Pinhome

Tips Properti

Pelajari Pajak dan Biaya Selain NJOP Saat Jual Beli Rumah

Ditulis oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Mau transaksi jual beli rumah, nih Pins? Yuk, kita pelajari apa saja pajak dan biaya selain NJOP yang akan kita keluarkan. Mengetahui apa saja biaya yang dikeluarkan sangat penting supaya kita dapat membuat perencanaan budget dengan matang. Nilai jual objek pajak umumnya ditentukan dari perbandingan harga rumah atau bangunan sejenis, jadi semakin mahal harga pasaran rumah atau bangunan di suatu kawasan maka semakin tinggi juga NJOP-nya.

Faktor yang menentukan besaran NJOP bumi adalah letak, pemanfaatan, peruntukan dan kondisi lingkungan. Sedangkan, faktor yang menentukan NJOP bangunan adalah bahan yang digunakan dalam pembangunan, rekayasa, letak dan juga kondisi lingkungan. Nilai jual objek pajak ini yang menjadi dasar perhitungan PBB yang harus Pins lunasi.

PBB juga merupakan salah satu pajak yang harus ditanggung saat Pins melakukan transaksi penjualan rumah loh. Lalu, apa saja biaya dan pajak apa saja yang harus dikeluarkan saat menjual rumah?

Ternyata ada beberapa pajak dan biaya yang harus Pins tanggung yaitu:

Pajak Penghasilan

Pajak Penghasilan (PPh) menjadi tanggung jawab penjual sebagai penerima uang hasil transaksi. Menurut Peraturan Pemerintah nomor 34 tahun 2016 tentang Tarif Baru PPh Final atas Pengalihan Hak Atas Tanah/Bangunan, besar PPh yang dibayarkan oleh penjual rumah adalah 2,5% dari harga jual.

Artinya, jika rumah memiliki harga jual senilai Rp. 100.000.000, PPh yang harus dibayarkan adalah 2,5% dari angka tersebut atau sekitar Rp 2.500.000. Pembayaran PPh harus dilakukan sebelum Akta Jual Beli diterbitkan.

Biaya Notaris

Ketika melakukan transaksi penjualan rumah, Pins memerlukan jasa notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berdomisili di wilayah rumah yang dijual. Pada umumnya, notaris atau ppat sudah memiliki biaya baku yang ditetapkan pemerintah. Pins bisa melakukan negosiasi untuk pembagian tanggung jawab dengan pembeli jika mereka bersedia.

3. Pajak Bumi Bangunan

Sebagai penjual rumah, Pins memiliki kewajiban untuk melunasi PBB sebelum rumah dialihkan ke pembeli.

4. Biaya Cek Sertifikat

Biaya cek sertifikat kisarannya mencapai Rp100.000. Cek sertifikat dilakukan untuk mengetahui legalitas sertifikat rumah yang akan Pins beli. Hal ini harus Pins lakukan agar menghindari membeli tanah atau bangunan yang bermasalah.

5. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

BPHTB adalah pajak penjualan rumah yang ditanggung oleh Pins. Biaya ini hampir mirip dengan PPh bagi penjual.

6. Biaya Pembuatan Akta Jual Beli

Biaya Akta Jual Beli adalah 1% dari nilai transaksi jual beli rumah. Biaya pembuatan AJB ini ditanggung oleh Pins kecuali ada kesepakatan dengan pihak penjual.

7. Biaya Balik Nama Sertifikat

Biaya Balik Nama sertifikat biasanya mencapai 2% dari nilai transaksi atau sesuai dengan peraturan pemerintah daerah yang berlaku. Pins biasanya harus melakukan proses balik nama tersebut sendiri, kecuali jika rumah dibeli langsung dari developer.

8. PPN

Jika Pins melakukan pembelian rumah yang dijual oleh developer atau badan yang merupakan Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka sebagai pembeli Pins berkewajiban membayar PPN dengan tarif 10% dari harga tanah. Tapi, jika penjual rumah bukan PKP, contohnya saat Pins membeli rumah second, maka pembeli harus menyetorkan sendiri PPN nya ke kas negara.

Baca juga Ingin Jual Beli Rumah? Pelajari Apa Itu NJOP

Itu dia biaya dan pajak selain NJOP yang Pins harus bayarkan ketika melakukan transaksi jual beli rumah, semoga bermanfaat ya!

Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel