Pinhome

  • Blog
  • Properti
  • Beli Rumah KPR, Solusi Berhemat di Perantauan

Properti

Beli Rumah KPR, Solusi Berhemat di Perantauan

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 7 September 2021 ∙ 3 menit membaca

Pinhome – Berada di perantauan tentunya kita membutuhkan tempat tinggal sehingga bisa memilih untuk menyewa rumah kos, kontrakan, menginap di rumah saudara, atau bahkan membeli rumah baru. Saran yang paling tepat, Sebaiknya Pins merantau sambil membeli rumah dan dijual kembali saat pulang kampung.

Jadi selain mendapat keuntungan dari merantau maka kita juga mendapat laba lain dari properti tersebut, wah butuh dana banyak untuk bisa seperti itu? Tentu saja tidak, Pins bisa membeli rumah di perumahan dengan sistem KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Tidak perlu ambil bangunan yang besar-besar dengan harga selangit, sesuaikan saja dengan kemampuan Pins yang angsuran perbulan kurang lebih sama dengan biaya sewa kamar kos, berikut ilustrasi keuntungan.

Baca Juga: Proses Pembelian Rumah dengan Cara KPR

Perbandingan Membeli Rumah KPR dengan Menyewa Rumah Kos Saat Merantau

Ilustrasi membeli rumah KPR
(Pixabay)

Misalnya kita merantau selama 8 tahun di Jakarta untuk bekerja disebuah perusahaan ternama, apa jadinya jika selama delapan tahun tersebut kita hanya menyewa rumah kos atau sambil membeli rumah dengan sistem KPR?

Alternatif Situasi 1: Merantau Menyewa Rumah Kos/ Kontrakan

Biaya sewa satu kamar kontrakan di Jakarta kelas standar itu rata-rata Rp 700 rb per bulan dan setiap tahun naik Rp50 ribu, jadi total biaya yang kita keluarkan selama 8 tahun yaitu

  • Tahun ke 1 = 700rb x 12 bln = 8,4jt
  • Tahun ke 2 = 750rb x 12 bln = 9 jt
  • Tahun ke 3 = 800rb x 12 bln = 9,6 jt
  • Tahun ke 4 = 850rb x 12 bln = 10,2 jt
  • Tahun ke 5 = 900rb x 12 bln = 10,8 jt
  • Tahun ke 6 = 950rb x 12 bln = 11,4 jt
  • Tahun ke 7 = 1jt x 12 bln = 12 jt
  • Tahun ke 8 = 1,05jt x 12 bln  = 12,6 jt

Jadi selama 8 tahun kita akan menghabiskan uang untuk menyewa rumah sebesar Rp.84.000.000,- (Delapan puluh empat juta rupiah), dan pulang ke kampung halaman hanya membawa tabungan hasil kerja.

Alternatif Situasi 2: Merantau Sambil Membeli Rumah KPR

Misalnya kita ambil rumah tipe 36 seharga Rp 90 juta, kita beli dengan kredit KPR, uang muka Rp 20 juta, diangsur bulanan Rp 1,3 jt selama 8 tahun dengan total pembayaran ditambah bunga bank sebesar 144,8 juta rupiah, keuntunganya?

  • Biaya sewa rumah kos bulanan kita alihkan untuk bayar angsuran kredit rumah, tahun pertama kita perlu menambahkan 600rb, namun tahun ke delapan kita hanya perlu menambah 250rb dari selisih biaya sewa rumah kos.
  • Tentu akan lebih enak menempati rumah sendiri dibanding sewa, kita punya kebebasan lebih karena rumah itu milik kita sendiri.
  • Setelah 8 tahun kita punya rumah tipe 36 milik sendiri yang bisa dijual untuk dijadikan modal usaha di kampung halaman, lebih hebatnya lagi harga rumah saat itu sudah naik kurang lebih 3 kali lipat, jadi kita bisa bawa uang sekarung senilai Rp300 juta rupiah.

Demikian ilustrasi tips merantau sambil membeli rumah KPR. Silahkan dipraktekan jika Pins rasa solusi ini tepat dan memungkinkan.

Baca Juga: Cara Mengajukan KPR

————————————————-

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel