 

Perbedaan Rumah Susun dan Apartemen

Tentunya ada perbedaan antara rumah susun dan apartemen meskipun bentuknya mirip. Perbedaan antara keduanya sebenarnya banyak, namun perlu dilihat lebih dalam untuk dapat memahami perbedaannya.

1. Peruntukan

(99.co)

Pada awalnya, rumah susun dibangun oleh pemerintah dengan tujuan membenahi permukiman di kota. Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan mampu memberi kesempatan kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat memiliki hunian. Karenanya, rumah susun cenderung ditujukan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah.

Sementara itu, peruntukan apartemen lebih fleksibel meskipun yang tertarik biasanya tetap merupakan kalangan menengah ke atas. Pembangunannya pun seringkali dilakukan oleh pengembang swasta dengan pemasaran sedemikian rupa. Perbedaan antara keduanya bisa dikatakan cukup mendasar.

Baca Juga: 

2. Fasilitas

Dari segi fasilitas, dapat dikatakan bahwa apartemen memiliki kelebihan. Hal ini dapat dimaklumi mengingat peruntukan rumah susun atau apartemen yang memang berbeda. Dan itu berdampak pula pada kebutuhan akan gaya hidup penghuni. Di rumah susun, Pins bisa mendapatkan fasilitas dasar seperti listrik, air, saluran pembuangan, hingga gas. 

Sementara jika Pins memilih apartemen, fasilitas yang didapatkan biasanya lebih dari itu. Lahan parkir yang lebih luas, kolam renang, pusat perbelanjaan, tempat nongkrong, hingga fasilitas kebugaran menjadi fasilitas yang dapat dinikmati bersama. Fasilitas lainnya adalah sistem keamanan yang terkoordinasi.

Baca Juga: 

3. Interaksi antar Penghuni

rumah susun atau apartemen
(Mediaindonesia.com)

Penghuni rumah susun atau apartemen cenderung memiliki pola interaksi yang berbeda. Hal ini juga dipengaruhi oleh kalangan masyarakat yang menjadi penghuni tersebut. Karenanya, ini bisa menjadi pertimbangan dalam memilih antara rumah susun atau apartemen.

Rumah susun yang seringkali ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah, menjadikannya memiliki banyak penghuni yang sudah berkeluarga. Karenanya, interaksi lingkungan rumah susun masih terasa intensitasnya. Salah satunya adalah dengan adanya anak-anak antar penghuni yang bermain bersama. 

4. Harga

Dalam hal harga, rumah susun atau apartemen tidak bisa dipatok secara merata. Ini disebabkan keduanya terbagi menjadi beberapa jenis lagi. Tidak hanya pada fasilitas, tetapi juga pada hak dalam menempati bangunannya. Maksudnya, seperti halnya rumah tapak, rumah susun atau apartemen juga dapat dimiliki dengan dibeli, atau hanya ditempati dengan disewa.

Saat ini, terdapat 2 jenis rumah susun yang umum dikenal. Pertama adalah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) sementara yang kedua rumah susun sederhana milik (rusunami). Dari namanya, sudah jelas bagaimana status kepemilikan kedua jenis rumah susun tersebut. Rusunami sendiri sering disebut apartemen bersubsidi untuk menghilangkan kesan menengah ke bawahnya.

Baca Juga:

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Rumah Susun atau Apartemen

Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk untuk dipilih sebagai hunian. Karena, rumah susun atau apartemen memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal terpenting sebelum Pins menjatuhkan pilihan adalah mempertimbangkan berbagai aspek dengan matang, berikut di antaranya:

1. Kebutuhan Jenis Hunian

rumah susun atau apartemen
(Maisonderes)

Apa yang Pins butuhkan dari sebuah hunian vertikal? Jawabannya bisa beragam. Mulai dari terjaminnya kebutuhan pokok berupa tempat tinggal, kenyamanan, fasilitas, hingga perlunya sosialisasi sebagaimana di perkampungan pada umumnya.

Rumah susun atau apartemen, keduanya menawarkan jaminan tempat tinggal. Jika pertimbangannya adalah soal kenyamanan, keamanan, serta fasilitas, Pins mungkin akan senang memilih apartemen. Terlebih bagi yang belum berkeluarga serta menginginkan lebih banyak privasi.

Baca Juga: 

2. Kemampuan Finansial

Tidak hanya mempertimbangkan tentang bagaimana hunian yang ditempati bisa sesuai keinginan. Tetapi Pins juga harus perhatikan perkara finansial. Cek lagi pendapatan dan pengeluaran Pins secara detail, yang mana yang paling memungkinkan, rumah susun atau apartemen?

Seperti sudah dijelaskan, harga apartemen lebih mahal daripada rumah susun, baik menyewa maupun membeli. Namun, apa yang dibayar tentu sepadan pula dengan apa yang didapat.

3. Tujuan

(Kompas.com)

Keinginan memiliki hunian tidak selalu bertujuan untuk benar-benar dihuni sendiri. Ada sebagian orang yang membeli produk properti sebagai investasi. Misalnya dengan menyewakannya.

Jika memang bertujuan untuk dihuni sendiri, maka pertimbangan finansial dan kebutuhan jenis hunian harus dipikirkan secara seimbang. Sementara jika untuk disewakan, maka hak milik adalah hal yang harus diperhatikan. Rumah susun khususnya biasanya terikat perjanjian yang mengharuskan unit ditempati oleh orang yang namanya ada dalam perjanjian.

Baca Juga: 


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel