Kamus Istilah Properti

Desain Interior

istilah properti

Desain Interior

Desain interior adalah perencanaan tata letak dan rencana desain ruang di dalam sebuah bangunan.

Apa Itu Desain Interior?

(Unsplash)

Desain interior adalah salah satu cabang seni yang berkaitan tata letak dan rencana desain ruang di dalam bangunan. Seorang desainer interior merupakan sarjana lulusan desain interior.  

Menurut Simon Dodsworth, tujuan desain interior adalah untuk membuat manusia sebagai pemakai ruang dapat beraktivitas dengan efektif dan merasa lebih nyaman pada ruangan tersebut.

Ini berarti, dibandingkan cabang seni lainnya, desainer interior lebih mengedepankan keindahan ruangan atau bangunan untuk memberikan kenyamanan, saling menyatu, dan memiliki pemanfaatan yang optimal.

Dalam desain interior sendiri, terdapat tiga hal yang digunakan sebagai acuan penataan yaitu ruang, alat, dan manusia (user).

Hal-hal yang termasuk dalam lingkup kerja desainer interior mulai dari tata letak ruangan. pemilihan warna, furniture, pencahayaan yang akan digunakan, ceiling, hingga motif lantai.

Susunan dan tata letak ini yang nantinya akan mempengaruhi pandangan serta suasana yang akan terbentuk dalam suatu ruangan. 

Prinsip Desain Interior 

(Unsplash)

Ada banyak hal yang mempengaruhi keindahan suatu ruangan. Keindahan ini bisa dilihat dari prinsip interior design itu sendiri.

Prinsip ini akan menentukan penataan sebuah dalam bangunan, termasuk pemilihan material hingga furnitur yang ingin dihadirkan. Yuk, simak prinsip desain interior berikut ini.

Focal Point

Prinsip interior design yang pertama menekankan pada titik pusat alias focal point suatu ruang. Di dalam suatu ruangan, harus ada sesuatu yang menjadikanya menarik dari semua elemen lain dari ruang tersebut.

Titik fokus harus memiliki tekstur, warna, ukuran, dan bentuk yang mengesankan.

Seimbang (Balance)

Prinsip satu ini ditandai dari bagaimana barang-barang ditempatkan di dalam ruangan secara simetris.

Misalnya, peletakan pajangan atau foto yang tergantung di sisi dinding. Atau bagaimana ketika meletakan sebuah kursi dan meja di tengah-tengah ruangan. 

Kontras 

Sebuah objek bisa berwarna cerah dan objek di sebelahnya bisa berwarna terang. Inilah hal yang diterapkan dalam desain interior. Lebih tepatnya, kontras akan mengatur bagaimana suatu elemen atau bagian dalam ruangan menjadi bagian yang paling menonjol dan terdepan dalam memberi kesan pertama. 

Seperti meletakan tanaman hias gantung di antara dinding yang beradu abu-abu tua. Warna hijau yang terpancar akan menjadi perhatian ketika memasuki ruangan. 

Keserasian 

Keserasian akan menciptakan harmoni yang menjadikan ruangan yang terasa nyaman. Artinya, penataan ruang yang terdiri dari berbagai unsur haruslah menjadi satu kesatuan yang utuh dan harmonis. 

Dalam hal ini, semua elemen saling mendukung dan membentuk satu kesatuan yang utuh, tidak berlebihan atau kekurangan. 

Ketegasan

Prinsip desain interior ini dapat digunakan untuk menghadirkan keberanian sebagai poin menarik pada sebuah ruangan. 

Misalnya ketika menggunakan motif pada sofa diantara furnitur atau warna cat yang dipenuhi oleh warna-warna pastel. Selain memberi kesan tegas, ini juga dapat menghindarkan ruangan terkesan jenuh.

Keteraturan 

Keteraturan adalah prinsip desain interior yang memungkinkan sebuah ruangan memiliki banyak fungsi dan peruntukkan. Ruang keluarga dapat sekaligus menjadi ruang bekerja, bersantai, dan tempat istirahat. 

Dengan menerapkan prinsip-prinsip desain interior ini, maka setiap ruangan dalam hunian Pins tak hanya indah dan enak dilihat, namun juga nyaman dan tepat guna.  

Perbedaan Desainer Interior dengan Arsitek dan Interior Decorator

(Unsplash)

Tak sedikit orang yang beranggapan kalau desainer interior sama dengan dekorator interior. Bahkan, mungkin banyak juga yang menganggap kalau desainer interior dan arsitek merupakan profesi yang sama.

Meski sama-sama mendesain dan menciptakan bangunan yang indah dan fungsional, tetapi ketiga profesi ini memiliki perbedaan dari segi tugasnya. 

Jika desainer interior fokus memperindah tampilan dalam ruang yang hendak dibangun, secara teknis, arsitek bertugas merancang interior hingga eksterior bangunan secara keseluruhan.

Arsitek harus mampu menggabungkan fungsi ruangan atau bangunan, keamanan, dan kebutuhan dalam perancangannya.

Sementera interior decorator fokus untuk mendekorasi elemen arsitektur yang memang sudah ada.  Interior decorator adalah para spesialis estetika, dan biasanya bergelar diploma. 

Pins dapat menggunakan jasa interior decorator ketika ingin memilih warna cat dinding, material furnitur, hingga aksesoris apa saja yang cocok untuk dekorasi rumah sesuai gaya yang dipilih. 

Jenis-jenis dan Gaya Desain Interior

(Architectural Digest)

Semakin berkembangnya zaman, ada banyak pilihan jenis dan gaya desain interior yang bisa Pins pilih untuk diterapkan di dalam rumahmu. 

Berikut ini beberapa diantaranya:

Desain Interior Kontemporer

Gaya kontemporer pada dasarnya merupakan paduan konsep masa kini dan masa depan. Sifatnya pun lebih dinamis dan tidak terikat oleh suatu era. 

Desain kontemporer cenderung berani menampilkan kombinasi gaya, seperti modern kontemporer, klasik kontemporer, rustic kontemporer, dan lainnya.

Desain Interior Minimalis

Desain bergaya minimalis selalu diminati di manapun. Konsepnya yang menggabungkan kesederhanaan, estetika, tetapi multifungsi, membuatnya tak pernah kehilangan penggemar.

Ciri khas desain minimalis memiliki tata ruang yang sederhana, dinding interior minimal, area penyimpanan sederhana, dan penekanan pada keleluasaan pandangan. 

Desain Interior Scandinavian

Scandinavian adalah gaya desain yang terinspirasi dari alam dan iklim di bagian Eropa Utara atau yang dikenal dengan sebutan Nordik. Konsep omo mewakili kehangatan dan keceriaan.

Warna terang yang memiliki sifat netral, akan Pins jumpai saat memasuki hunian berkonsep Scandinavian. Biasanya, pada bagian interior Scandinavian akan didominasi oleh warna putih, krem, dan warna pucat. 

Bohemian Style 

Gaya Bohemian atau boho-chic merupakan wujud dari kebebasan, tampilan modern dan koleksi yang warna-warni. Gaya bohemian sebenarnya tidak memiliki aturan yang baku, seringkali juga mencampurkan beberapa gaya seperti vintage, klasik, atau rustic. 

Tirai dan gorden, serta jendela warna-warni biasanya menyambutmu saat memasuki rumah bergaya bohemian.

Gaya Interior Industrial

Pernah melihat ruangan dengan konsep setengah jadi atau masih mentah? Itulah ciri khas ruangan bergaya industrial. Konsep unfinished ini terinspirasi dari komponen industri. 

Ciri khas utama dari material rumah industrial adalah pemilihan bahan yang memiliki karakter kokoh, tahan pakai, dan punya daya daur ulang yang fungsional. Contohnya material logam, aluminium, kayu, dan batu.

Vintage

Gaya desain vintage memberikan suasana dan atmosfer ruang yang klasik dengan tambahan elemen dekorasi yang cenderung antik. 

Hal-hal ini bisa ditunjukan dengan kehadiran barang-barang lama, perabotan antik pada berbagai era di masa lalu, hingga koleksi langka lainnya. 

Sebenarnya masih banyak jenis desain interior yang bisa ditemukan di seluruh dunia. Seperti gaya retro, Maroko, rustic hingga Classic. 

Kalau Pins masih ingin tahu tentang gaya desain interior lainnya, yuk, temukan lebih lengkap di Pinhome Blog!


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Linda

Editor: Iko