Kamus Istilah Properti

Tegel

istilah properti

Tegel

Tegel adalah bahan pelapis ubin dan dinding yang terbuat dari campuran pasir serta semen dengan motif lawas yang khas. 

Apa Itu Tegel?

Tegel
(Tegel Priyayi)

Lantai ubin tegel banyak ditemukan pada rumah tempo dulu di Indonesia. Motif tegel yang khas, selalu diminati terutama pada rumah-rumah bergaya vintage. Kata tegel merupakan serapan dari Bahasa Belanda yang berarti ubin.  

Tegel adalah bahan alternatif pelapis ubin dan dinding yang terbuat dari semen, pasir, dengan campuran mill dan pigmen warna dengan motif lawas yang khas. Pins bisa menjumpai lantai ini dalam ukuran 20 x 20 cm dan 30 x 30 cm.

Menariknya, ada banyak motif dari jenis lantai ini yang diadaptasi oleh berbagai kebudayaan di dunia, termasuk Indonesia. Motif-motif tersebut menampilkan keindahan budaya di negara yang mengadaptasinya. 

Misalnya, motif jenis lantai ini berasal Spanyol atau disebut Azulejo dengan pola dasar geometris dengan tone warna netral. Tegel lantai Spanyol mirip dengan ala Portugis dengan bentuk berupa empat keping ubin yang jika disusun menghasilkan sebuah bentuk baru.

Sementara di Indonesia, motif yang tercipta dari jenis lantai ini terinspirasi dari batik tulis yang memiliki karakteristik shading warna yang lebih lembut dan gelap. Pembuatan yaitu menggunakan bahan semen serta pasir dengan teknik cement floor tile ajaran Belanda. 

Kalau Pins pernah berkunjung ke Keraton Yogyakarta, Pins akan menemukan lantai seperti ini di berbagai sudut bangunannya. Ubin ini memang hanya diaplikasikan di lingkungan kerajaan atau keluarga bangsawan di masa lalu. Pabrik pembuatnya pun terdapat di Yogyakarta yang lokasinya tak jauh dari Keraton Yogyakarta yaitu Tegel & Beton Kunci.

Saat ini Pins bisa menemukan berbagai motif dengan warna dan pola yang beragam. Tak hanya itu, materialnya pun kini tak lagi semen saja tetapi bisa juga berbahan dasar marmer, granit, keramik, granit, granittle, dan tegel teraso.

Sejarah Motif Tegel

Tegel
(Tegel Priyayi)

Dilihat dari tampilannya, tentu Pins sudah bisa menebak kalau motif tegel adalah salah satu motif kuno. Diperkirakan sudah ada di abad ke-13 hingga abad ke 15 dan berasal dari negara Spanyol dan Portugal. 

Bangsa Spanyol di masa ini diketahui menduduki benua Amerika, tepatnya di negara yang saat ini menjadi negara Meksiko. Kemudian, pendatang dari Spanyol tersebut mengajarkan penduduk lokal Meksiko cara membuat motif kegel. Ternyata, motif buatan Meksiko lebih terkenal di dunia ketimbang motif-motif asal Spanyol. 

Ciri khas motifnya menggambarkan objek pada tiap keping ubin yang dipengaruhi oleh kepercayaan warga setempat. Kemudian, dilapisi dengan zat pengkilap dan memiliki durabilitas yang lebih tinggi. 

Namun, berbagai sumber yang menyatakan jika peradaban dari wilayah Arab telah membuat motif ini terlebih dahulu untuk mengimitasi motif mozaik yang dibuat oleh peradaban Romawi. Barulah kemudian seniman Eropa mengadopsi motif ini dengan meleburkan kreativitas dan kearifan lokal agar terciptalah motif yang lebih unik sesuai dengan wilayah yang membuatnya. 

Di Indonesia sendiri perkembangan ubin ini dimulai tahun 1920an dari sebuah pabrik bernama Tegel & Beton Kunci, yang konon dimiliki oleh Louis Maria Stocker dan Jules Gerrit Commane berkebangsaan Belanda. Beberapa tahun kemudian, pabrik ini dibeli oleh WNI keturunan Tionghoa.    

Karakteristik dan Ciri Tegel

Tegel
(Tegel Priyayi)

Ciri khas utama tegel memang terletak pada motifnya yang klasik dan unik. Tetapi selain itu, ada beberapa karakteristik yang harus diketahui. Berikut ini beberapa diantaranya: 

Memberikan Kesan Vintage

Jika Pins menginginkan hunian yang memberikan kesan jadul, vintage, dan klasik, maka ubin tegel bisa dijadikan pilihan. Motif-motif yang dihasilkan pada ubin dan pelapis dinding ini memang memiliki karakteristik menghadirkan suasana jaman dahulu.

Seperti yang disebutkan sebelumnya jika motif tegel diadaptasi dari berbagai kebudayaan di dunia. Hal ini menjadikan jenis ubin ini menghadirkan motif yang menggambarkan keragaman budaya yang ada di dunia. Begitupun dengan tegel Indonesia yang tampilannya sangat identik di budaya Indonesia yang menarik dan tak pernah lekang oleh waktu. 

Motif yang Khas 

Melihat secara sekilas, tak sedikit orang yang sudah mengetahui asal ubin tegel dengan hanya melihat pada corak motifnya. Misalnya motif geometris dengan warna dasar netral atau motif penggabungan susunan 4 ubin secara bertingkat dengan warna dominan biru dan putih. 

Motif dari jenis lantai ini didominasi oleh warna biru dan putih karena dipengaruhi oleh gaya Azulejo dari Spanyol. 

