Kamus Istilah Properti

Basement

istilah properti

Basement

Basement adalah lantai bangunan yang sebagian atau seluruhnya berada di bawah permukaan tanah.

Apa Itu Basement? 

Basement adalah lantai bangunan yang sebagian atau seluruhnya berada di bawah permukaan tanah, baik itu satu atau lebih lantai. 

Umumnya, basement digunakan sebagai tempat parkir, ruang utilitas untuk sebuah bangunan, tempat menyimpan sistem penghangat atau pendingin ruangan, garasi, hingga gudang.

Sementara itu pada konstruksi rumah, basement makin banyak digunakan untuk berbagai keperluan seperti gudang penyimpanan, ruang kerja, ruang menyetrika, atau bahkan ruang hiburan dan ruang tidur. 

Di Inggris, kata basement digunakan untuk menyebut ruang bawah tanah yang berada di gedung bertingkat, pasar swalayan, dan lain-lain. Sementara untuk ruang bawah tanah di rumah disebut cellar.

Di kota-kota dengan harga properti yang tinggi, seperti London, basement seringkali dilengkapi dengan standar yang tinggi dan digunakan sebagai tempat tinggal. 

Fungsi Basement pada Bangunan 

Secara penggunaan bangunan, basement sebenarnya memiliki fungsi yang sama dengan adanya lantai atas atau rooftop pada sebuah bangunan yaitu sebagai ruang tambahan.

Namun, jika dilihat dari strukturnya, basement memiliki fungsi utama yaitu: 

  • Memperdalam kedalaman dasar pondasi sehingga dapat memberikan pengaruh terhadap kenaikan besarnya daya dukung tanah. 
  • Memperbesar stabilitas konstruksi gedung terhadap gaya geser atau gaya guling yang mungkin terjadi. Sebab, dalam pembuatan basement akan dilakukan penggalian, jika berat tanah yang digali sama dengan berat bangunan di atasnya, maka secara teoritis tidak terjadi penurunan bangunan. 

Jenis-jenis Basement

Secara struktur desainnya, basement terdiri dari berbagai macam jenis, antara lain:  

Walk-out Basement

Basement adalah
(HousePlan)

Walk-out basement adalah ruang bawah tanah yang biasanya dimiliki rumah-rumah yang terletak di daerah landai. Dengan pembuatan walk out basement maka akan memungkinkan sebagian dari ruang basement dapat diakses dari luar rumah.

Sementara itu, bagian lain ruangan itu bisa juga diakses dari lantai rumah di atasnya. Ruangan ini biasanya difungsikan sebagai garasi, ruangan maintenance, atau bahkan ditempati sebagai kamar.

Walk-up Basement

Jenis basement selanjutnya adalah tipe walk-up. Basement jenis ini memiliki akses keluar-masuk sendiri, berupa pintu dan tangga (tidak harus melalui bagian dalam rumah).

Sayang, akses tangga untuk ruangan bawah tanah ini berisiko jadi licin dan lembap, bahkan tergenang air, terutama selama musim hujan.

Look-out Basement

Basement adalah
(Pinterest)

Look-out basement memiliki dinding yang mencapai bagian lantai dasar rumah. Melalu desain ini, maka penghuni rumah yang berada di lantai bawah tanah tetap bisa mengintip ke luar rumah melalui jendela basement.

Cellar

(Houzz)

Cellar adalah jenis basement yang biasanya digunakan sebagai penyimpanan makanan atau minuman. Tujuan dibuatnya cellar agar seluruh makanan dan minuman yang disimpan di sini akan tetap awet karena memiliki temperatur yang konsisten sepanjang tahun.

Cellar bukan ruangan yang bisa ditempati orang dalam keadaan berdiri dan biasanya bagian lantainya hanya berupa tanah.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Ingin Membuat Basement di Rumah

Basement adalah
(nextmodular)

Pembangunan basement terutama di dalam rumah, memang tidaklah mudah. Apalagi mengingat konstruksinya cukup rumit.

Namun, tak perlu khawatir. Anda tetap bisa mewujudkan basement impian di rumah dengan memperhatikan hal-hal berikut ini:

Jenis Tanah 

Tak hanya untuk pembangunan basement. Sebenarnya jenis tanah memiliki peranan penting dalam menentukan desain dan sistem struktur konstruksi secara keseluruhan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor kohesi, yakni gaya tarik menarik antarpartikel dalam tanah (dinyatakan dalam satuan berat per satuan luas). 

Pada pembangunan basement, faktor kohesi ini akan mempengaruhi pemilihan material dan sistem konstruksi agar basement dapat terbangun sesuai dengan ekspektasi.

Tinggi Muka Air Tanah

Setiap daerah memiliki ketinggian muka air tanah yang berbeda-beda. Sebaiknya, sebelum memutuskan untuk membuat sebuah basement, Anda harus memastikan bahwa posisi basement berada di atas batas air tanah agar tetap aman. 

Sebagai antisipasi, Pins perlu melakukan proses penurunan muka air tanah pada area tertentu alias dewatering. Proses ini dilakukan melalui pemompaan lewat suatu sumur atau saluran tujuannya untuk menjaga area galian agar tetap kering. 

Kepadatan dan Ketebalan Beton

Kepadatan beton akan menjadi elemen penting saat pembuatan basement. Untuk menghasilkan mutu beton yang berkualitas, Pins memerlukan slump test. 

Selain kepadatan, ketebalan beton juga penting diperhatikan. Idealnya, beton untuk basement bisa dibuat dengan ketebalan 15 sampai 17,5 cm yang disesuaikan dengan kedalaman lantai basement. 

Pondasi Bangunan Tetangga

Selain bangunan rumah Anda, penting juga untuk memperhatikan jarak dengan tetangga sebelah. Sebab, saat membangun basement, jarak dan struktur pondasi bangunan tetangga harus diperhatikan. .

Sebagai referensi, Anda bisa membuat jarak dengan bagian dinding tetangga sekitar 1,5 meter jauhnya. Apalagi dinding basement pada dasarnya harus dibuat sebagai retaining wall yang bersifat menahan beban tekanan tanah dan air. 

Kebersihan Lingkungan

Hal terakhir yang harus Anda perhatikan saat pembangunan basement adalah kebersihan lingkungan secara keseluruhan. Karena basement berada di bawah tanah, maka Pins harus memastikan kebersihan lingkungan dan kelembapannya tetap terjaga. 

Nantinya, ini akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan Anda saat berada di dalam basement. 

Koordinator: Linda

Editor: Achlisia