Kamus Istilah Properti

Bukti Transaksi

istilah properti

Bukti Transaksi

Bukti transaksi adalah dokumen yang menjadi tanda bukti pendukung dan pengesahan sebuah transaksi untuk menandai adanya penerimaan sejumlah uang. 

Apa Itu Bukti Transaksi?

bukti transaksi

Istilah bukti transaksi disebut juga dengan invoice pembayaran dan voucher. Bukti transaksi digunakan sebagai bukti pendukung dan pengesahan atas sejumlah transaksi yang telah dilakukan.

Melansir dari Glosarium Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) RI, bukti transaksi (voucher) adalah dokumen sebagai tanda bukti yang mendukung serta mengesahkan atas transaksi yang dilakukan atau tanda bukti adanya kewajiban pada pihak lain yang masih harus dilaksanakan, misalnya cek, bilyet giro, dan dokumen pengiriman uang.

Dalam hal transaksi bisnis dan akuntansi perusahaan, dokumen ini akan berguna untuk menandakan terjadinya transaksi atas pembayaran dan penerimaan sejumlah uang yang dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal. 

Invoice pembayaran berguna sebagai rujukan dalam membuat laporan keuangan. Ketika bukti transaksi ini tidak ada atau bahkan tidak valid, maka perusahaan maupun pihak yang terlibat dapat mengalami sejumlah masalah. 

Begitupun jika Pins berperan sebagai konsumen, yang sebaiknya menyimpan bukti transaksi untuk digunakan sebagai alat yang sah jika sewaktu-waktu jika ada masalah saat hendak melakukan penukaran barang atau mengajukan klaim.  

Untuk itulah, di dalam bukti transaksi harus memuat jenis transaksi, nama jelas, tanggal terjadinya transaksi, hingga siapa saja pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut. 

Manfaat Bukti Transaksi

Manfaat yang paling utama dari bukti transaksi adalah sebagai alat pengesahan atas suatu transaksi. Sebab, ketika Pins melakukan transaksi maka akan ada bukti inilah yang dapat disimpan dan digunakan ketika dibutuhkan. 

Selain itu, bukti transaksi juga memiliki sejumlah manfaat lainnya, antara lain:

  • Mendokumentasikan suatu transaksi.
  • Memudahkan ketika melakukan pencatatan keuangan perusahaan.
  • Dapat mengetahui siapa saja pihak yang terlibat pada transaksi transaksi. 
  • Digunakan untuk rujukan ketika terjadi masalah pada transaksi tersebut di kemudian hari. 
  • Mempengaruhi kelancaran kegiatan bisnis sehingga masing-masing pihak terlibat mematuhi kesepakatan yang telah terjadi.

Fungsi Bukti Transaksi

Invoice pembayaran memiliki fungsi yang sangat penting bagi banyak pihak, baik itu konsumen, pemilik usaha, maupun produsen. Apabila dokumen ini sudah diterima, maka menandakan bahwa masing-masing pihak sudah sepakat dengan transaksi tersebut.

Adapun fungsi lain dari bukti transaksi adalah sebagai berikut: 

Mengetahui Nominal Pasti

Fungsi pertama memiliki bukti transaksi adalah untuk mengetahui berapa nominal pembayaran yang terjadi pada sebuah transaksi. Dalam dokumen ini, Pins akan menemukan informasi terkait jumlah uang dalam bentuk angka dan huruf. 

Jadi, dengan adanya invoice pembayaran ini maka nominal yang dibayarkan dan diterima sudah sesuai, tidak berlebih maupun kurang.

Sebagai Bukti Pertanggungjawaban

Saat melakukan transaksi, tentu bukan hal yang tidak mungkin jika terjadi masalah di kemudian hari sehingga salah satu pihak meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang lain yang bertanggung jawab. 

Nah, tanpa adanya bukti yang sah maka sulit meminta pertanggungjawaban atas transaksi yang bermasalah. Maka dari itulah, penting untuk perusahaan menerbitkan dokumen pembayaran yang memuat informasi terkait transaksi yang dilakukan. 

Meminimalisir Kesalahan

Berikutnya bukti transaksi juga bermanfaat dalam mengurangi risiko salah ketika melakukan pencatatan barang maupun keuangan. Pembeli maupun penjual dapat saling melakukan konfirmasi terhadap barang dan nominal uang diterima dalam jumlah yang sesuai.

Begitupun dalam hal pencatatan alur kas masuk dan keluar, bukti transaksi akan membantu menemukan dan menghitung jumlah yang sesuai. 

Jenis Bukti Transaksi

bukti transaksi

1. Internal

Jenis yang pertama yaitu hanya melibatkan divisi-divisi internal perusahaan. Transaksi internal terjadi untuk menentukan jika ada perubahan kondisi keuangan perusahaan atau bisnis tersebut. Ini berarti bukti transaksi internal adalah alat bukti atas terjadinya sebuah transaksi yang terjadi di lingkungan perusahaan.

Contoh transaksi internal adalah memo dari atasan pada bawahan. 

2. Transaksi Eksternal

Kemudian ada juga transaksi eksternal yaitu melibatkan pihak lain dari luar perusahaan. Jenis satu ini juga bisa memuat adanya perubahan kondisi keuangan perusahaan tersebut. Bukti transaksi eksternal diterbitkan oleh perusahaan saat terjadi sejumlah transaksi yang dilakukan dengan pihak luar. 

Biasanya Pins akan melakukan transaksi internal ketika melakukan transaksi pembelian dan penjualan dengan pihak lain serta saat proses pembayaran utang-piutang.

Contoh Bukti Transaksi

Berikut beberapa contoh bukti transaksi yang umum digunakan:

  • Rekening koran: rangkuman transaksi keuangan yang dilakukan selama periode waktu tertentu pada rekening bank perusahaan maupun pribadi.
  • Bilyet giro: instrumen pembayaran nontunai di Indonesia yang merupakan mekanisme pencairan uang yang berlaku pada rekening giro.
  • Faktur (invoice): bukti atas penjualan dengan nominal pembayaran yang dilakukan secara kredit.
  • Kuitansi: bukti penerimaan uang yang diterima oleh pemberi dana dan ditandatangi oleh penerima dana sebagai bukti transaksi yang sah.
  • Nota debit: bukti transaksi yang dibuat oleh pihak pembeli atas pengembalian barang yang telag dibeli.
  • Nota kredit: dokumen yang menjadi tanda telah terjadinya pengurangan piutang usaha, biasanya terjadi akibat pengembalian barang dagang dari pembeli maupun karena penurunan harga.
  • Nota kontan: dokumen pembayaran yang dikeluarkan oleh penjual kepada pihak pembeli atas penjualan barang yang dibayarkan secara tunai. 
  • Cek: surat atau dokumen perintah tanpa syarat dari nasabah bank sehingga pihak bank dapat melakukan sejumlah pembayaran dengan nominal uang yang tertulis dalam cek.
  • Bukti setoran bank: slip setoran yang disediakan bank sebagai alat bukti nasabah terhadap setoran uangnya dalam rekening yang dituju.
  • Bukti kas masuk dan keluar: dokumen penerimaan uang (kas masuk) dan pemberian uang (kas keluar) yang disertakan dokumen tertentu sebagai pendukung.
  • Bukti memorandum: bukti transaksi yang diterbitkan pimpinan perusahaan untuk sejumlah kejadian yang terjadi di dalam internal perusahaan. Bukti memorandum akan umumnya akan berlangsung pada akhir periode.  

Nah, itulah informasi mengenai bukti transaksi yang dapat Pinhome sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.