Pinhome

  • Blog
  • Tips Properti
  • Merantau sambil membeli rumah dan dijual kembali saat pulang kampung

Tips Properti

Merantau sambil membeli rumah dan dijual kembali saat pulang kampung

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Halo sahabat rumahbangun, kali ini kita berikan tips untuk mendapat keuntungan ganda saat berada di perantauan entah itu bekerja, berusaha, belajar atau kegiatan lainya, nah.. saat berada di perantauan tentunya kita membutuhkan tempat tinggal sehingga bisa memilih untuk menyewa rumah kos, kontrakan, menginap di rumah saudara, atau bahkan membeli rumah baru. Saran saya sebaiknya merantau sambil membeli rumah dan dijual kembali saat pulang kampung, jadi selain mendapat keuntungan dari merantau maka kita juga mendapat laba lain dari properti tersebut, wah.. butuh dana banyak untuk bisa seperti itu!!! oh.. tidak, kita bisa membeli rumah di perumahan dengan sistem KPR (kredit pemilikan rumah), tidak perlu ambil bangunan yang besar-besar dengan harga selangit, sesuaikan saja dengan kemampuan kita yang angsuran perbulanya kurang lebih sama dengan biaya sewa kamar kos, berikut ilustrasi keuntunganya 🙂

Perbandingan membeli rumah KPR dengan menyewa rumah kos saat merantau

Misalnya kita merantau selama 8 tahun di Jakarta untuk bekerja disebuah perusahaan ternama, apa jadinya jika selama delapan tahun tersebut kita hanya menyewa rumah kos atau sambil membeli rumah dengan sistem KPR?

Alternatif Situasi 1 = Merantau menyewa rumah kos / kontrakan

Biaya sewa satu kamar kontrakan di Jakarta kelas standar itu rata-rata 700rb per bulan dan setiap tahun naik 50 ribu, jadi total biaya yang kita keluarkan selama 8 tahun yaitu

  • Tahun ke 1 = 700rb x 12 bln = 8,4jt
  • Tahun ke 2 = 750rb x 12 bln = 9 jt
  • Tahun ke 3 = 800rb x 12 bln = 9,6 jt
  • Tahun ke 4 = 850rb x 12 bln = 10,2 jt
  • Tahun ke 5 = 900 rb x 12 bln = 10,8 jt
  • Tahun ke 6 = 950 rb x 12 bln = 11,4 jt
  • Tahun ke 7 = 1jt x 12 bln = 12 jt
  • Tahun ke 8 = 1,05jt x 12 bln  = 12,6 jt

Jadi selama 8 tahun kita akan menghabiskan uang untuk menyewa rumah sebesar Rp.84.000.000,- (Delapan puluh empat juta rupiah), dan pulang ke kampung halaman hanya membawa tabungan hasil kerja.

Alternatif situasi 2 = Merantau sambil membeli rumah KPR

membeli rumah di perantauan

Misalnya kita ambil rumah tipe 36 seharga 90 juta, kita beli dengan kredit KPR, uang muka 20juta, diangsur bulanan 1,3jt selama 8 tahun dengan total pembayaran ditambah bunga bank sebesar 144,8 juta rupiah, keuntunganya?

  • Biaya sewa rumah kos bulanan kita alihkan untuk bayar angsuran kredit rumah, tahun pertama kita perlu menambahkan 600rb, namun tahun ke delapan kita hanya perlu menambah 250rb dari selisih biaya sewa rumah kos.
  • Tentu akan lebih enak menempati rumah sendiri dibanding sewa, kita punya kebebasan lebih karena rumah itu milik kita sendiri.
  • Setelah 8 tahun kita punya rumah tipe 36 milik sendiri yang bisa dijual untuk dijadikan modal usaha dikampung halaman, lebih hebatnya lagi harga rumah saat itu sudah naik kurang lebih 3 kali lipat, jadi kita bisa bawa uang sekarung senilai 300juta rupiah 🙂 wauw…

Demikian ilustrasi tips merantau sambil membeli rumah KPR, jika baik silahkan dipraktekan, jika jelek anggap saja sebagai cerita dongeng sebelum tidur 🙂

Tags :

Bagikan Artikel