Catat! Ini Poin Penting untuk Syarat Pengajuan KPR

Dipublikasikan oleh Nabila Azmi ∙ 23 August 2022 ∙ 6 menit membaca

Selain BI Checking, ada hal-hal lain yang ternyata perlu diperhatikan sebagai syarat pengajuan KPR, Pins. Beberapa poin di bawah ini bisa menjadi bahan evaluasi kamu di kemudian hari saat mengajukan cicilan rumah. 

Penasaran apa saja hal yang bisa Pins tanyakan ke diri sendiri untuk melihat apakah dapat mengajukan KPR atau tidak? Simak ulasan lengkapnya di sini!

Pertanyaan untuk Diri Sendiri Sebelum Mengajukan KPR

Seperti yang Pins tahu, syarat pengajuan KPR sebenarnya susah-susah gampang. Alur pengajuan cicilan ke bank ini pun tidak begitu rumit. Namun, ada beragam hal penting yang patut diperhatikan sebelum mengajukan KPR. 

Poin-poin penting yang sifatnya pertanyaan ini membantu menuntun para calon pembeli rumah, apakah merekah berhak mengajukan KPR ke bank.

Walau setiap bank memiliki atura yang berbeda, jawaban dari pertanyaan dasar ini bisa jadi gambaran mengenai kemungkina hasil yang didapatkan. Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

Apakah Pekerjaan Saya Berisiko Tinggi?

Salah satu syarat mengajukan KPR rumah adalah menyertakan informasi seputar pekerjaan. 

Nyatanya, aturan mengenai jenis pekerjaan yang diterima oleh suatu bank dengan bank lainnya mungkin berbeda. Selain itu, informasi ini mungkin tidak dapat dijumpai secara online maupun menanyakan langsung. 

Walau begitu, Pins ibsa menilai sendiri apakah pekerjaan saat ini masuk dalam kategori peminjam berisiko tinggi atau tidak. 

Sebagai contoh, pegawai swasta berskala kecil saat pandemi bisa dikategorikan berisiko tinggi. Ini karena ada begitu banyak perusahaan yang goyah hingga dinyatakan bangkrut sampai seluruh karyawan dirumahkan. 

Baca Juga: Beli Rumah KPR? Pahami Dulu Prosedur Akad Kredit Ini!

Apakah Masa Bekerja Saya Sudah Lebih dari Setahun?

Selain jenis pekerjaan, masa bekerja ternyata bisa jadi tolak ukur apakah bank melihat kemampuan Pins dalam membayar pinjaman KPR. Pasalnya, periode kerja bisa menggambarkan risiko pembayaran cicilan kamu. 

Misal, pegawai yang baru bekerja selama 2 bulan di sebuah perusahaan dianggap berisiko tinggi untuk diterima pengajuan KPR-nya. Ini karena pegawai tersebut masih mungkin tidak lulus masa uji coba. 

Hal ini juga berlaku ketika Pins baru saja membuka bisnis selama 3 bulan. Jika baru 3 bulan, bank melihat kondisi ini terlalu berisiko meskipun keuntungannya cukup besar. Periode tersebut belum menjamin apakah bisnis yang dijalankan bertahan lama atau tidak. 

Berapa Lama Lagi Usia Pensiun Saya?

Sebelum mengumpulkan syarat pengajuan KPR, Pins perlu melihat lagi apakah saat ini usia sudah mendekati masa pensiun atau tidak. 

Sama seperti jenis pekerjaan, tidak ada patokan pasti mengenai umur saat mengajukan KPR. Namun, ada baiknya usia Pins belum mendekati masa pensiun untuk menjamin pemasukan tetap stabil saat bayar cicilan KPR. 

Apakah Cicilan Lain dan Utang Sudah Saya Sudah Lunas?

Pins juga perlu memastikan bahwa saat ini tidak sedang terjerat hutang yang berlarut-larut sampai terkena denda saat mengajukan KPR. Jenis hutang yang dimaksud adalah cicilan barang, pinjaman ke bank, hingga pembayaran kartu kredit. 

Terlebih lagi, syarat yang diterapkan bank seputar toleransi keterlambatan pembayaran pada riwayat hutang pun berbeda-beda. Maka dari itu, Pins perlu segera menyelesaikan hutang-hutang yang tersisa sebelum mengajukan KPR. 

Baca Juga: Dijamin Berhasil! Tips Lolos BI Checking

Bahan Evaluasi dalam Syarat Pengajuan KPR

Setelah mendapatkan jawaban yang diinginkan, Pins bisa melanjutkan beberapa bahan evaluasi di bawah ini. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai syarat mengajukan KPR. 

Evaluasi Ulang Kondisi Finansial saat Ini

Pada dasarnya cicilan properti yang dibayarkan Pins memang bernilai cukup besar. Jika saat ini Pins masih memiliki cicilan lain yang menghabiskan banyak uang, sebaiknya tunda dulu membeli properti. 

Tidak hanya meningktkan risiko peminjaman uang kepada Pins dari sudut pandang bank, kondisi ini bisa menyulitkan kamu melunasi seluruh cicilan. Hal ini tentu harus dibarengi dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Umumnya, bank menganggap total cicilan yang aman dalam kisaran 60-70% dari total pendapatan. Namun, angka ini berbeda untuk setiap bank, ya. 

Pastikan Memiliki Wawasan Soal Properti yang akan Dibeli

Salah satu hal yang pasti ditanyakan oleh bank saat mengajukan KPR adalah wawasan seputar properti yang hendak dibeli, seperti: 

  • Lokasi
  • Jenis properti
  • Kondisi sertifikat
  • Lingkungan sekitar
  • Perkiraan harga
  • Plafon pinjaman

Beberapa bank mempunyai peraturan khusus seputar properti yang disetujui untuk diberikan pinjaman. Sebagai contoh, ada bank yang menyetujui pengajuan KPR untuk kamu yang ingin punya rumah baru. 

Bahkan, tidak sedikit bank yang bekerja sama dengan pengembang sehingga syarat pengajuan KPR kamu lebih mudah diterima. Bank pemberi pinjaman juga memastikan sertifikat properti yang dibeli tidak akan menimbulkan masalah. 

Baca Juga: Bingung Ambil KPR Rumah Sekarang atau Nanti? Cek Pertimbangannya!

Siapkan Dokumen Pengajuan KPR yang Dibutuhkan

Setelah yakin dengan jawaban dari pertanyaan kamu dan sudah mengevaluasi diri, sudah saatnya Pins menyiapkan dokumen yang diperlukan. Dokumen pengajuan KPR ini cukup banyak sehingga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. 

Tujuan dari dokumen-dokumen ini untuk memastikan jaminan pada pihak bank, apakah kamu mampu membayar cicilan hingga lunas. Berikut ini dokumen untuk mengajukan KPR secara umum yang perlu disiapkan. 

Jika Belum Menikah

  • Foto kopi KTP pemohon.
  • Foto kopi kartu keluarga.
  • Usia tidak melebihi dari 50 tahun.
  • Dokumen agunan rumah berupa sertifikat tanah dan rumah (SHGB / SHM), Pajak bumi dan bangunan (PBB), izin mendirikan bangunan (IMB).
  • Nomor pokok wajib pajak (NPWP).
  • Materai 6000.
  • Tanda tangan pemohon dan mengisi formulir yang disediakan Bank.

Jika Sudah Menikah (tambahan dokumen)

  • Surat Nikah atau surat cerai.
  • Foto kopi KTP pasangan.
  • Pas foto pasangan.
  • Tanda tangan pasangan pada formulir pengajuan.
  • Pasangan hadir saat akad kredit KPR.

Jika Warga Keturunan (tambahan dokumen)

  • Surat keterangan warga negara indonesia (WNI).

Berstatus Sebagai Karyawan atau Pegawai

  • Slip gaji atau surat keterangan penghasilan 3 bulan terakhir.
  • SK pengangkatan, atau surat keterangan sebagai pegawai tetap
  • Foto kopi buku atau rekening koran tabungan yang memperlihatkan data 3 bulan terakhir.

Berstatus Sebagai Pengusaha atau Wiraswasta

  • Surat izin usaha perdagangan (SIUP.
  • Surat izin lain sesuai profesi misalnya surat izin praktek dokter.
  • Tanda daftar perusahaan (TDP).
  • Foto kopi akta pendirian perusahaan.
  • Bukti keluar masuk transaksi keuangan usaha.
  • Buku tabungan usaha.

Nah, itu tadi deretan poin penting yang perlu diperhatikan sebelum mengumpulkan syarat pengajuan KPR. Semoga bermanfaat, Pins!

Baca Juga:


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 12 Ide Hiasan Kantor Untuk Mempercantik Dinding

Hiasan kantor tidak hanya membuat dinding tampak lebih hidup. Tujuan keberadaan hiasan kantor adala

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain Ragam Jenis Meja Kantor & Kegunaannya

Setiap perusahaan tentu membutuhkan meja kantor untuk meningkatkan kenyamanan dalam bekerja. Ternya

Lifestyle
Lifestyle 18 Merk Laptop Terbaik untuk Kerja, Multimedia & Gaming

Bagi pekerja profesional di bidang tertentu, sudah saatnya untuk mengetahui merk laptop terbaik apa

Teknik Sipil
Teknik Sipil Harga Pipa Besi Galvanis dan Lainnya, Terbaru 2022

Pipa besi merupakan material bangunan yang digunakan untuk konstruksi bangunan. Pipa besi tersebut

Lifestyle
Lifestyle 20 Aplikasi Kamera Laptop untuk Foto & Video Webcam yang Bagus

Kebutuhan di dunia digital yang semakin beragam membuat pemakaian aplikasi kamera laptop ikut menin

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia