Kamus Istilah Properti

Jenis Pembayaran

istilah properti

Jenis Pembayaran

Jenis pembayaran adalah pilihan metode bayar.

Apa itu Jenis Pembayaran? 

Jenis pembayaran adalah metode dalam tukar-menukar barang atau jasa untuk melakukan pembayaran transaksi segala hal. Jenis pembayaran ini erat kaitannya dengan uang sebagai alat transaksi yang sah. 

Sistem pembayaran di Indonesia terbagi menjadi dua, yang mana dibedakan sesuai instrumennya, yaitu:

  • Sistem pembayaran tunai
  • System pembayaran non tunai

Alat Pembayaran Tunai

Jenis Pembayaran 1
sumber: Alamy

Jenis pembayaran tunai adalah transaksi menggunakan mata uang negara dalam bentuk uang kertas atau uang logam koin yang dibayarkan oleh penerima barang atau jasa kepada penjual. Di Indonesia, pembayaran tunai berlaku menggunakan mata uang Rupiah. 

Adapun jenis pembayaran tunai ditetapkan dalam Undang-Undang (UU) No. 11/1953 ditetapkan bahwa Bank Indonesia (BI) hanya mengeluarkan uang kertas dengan nilai lima rupiah ke atas, sedangkan pemerintah berwenang mengeluarkan uang kertas dan uang logam dalam pecahan di bawah lima rupiah.

Alat Pembayaran Non Tunai

Alat pembayaran non tunai adalah mekanisme atau cara bayar transaksi yang tanpa menggunakan uang fisik. Namun, mata uang yang berlaku tetap menggunakan Rupiah.

Pembayaran nontunai terdiri dari beberapa jenis antara lain:

1. Kartu kredit

Kartu kredit dikeluarkan oleh bank sebagai alat pembayaran non tunai yang menggunakan mekanisme hutang.

Proses pada dasarnya hampir sama dengan menggunakan utang debit, hanya saja penggunaan kartu ini hampir sama dengan ATM, namun penggunaannya lebih mudah.

2. Kartu debit

Berbeda dengan kartu kredit, kartu debit adalah alat pembayaran non tunai yang berbasis saldo milik nasabah. 

Kartu ini diterbitkan oleh pihak bank tempat nasabah menabung rekeningnya. Tergantung jenisnya, biasanya kartu debit memiliki batas atau limit tertentu dalam setiap transaksinya.

3. Cek

Metode pembayaran nontunai menggunakan cek dalam bentuk surat perintah nasabah kepada bank untuk menarik dananya dalam jumlah tertentu atas namanya atau nama yang ditunjuk.

Cek terbagi menjadi tiga jenis yakni cek atas nama, cek atas unjuk, dan cek silang.

4. Bilyet giro

Mirip dengan cek, tetapi giro bukan digunakan untuk mencairkan uang pada nama yang tertulis di atas kertas

Giro berupa surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya. 

5. E-money atau uang elektronik

Uang elektronik bisa berupa kartu yang dapat digunakan untuk pembayaran atas dasar nilai uang atau dana yang sudah disetorkan terlebih dahulu. Artinya, untuk bisa menggunakan e-money ini, Pins harus menyetorkan sejumlah uang pada pihak ketiga agar bisa diubah menjadi uang elektronik.

Jenis kartu ini bisa digunakan untuk membayar e-toll, parkir, hingga tiket KRL. 

Perkembangan dan Sejarah Jenis Pembayaran di Indonesia

Jenis pembayaran melalui berbagai perkembangan yang panjang. Berikut ini ringkasan perjalanan jenis pembayaran di dunia: 

  • Praktik barter yaitu, pertukaran barang dan/ atau jasa untuk barang dan/atau jasa yang diinginkan sebelum ditemukan uang. Misalnya saja menukar sekarung beras untuk sekantong kacang. 
  • Commodity currency (uang komoditas) yaitu, mirip barter hanya saja barang harus yang sudah diterima secara umum sebagai media pertukaran maupun sebagai suatu standar nilai yang digunakan dalam pertukaran barang oleh masyarakat. Contohnya, selama ratusan tahun emas dapat langsung digunakan untuk membeli barang, namun emas juga memiliki fungsi lain misal sebagai pajangan maupun perhiasan.
  • Uang kartal yaitu uang logam dan uang kertas, uang kartal biasa kita sebut dengan uang tunai. Di Indonesia bentuk uang kartal sudah ditandai dengan diterbitkan uang VOC dalam bentuk koin dan kertas.  
  • Penerbitan ORI (Oeang Republik Indonesia) setelah proklamasi kemerdekaan pemerintah Indonesia. Penerbitan ini sebagai lambang identitas kemerdekaan serta kedaulatan Indonesia dan juga sebagai alat pemersatu bangsa.
  • Tahun 1946 mulailah lahir sistem pembayaran kredit yang dipelopori oleh institusi perbankan di Amerika Serikat.
  • Terciptanya m-banking dan e-banking di Indonesia yang diawali oleh Bank Central Asia pada tahun 2001.
  • Tahun 2009 pemerintah menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI No. 11/12/PBI/2009) tentang uang elektronik sebagai peralihan dari pembayaran tunai atau cash ke pembayaran non tunai atau cashless.
  • Tahun 2017 mulai marak penggunaan e-money dan e-wallet yang ditandai dengan pemberlakukan e-money untuk transaksi akses jalan tol di Indonesia pada Oktober 2017.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Pembayaran Tunai 

Jenis Pembayaran 2
sumber: Alamy

1. Lebih Pasti

Menggunakan uang tunai lebih pasti karena di Indonesia saat ini masih banyak sekali tempat yang tidak menerima pembayaran selain menggunakan tunai. 

Selain itu, seringnya gangguan jaringan membuat pembayaran nontunai sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, sebaiknya untuk berjaga-jaga tetap harus menyimpan uang tunai di dalam dompet, ya!

2. Mengurangi Tindakan Konsumtif

Penggunaan uang nontunai terutama kartu kredit, membuat manusia memiliki keinginan untuk berhutang. Apalagi dengan adanya promo-promo yang tersedia sehingga Pins hanya perlu gesek dengan kartu debit atau kredit untuk membayarnya.

Nah, kalau Pins membawa uang tunai saja, maka kemungkinan untuk berhutang jadu kecil. Sebab, kita hanya akan berbelanja sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan dari uang tunai yang tersedia.

3. Risiko Kriminalitas

Ini menjadi kekurangan uang tunai yang harus Pins pahami. Meskipun risiko kriminilitas juga rawan terjadi pada transaksi apapun, tetapi jika memiliki uang cash juga rawan tindak kejahatan seperti dicopet, dirampok, atau dipalak secara langsung. 

Selain itu, saat menyimpan uang tunai, biasanya akan lupa dan malah terselip sehingga bisa hilang.

4. Kurang praktis

Dengan membawa uang tunai, maka berarti Pins harus siap untuk mengisi dompet dengan uang dan bisa bertambah berat dan tebal. Saat melakukan pembayaran pun jika uangnya tidak pas, maka Pins harus menunggu lagi untuk menerima kembalian. 

Maka dari itu, uang tunai bisa dikatakan kurang praktis.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Pembayaran Nontunai

1. Lebih Cepat

Kecepatan jadi kelebihan pertama dari pembayaran nontunai. Selain tidak perlu menghitung uang yang akan dibayarkan, Pins juga tidak perlu menarik uang di ATM atau menunggu kembalian.

2. Lebih Transparan

Metode pembayaran nontunai, seperti kartu kredit, debit, dan e-money lebih transparan karena semua transaksi sudah terekam. 

Pins juga bisa mengetahui penggunaan uang yang sudah digunakan dengan melihat jumlah tagihan atau melihat cek mutasi. 

3. Risiko Berhutang Lebih Tinggi 

Sayangnya, saat menggunakan pembayaran nontunai, maka Pins harus bersiap dengan risiko utang yang akan lebih banyak. Sebab, dengan kemudahan dan kecepatan dari uang nontunai, maka Pins lebih kurang memiliki kontrol sehingga bisa dengan mudah membeli apa saja. 

4. Tak Semua Tempat Menerima Nontunai

Saat ini masih banyak warung atau toko yang belum bisa melakukan transaksi nontunai. Sehingga, meskipun nontunai lebih mudah, Pins tetap harus menyediakan sejumlah uang tunai di saku dan dompet, ya!

Itulah informasi mengenai berbagai jenis pembayaran yang harus diketahui. Semoga berguna ya, Pins!