Pinhome

Kesehatan

Pohon Bidara: Si Kecil yang Banyak Manfaat

Ditulis oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 6 menit membaca

Pinhome – Meskipun tergolong kecil di kelasnya (hanya maksimal 15 meter), cabang dari pohon bidara sifatnya menyebar, menjulur dan memproduksi buah bidara yang mengandung banyak manfaat. Tidak hanya itu saja, bidara juga mampu tumbuh di berbagai macam cuaca, bahkan cuaca kering sekalipun. Kali ini kita akan mengenal lebih dalam manfaat dari pohon bidara, si kecil yang kaya manfaat.

Si Kecil yang Sudah Terkenal Akan Khasiatnya

sumber: Pixabay

Dikenal dengan berbagai nama di seantero nusantara seperti Bara di daerah Alor, Rangga di daerah Bima hingga Kalangga di daerah Sumba, buah dari pohon bidara memiliki banyak manfaat yang digemari banyak orang. Biasa dijual berbentuk buah matang, manfaat buah bidara bisa dinikmati dengan dimakan langsung ataupun dibuat minuman. Di beberapa tempat, buah bidara bisa dibuat manisan, asinan atau dikeringkan. Meski rasanya sedikit asam, manfaat dari buah bidara ini sangat besar karena kaya akan karotin, vitamin A, vitamin C dan lemak sehat.

Daun dari tanaman bidara sendiri bisa dimakan sebagai sayuran, daun bidara yang sudah menua bisa digunakan sebagai pakan ternak. Ekstrak dari daun bidara bisa digunakan sebagai obat hermal. Kalau kamu terserang demam, daun bidara yang diperas bersama air menimbulkan busa seperti sabun yang bisa diobati untuk penyakit kamu. Sebagian orang Jakarta menggunakan daun bidara untuk memandikan jenazah.

Tak hanya daunnya saja, biji buah, batang hingga akar dari tanaman bidara ini juga mempunyai manfaat untuk kesehatan kita. Mulai dari membantu melancarkan pencernaan hingga digunakan sebagai penyembuh luka. Di daerah Jawa, kulit dari kayu pohon bidara digunakan untuk mengobati masalah pencernaan. Di Negara Malaysia, kulit kayu bidara yang sudah dihaluskan dipakai untuk mengobati masalah pencernaan. Kenapa kulit kayu tanaman ini mengandung banyak manfaat yang bisa mengobati penyakit pencernaan? Karena tanaman bidara mempunyai kandungan-kandungan tonik aktif, meskipun tidak terlalu kuat, yang sangat direkomendasikan untuk penyakit-penyakit yang berhubungan dengan perut dan usus. Sementara itu, kulit akar bidara, dengan dicampur pulasari dan bawang putih, digunakan untuk mengobati saluran kemih dan kencing berdarah.

Kayu dari badan pohon bidara berwarna merah, bertekstur halus namun begitu keras dan bermutu tinggi sehingga dapat digunakan sebagai perkakas rumah tangga dan alat perabotan lainnya. Di daerah Bali, kayu bidara digunakan sebagai pegangan kampak, sabit, pisau hingga alat-alat pertukangan lainnya. Hal ini bisa terjadi karena kepadatan kayu bidara sangat bagus. Warnanya yang bervariasi dari warna merah, kuning kecoklatan, pucat coklat hingga coklat tua kadang memberi sentuhan seni tersendiri kepada peralatan dan perabotan yang dibuat. Sebagian juga ada yang menggunakan kayu bidara untuk kepentingan konstruksi, furniture, rak hingga kotak pengiriman. Kayu dari pohon bidara juga dapat digunakan sebagai arang dan kayu bakar berkualitas tinggi. Apalagi bagian dahannya yang begitu mudah dipanen dan dipatahkan menurut kebutuhan.

Kandungan tanin dan reaksi kayu bidara yang mengeluarkan warna coklat kemerahan hingga cokelat keabu-abuan jika terkena air, membuat tanaman ini sangat cocok digunakan untuk bahan mewarnai. Sementara itu, di India, tanaman bidara digunakan untuk mengusir berbagai kutu. Dahannya yang telah terkena serbuk kutu kemudian dipanen dan digunakan untuk memproduksi laka.

