Pinhome

  • Blog
  • Properti
  • 13 Perbedaan Granit dan Keramik, Bahan Mana yang Cocok untuk Lantai Rumah?

13 Perbedaan Granit dan Keramik, Bahan Mana yang Cocok untuk Lantai Rumah?

Dipublikasikan oleh Aileen Velishya ∙ 30 September 2021 ∙ 5 menit membaca

Salah satu bahan yang sering dijadikan sebagai lantai adalah granit dan keramik. Meski sama-sama dipergunakan sebagai lantai, kedua bahan ini sangat berbeda lho! Bagi Pins yang penasaran tentang perbedaan granit dan keramik, tenang! Karena Pinhome akan membagikan informasi lengkapnya lewat ulasan di bawah ini!

Pinhome – Jika berbicara lantai rumah, tentu kita tidak bisa memilih material lantai secara sembarangan. Hal ini harus dipertimbangkan secara matang agar tak menyesal di kemudian hari. Bukan tanpa alasan, lantai rumah adalah bagian dasar di rumah yang akan diinjak bahkan tergesek barang-barang yang berada di atasnya. Oleh karena itu, material lantai ini haruslah yang terbaik agar kuat dan tahan lama. Selain itu, Pins juga perlu mempertimbangkan nilai estetika yang dihasilkan oleh lantai ini. 

Bahan Dasar

(Pinterest)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, meski sama-sama dipergunakan untuk lantai, perbedaan keramik dan granit cukup banyak.  Salah satunya pada bahan dasar pembentuk keramik dan granit. Keramik terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar. 

Namun saat ini tanah liat juga dicampur dengan feldspar, lempung bola, kuarsa, air dan kaolin supaya kualitasnya lebih baik. Sedangkan granit dibuat dari material campuran feldspar, kuarsa, amfibol, mika dan beberapa mineral tambahan yang membuat tampilannya cukup unik.

Baca juga: 5 Pilihan Granit Lantai Terbaik untuk Dalam Ruangan

Cara Pembuatan

(Pinterest)

Cara pembuatan keramik adalah dengan pembentukan tanah liat yang kemudian dibakar pada suhu tinggi. Setelah itu di bagian atas keramik akan diberikan lapisan glaze yang mana akan membuat tampilan mengkilap pada keramik. 

Sedangkan granit terjadi secara alami, yaitu batuan yang dibentuk dari magma panas yang beku akibat tekanan. Oleh karena itu, granit membutuhkan proses pemotongan dan pressing agar permukaannya lebih rata.

Tingkat Kepadatan

(Pinterest)

Selain bahan dasar yang digunakan berbeda, perbedaan granit dan keramik lainnya juga dapat dilihat dari tingkat kepadatan kedua material lantai ini. Pada keramik, tingkat kepadatan berada pada kisaran 2-6 g/cm3, sedangkan granit memiliki tingkat kepadatan 2,65-2,75 g/cm3.

Lapisan

(Pinterest)

Hal yang kamu bisa perhatikan dari perbedaan keramik dan granit ini adalah lapisannya. Pada granit tidak memiliki lapisan karena sifatnya homogen baik dari warna dan kekuatannya. Berbeda dengan keramik yang memiliki dua lapisan. 

Pada lapisan pertama keramik dilapisi dengan glazur, yaitu lapisan tipis yang mirip seperti kaca dengan ketebalan 1-2 mm. Sedangkan lapisan selanjutnya yaitu bahan dasar keramik itu sendiri, tahan liat yang telah dicampur dengan beberapa bahan campuran lain dan dibakar.

Sifat

(Pinterest)

Sifat dari granit sendiri memiliki kekuatan yang cukup kuat dan keras. Berbeda dengan keramik yang lebih rapuh dan kaku. Oleh karena itu, granit sering digunakan pada rumah-rumah yang membutuhkan dasar yang kokoh. Harganya pun cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan keramik. Hal ini karena daya tahan granit yang dihasilkan dari bentukan batuan intusif, felsic dan igneus.

Suhu Pembakaran

(Pinterest)

Suhu pembakaran kedua material lantai ini pun berbeda lho! Pada keramik, umumnya akan melalui pembakaran dengan suhu 1000°C. Sedangkan pada granit memerlukan pembakaran dengan suhu 1230°C.

Nilai Kuat Tarik Lentur

(Pinterest)

Nilai kuat tarik lentur (modulus of rupture) adalah kemampuan suatu material keras yang diletakkan pada dua dataran yang ditujukan untuk menahan gaya tegak lurus sumbu pada benda yang diuji sampai beda uji patah. Pada nilai kuat tarik lentur granit umumnya adalah 450 kg/cm2, sedangkan keramik memiliki nilai kuat tarik lentur yang lebih kecil, yaitu sekitar 300 kg/cm2.

Baca juga: 11 Rekomendasi Keramik Motif Kayu untuk Hunian Minimalis

Tingkat Kerataan

(Pinterest)

Meski keduanya cenderung memiliki permukaan yang rata, namun terdapat perbedaan granit dan keramik, terutama pada tingkat kerataan. Kemungkinan ketidakrataan pada keramik masih cukup besar dibandingkan dengan granit. 

Hal ini karena pada saat pelapisan glaze yang menggumpal atau tidak merata. Sedangkan pelapisan glaze pada granit melalui proses pressing yang membuat tingkat kerataan pada granit lebih tinggi dibandingkan dengan keramik.

Warna

Perbedaan keramik dan granit selanjutnya adalah pada warna. Warna yang dimiliki granit memiliki warna yang lebih cerah jika dibandingkan dengan keramik. Namun perlu diketahui bahwa tingkat kecerahan yang tinggi berarti penyerapan airnya lebih rendah. Oleh karena itu keramik memiliki daya serap air yang lebih baik.

Daya Serap Air

(Pinterest)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa keramik memiliki daya serap air yang lebih baik jika dibandingkan dengan granit. Umumnya keramik memiliki daya serap air 7% yang mana dapat mempercepat proses penyerapan air itu juga. Sedangkan pada granit hanya memiliki daya serap air 0,05%.

Ukuran

(Pinterest)

Jika dilihat dari gambar perbedaan granit dan keramik di atas, tentu dapat diketahui bahwa ukuran kedua material ini cukup beragam. Namun pada granit ukuran terkecilnya adalah 40 x 40 cm. Sedangkan ukuran keramik bisa mencapai 25 x 25 cm.

Motif

(Pinterest)

Perbedaan granit dan keramik yang paling mencolok juga dapat dilihat dari motifnya. Pada keramik umumnya memiliki motif yang lebih bervariatif. Sedangkan granit hanya memiliki motif khas yang mana terbuat secara alami.

Harga

(Pinterest)

Umumnya harga keramik lebih murah jika dibandingkan dengan granit. Hal ini karena proses pembuatan granit yang lebih panjang dan sulit karena dibuat oleh alam. Umumnya harga keramik dibanderol dari Rp40.000. Sedangkan granit dibanderol dengan harga yang lebih tinggi sekitar Rp135.000.

Itulah informasi mengenai perbedaan granit dan keramik yang bisa menambah pengetahuan Pins. Semoga bermanfaat!


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel