Pinhome

Tips Properti

Desain Kamar Balita

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 2 menit membaca

Usia balita merupakan periode golden age pada masa tumbuh kembang anak. Umumnya, balita melewati periode emas tersebut dengan menghabiskan waktu di rumah. Oleh karena itu para orang tua harus benar-benar cermat dalam memberikan stimulasi dan mengawasi tumbuh kembangnya. Termasuk ketika mendesain kamarnya. Sebab kamar menjadi tempat penting dalam masa tumbuh kembangnya. Disadari atau tidak, kamar menjadi tempat awal bagi si kecil menjalani proses tumbuh kembangnya.

Agar balita Anda bisa mengoptimalkan periode golden agenya, Anda pun dituntut menyiapkan desain kamar yang mampu mengakomodasi proses tumbuh kembang si kecil. Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika mendesain kamar si kecil:

kamar tidur balita
kamar tidur balita : decorationideas.wordpress.com

Pertama, pemilihan furnitur dan aksesoris. Pilihlah furnitur dan aksesoris yang aman bagi si kecil. Pastikan furnitur dan aksesoris tersebut tidak memiliki tepi yang tajam serta bebas toksin. Gunakan tempat tidur yang rendah agar si kecil tidak mudah terjatuh. Sediakan pula papan untuk menulis atau menggambar serta papan untuk menempel hasil kreatifitas mereka. Tambahkan pula tempat penyimpanan mainan. Upayakan yang tidak terlalu tinggi dan masih dalam jangkauan mereka. Pastikan semua furnitur yang ada di dalam kamar tidur si kecil terbuat dari bahan yang kuat dan tidak mudah roboh. Pada usia balita, si kecil biasanya mulai suka memanjat benda-benda yang ada di sekitarnya.

Kedua, pencahayaan dan sirkulasi udara. Pastikan kamar tidur mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup. Selain itu tambahkan ventilasi agar sirkulasi udara bisa berjalan secara optimal.

Ketiga, pemilihan warna. Umumnya, si kecil sangat suka dengan warna-warna yang cerah.  Namun demikian, mereka cenderung mudah bosan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda dianjurkan menggunakan wallpaper. Selain mudah diganti, wallpaper juga mudah dibersihkan ketika terkena kotoran akibat makanan ataupun aksi corat-coret yang dilakukan oleh si kecil.

Keempat, jenis lantai. Pada usia balita, si kecil mulai memiliki mobilitas yang tinggi. Pastikan permukaan lantai tidak licin sehingga si kecil tidak mudah terpeleset ataupun jatuh. Anda bisa menggunakan lantai parkit atau yang dilapisi vinyl maupun busa tipis. Hindari memasang karpet sebagai alas karena mudah menyerap debu.

Tags :

Bagikan Artikel