Habitat dan Penyebaran Buah Pohon Bidara

sumber: Pixabay

Tanaman bidara dapat tumbuh subur di daerah yang memiliki iklim kering dan tropis. Kualitas terbaik dari pohon bidara sendiri bisa didapatkan jika tumbuh di daerah yang panas, kering dan banyak mendapatkan sinar matahari. Meskipun begitu, pohon bidara tetap membutuhkan musim penghujan dimana ia akan menumbuhkan ranting, dedaunan dan bunga untuk mempertahankan kelembahan lahan yang akan berguna untuk mematangkan buah. Bidara biasanya tumbuh menyebar di daerah tropis dengan intensitas hujan sebanyak 300 hingga 500 mm per tahun. Untuk kepentingan industri, pohon bidara biasanya ditanam di ketinggian 1.000 meter diatas permukaan laut. Namun, ketinggian ini adalah batas maksimal dimana tanaman bidara bisa ditanam, karena jika ditanam diatas ketinggian 1000 meter, kualitas dari pohon ini tidak akan bagus.

Tahan akan iklim kering dan penghujan, tanaman bidara dinilai dapat dengan mudah beradaptasi dan seringkali tumbuh di tanah yang tidak begitu tersentuh tangan manusia seperti pinggir jalan. Tanaman bidara juga bisa tumbuh di berbagai jenis tanah seperti laterit, tanh hitam yang sering mendapat pengairan, lahan berpasir, tanah liat ataupun tanah gembur disekitar sungai.

Dipercaya berasal dari daerah Asia Tengah, dan menyebar secara alami di negara-negara Al Jazair, Tunisia, Libya, Mesir, Uganda, Kenya, Afghanistan, Pakistan, India Utara, Nepal, Bangladesh, Cina Selatan, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaysia, Indonesia hingga Australia. Kini tanaman bidara juga sudah diproduksi massal melalui perkebunan-perkebunan di Afrika, Madagaskar, India, Cina dan juga Thailand.

Baca juga: Mengandung Banyak Manfaat, Yuk Coba Tanam Pohon Bidara!

Keutamaan Tanaman Bidara di Agama Islam

pohon bidara
sumber: Toko Tanaman

Nah, ini dia yang perlu kita ketahui bersama, Pins. Ternyata, baik pohon atau daun bidara seringkali disebut-sebut dalam Al-Qur’an dan hadist dari junjungan kita bersama, Nabi Muhammad SAW. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya tanaman bidara ini bagi kaum Muslim dan Muslimah.

Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya, tanaman Bidara mengandung banyak manfaat dari berbagai bagiannya, tanaman Bidara jelas mempunyai posisi tersendiri dalam agama Islam. Khasiat dan manfaat tanaman Bidara sendiri disebutkan dalam beberapa surat dan ayat seperti Surah Saba ayat 16, Al Waqiah ayat 28 yang menyebutkan ada sebagian kaum yang akan memasuki surga dan dijanjikan akan diberikan pohon bidara yang tidak berduri nantinya dan juga pada surah An Najm ayat 13 hingga 16.

Tanaman bidara juga banyak disebutkan dalam hadist sebagai tanaman yang digunakan dalam berbagai acara ritual, tanaman bidara juga direkomendasikan digunakan sebagai air mandi bagi wanita yang baru saja selesai menstruasi. Daun bidara juga biasanya digunakan dalam prosesi Ruqyah untuk orang-orang yang kemasukan mahluk halus.

Ada juga hadis dari Nabi Muhammad SAW yang menerangkan bahwa daun bidara juga menyarankan agar memandikan jenazah dengan daun bidara yang telah dicampur dengan air. Hal ini tercantum pada hadist junjungan nabi kepada Ummu ‘Athiyah kepada wanita berduka yang akan memandikan anaknya:

اغْسِلْنَهَا ثَلاَثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مَنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ

“Mandikanlah ia dengan air mengalir yang dicampur dengan daun bidara sebanyak 3 kali, 5 kali atau lebih dari itu jika kamu merasa itu perlu dan jadikanlah basuhan terakhir sebagai parfum atau pewangi baginya “(dari Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939).

Nah, bagaimana, Pins? Dengan berbagai kandungan manfaat dan keutamaannya dalam agama Islam, apakah kamu tertarik untuk mempunyai pohon Bidara di daerah properti kamu?

Baca Juga: Menanam Pohon Buah Bidara Sendiri? Bisa kok!


Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel