BlogPembeli Properti PemulaPanduan Beli PropertiCara Menghitung Kebutuhan Material Bangunan
0
0

Cara Menghitung Kebutuhan Material Bangunan

Dipublikasikan oleh Nabila Azmi dan Diperbarui oleh Voni Wijayanti

Mar 31, 2023

3 menit membaca

Copied to clipboard
cara menghitung kebutuhan material bangunantop-right-banner

Salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan sebelum membangun rumah adalah menerapkan cara menghitung kebutuhan material bangunan yang benar. Jika perhitungan bahan bangunan tidak tepat, tentu bisa memicu masalah, seperti kekurangan dana dan menghambat proses membangun rumah.

Oleh sebab itu, kamu perlu mempertimbangkan matang-matang soal rencana anggaran biaya bangun rumah (RAB) yang hendak digunakan. Dengan begitu, Pins bisa mencegah kondisi seperti kekurangan bahan bangunan hingga tidak bisa menutupi kebutuhan lainnya. Ini caranya!

Baca juga:

Survei Seputar Tipe dan Jenis Rumah

Sebelum memulai perhitungan kebutuhan bahan bangunan, Pins sebaiknya melakukan survei terkait tipe dan jenis rumah yang akan dibangun. Setelah itu, kamu bisa menyesuaikan dana atau budget berdasarkan tipe dan jenis rumah tersebut.

Ada beberapa macam tipe dan jenis rumah. Sebagai contoh, ada rumah tipe 36 dengan desain minimalis dan sederhana yang terdiri dari satu lantai. Ada pula tipe 36 yang memiliki dua lantai. Hal ini juga berlaku pada rumah tipe 72, 92, maupun tipe rumah mewah lainnya.

Langkah ini bisa kamu lakukan dengan mudah melalui informasi yang tersebar di internet maupun bertanya langsung kepada kontraktor bangunan, kok.

Baca juga:

Mencatat Kebutuhan Bahan Bangunan

Setelah mengetahui tipe dan jenis rumah, Pins bisa mulai mencatat semua kebutuhan bahan bangunan rumah yang dibutuhkan, mulai dari material hingga biaya jasa tukang bangunan.

Misalnya, material rumah tipe 36 akan memerlukan pondasi dengan metode cakar ayam, tiang besin beton berukuran 6/8/10/13 mm, dan dinding rumah yang terbuat dari batako. Beberapa orang juga membutuhkan keramik lantai granit berukuran 60×60 dan kayu kamper.

Jika bingung harus mulai dari mana, Pins bisa mencatat dan menghitung kebutuhan bahan bangunan dengan melengkapi data-data di bawah ini.

  • Jenis pekerjaan yang dilakukan
  • Rincian item pekerjaan yang akan dilakukan
  • Volume item pekerjaan yang dilakukan.
  • Data analisa harga satuan pekerjaan yang sesuai Standar Nasional Indonesia atau analisa BOW
  • Volume dikalikan analisa harga satuan untuk mendapatkan jumlah material yang diperlukan.
  • Safety factor / Wise / material yang terbuang atau angka keamanan ditambahkan ke dalam hasil akhir perhitungan guna mencegah kekurangan.

Cara Menghitung Kebutuhan Material Bangunan

Umumnya, cara menghitung kebutuhan material bangunan agar berjalan dengan baik menggunakan rumus berikut ini:

KMB = Vp x Kms

Keterangan:

  • KMB = Kebutuhan Material Bangunan
  • Vp = Volume pekerjaan
  • KMS = Kebutuhan Material Persatuan

Contoh Perhitungan Kebutuhan Bahan Bangunan

Setelah mengetahui rumus untuk menghitung bahan bangunan, Pins bisa mencoba mulai merinci kebutuhan material bangunan. Berikut ini contoh yang bisa Pins coba di rumah.

Sebagai contoh, Pins hendak memasang dinding batu bata dengan ukuran lebar 6m dengan ketinggian 3m. Maka, total jumlah batu bata ukuran 5cm x 10 cm x 20 cm akan terlihat dengan rumus berikut:

Volume pasangan dinding batu bata – 6m x 3m = 18m2

Dari data analisa harga satuan di atas, artinya Pins membutuhkan batu bata per meter persegi sebanyak 70 buah. Setelah itu, Pins bisa mengalikan volume pasang dinding batu bata dengan kebutuhan batu bata, yaitu 18m2 x 70 buah = 1260 buah batu bata.

Jadi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut Pins membutuhkan batu bata ukuran 5 cm x 10 cm x 20 cm sebanyak 1.260 bh. Pins juga bisa menghitung kebutuhan pasir dan semen pada pekerjaan dinding bata tersebut dengan langkah-langkah di atas, ya.

Baca juga:

Membandingkan Harga Bahan Bangunan di Toko Bangunan

Usai menerapkan cara menghitung kebutuhan material, Pins bisa melakukan survei terlebih dulu mengenai harga satuan masing-masing bahan bangunan tersebut. Hal ini bisa melalui media internet atau bertanya langsung ke toko bahan bangunan atau berkonsultasi dengan tukang bangunan.

Normalnya, tukang bangunan sudah punya toko langganan tersendiri dan akan merekomedasikannya kepada Pins. Keuntungan dari cara ini biasanya menawarkan harga khusus karena pemilik toko mengenal tukang tersebut.

Nah, itu tadi sederet hal yang perlu diperhatikan ketika menerapkan cara menghitung kebutuhan material bangunan saat membuat rumah. Ingat, langkah ini sangat penting, terutama ketika Pins ingin membangun rumah murah dan berkualitas tinggi. Semoga bermanfaat, ya!

Baca juga:


Temukan pilihan rumah dan apartemen seperti perumahan BPC Unit Brand New di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner
          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download