Dibuat Secara Handmade 

Nilai estetika yang unik dari motif tegel ternyata dibuat menggunakan tangan tanpa bantuan mesin, mulai dari pembentukan, embossing, hingga pewarnaannya. 

Jika dibandingkan ubin dengan material lain, motif-motif pada tegel memang tidak selalu sempurna dan presisi. Sama seperti motif batik tulis yang coraknya tidak selalu simetris. Dari sisi pewarnaan pun tegel cenderung memiliki campuran warna yang kontras dan memiliki perbedaan mencolok. Namun, cara tradisional ini ternyata menghasilkan motif tradisional dan eksklusif.

Tekstur yang Halus dan Dingin

Karakteristik terakhir dari ubin dan dinding tegel adalah teksturnya yang halus tetapi tidak licin. Alhasil, jenis lantai ini pun banyak dijadikan sebagai pelapis dinding eksterior karena warna dan polanya tidak mudah memudar.

Selain itu, jenis lantai ini juga lebih dingin dan sejuk daripada material lainnya. Tampilan klasik dan artistik akan menghasilkan suasana yang adem dan tentram. Maka dari itulah, tegel sangat cocok dipakai untuk Pins yang tinggal di daerah iklim tropis karena dapat memberikan suasana sejuk di rumah.

Kelebihan Ubin Tegel

Tegel
(Tegel Priyayi)

Tertarik memasang tegel pada lantai atau dinding rumah, Pins? Sebaiknya simak terlebih dahulu beberapa kelebihannya berikut ini.   

Lebih Awet dan Tahan Lama

Kalau Pins bandingkan dengan jenis lainnya, lantai tegel memiliki daya tahan yang sangat baik, karena tidak menyerap air. Hal inilah yang membuat lantai jenis ini bisa digunakan dalam jangka yang panjang. 

Kemudian, permukaannya yang tidak licin juga bisa dipakai di berbagai ruangan, mulai dari kamar mandi, teras, ruang tamu, dapur, hingga kamar.  

Perawatan yang Mudah 

Dari sisi perawatannya, lantai ubin jenis ini sangatlah mudah. Cara merawatnya Pins hanya perlu menjaga ubin tetap mengkilap dengan rutin membersihkannya dengan cairan pembersih lantai. 

Lantai jenis ini pun lebih cepat kering meskipun tanpa kipas angin. Jangan lupa untuk menyapunya terlebih dahulu untuk mengangkat kotoran yang menempel di permukaan. 

Pilihan Motif yang Beragam 

Lalu dari sisi motifnya, Pins akan menemukan beragam jenis yang bisa dipilih dengan berbagai pilihan warna. Kualitasnya pun terbilang baik dan memiliki nilai estetika yang tinggi.   Jadi, Pins bisa menyesuaikan dengan warna rumahmu secara keseluruhan walaupun kesan yang ditampilkan vintage dan jadul.

Ramah Lingkungan

Keunggulan selanjutnya dari tegel adalah lebih ramah lingkungan. Alasannya karena pembuatannya dengan cara tradisional dan minim penggunaan mesin penyebab polusi.

Kemudian, jika dipakai sebagai permulaan lantai pun jenis ini tidak menyerap air sehingga tidak akan menjadi tempat bakteri dan jamur. 

Harganya Cukup Terjangkau 

Alasan lain mengapa ubin ini banyak dipakai yaitu karena harganya yang terjangkau. Melansir dari Kompas, harga tegel lantai bervariasi tergantung motif, warna, dan ukurannya. Sebagai gambaran, berikut ini harganya:

  • Harga tanpa motif alias polos berukuran 20 x 20 sentimeter dengan kepekatan warna rendah (STD): Rp170.000 per meter persegi
  • Harga polos dengan kepekatan warna KH-1 berukuran 20 x 20 sentimeter: Rp185.000 per meter persegi
  • Harga polos dengan kepekatan warna KH-2 berukuran 20 x 20 sentimeter: Rp200.000
  • Harga polos dengan kepekatan warna KH-3 berukuran 20 x 20 sentimeter:Rp 215.000 per meter persegi
  • Harga motif berukuran 20 x 20 sentimeter dengan kepekatan warna rendah (STD): Rp245.000
  • Harga motif dengan kepekatan KH-1 berukuran 20 x 20 sentimeter: Rp 280.000
  • Harga motif dengan kepekatan KH-2 berukuran 20 x 20 sentimeter: Rp 320.000
  • Harga motif dengan kepekatan KH-3 berukuran 20 x 20 sentimeter: Rp 365.000

Kekurangan Ubin Tegel

tegel
(Tegel Priyayi)

Di sisi kelebihannya, lantai jenis ini memiliki sejumlah kekurangan yang juga harus diperhatikan, antara lain: 

  • Proses pembuatannya cukup panjang dan memakan waktu yang lama untuk menghasilkan material yang kuat. Pins harus menunggu 3-6 bulan.  
  • Saat dibersihkan oleh pembersih toilet, akan meninggalkan belang putih yang kuat.
  • Tidak cocok untuk kamar mandi basah karena cepat pudar jika terus menerus terkena sabun.
  • Tidak tahan terkena air hujan dan panas terik sehingga cenderung lebih cepat buram. 
  • Penyerapan terhadap minyak kurang baik.  

Nah itulah beberapa informasi yang bisa disampaikan mengenai salah satu jenis ubin ini. Pins bisa memilih motif dan warnanya sesuai selera. Jangan lupa untuk menggunakan nut warna senada ketika memasangnya agar tampilannya lebih cantik dan menarik.  


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.