Kamus Istilah Properti

Semen Portland

istilah properti

Semen Portland

Semen portland adalah jenis semen yang sangat umum digunakan. Biasanya, semen ini menjadi komposisi plester, mortar, beton dan lain-lain.

Pengertian semen portland

semen portland
(We Civil Engineers)

Semen portland adalah semen yang paling banyak digunakan di dunia. Semen ini biasanya dijual dalam bentuk bubuk. Namun setelah dicampurkan dengan air, ia bisa berubah menjadi adonan yang lengket. Reaksi bubuk semen yang ketika tercampur air tersebut menyebabkan semen ini disebut sebagai perekat hidraulis.

Resep semen ini dikembangkan dan dipatenkan oleh Joseph Aspdin, asal Leeds, Inggris, pada 1824. Komposisi ramuan semen tersebut ditemukan oleh Aspdin merupakan campuran dari batu kapur yang dibakar dan tanah liat yang dibakar. Kedua material tersebut dihancurkan sampai bentuknya menjadi bubuk. Nama semen portland dipilih Aspdin karena warna dari barang yang ia kembangkan mirip dengan warna batu yang ada di Pulau Portland, Inggris.

Tidak berhenti di situ, semen temuan Aspdin disempurnakan lagi oleh anaknya, William. William menjalankan proses pembakaran yang lebih proper untuk dua bahan dasar semen yang digunakan. Selain itu, penggilingan bahan juga dilakukan lebih baik sehingga hasil semen lebih halus dan merata.

Bahan semen portland

Semen Portland
(Sakarete)

Saat ini, pabrik-pabrik yang memproduksi semen ini kebanyakan menggunakan tiga bahan utama. Bahan-bahan utama tersebut antara lain adalah batu kapur, batu silika, dan tanah merah. Semua bahan tersebut digunakan untuk mendapatkan kandungan senyawa kalsium oksida (CaO), silikon oksida (SiO2), aluminium oksida (A12O3), dan oksida besi (Fe2O3).

Tidak hanya itu, pabrikk juga memberikan beberapa bahan tambahan yang mereka diperlukan. Pasir besi dan gipsum adalah komponen yang tidak boleh ketinggalan. Pasir besi berfungsi untuk memberikan warna gelap pada semen. Sedangkan gipsum mampu meningkatkan kualitas semen.

Proses pembuatan semen portland

semen portland
(Asiacon)

Semen ini biasanya dibuat menggunakan salah satu dari dua proses yang ada. Namun, pabrik-pabrik saat ini lebih banyak yang menggunakan proses kering daripada proses basah dalam pengolahannya. Proses tersebut masing-masing adalah proses basah dan proses kering. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini ya, Pins!

Proses Basah

Pembuatan semen dengan proses basah sangat bersinggungan erat dengan air. Sebelum masuk ke penggilingan, bahan mentah disatukan dan direndam dalam air. Setelah menjadi satu, bahan-bahan tersebut masuk ke dalam mesin penggilingan.

Terdapatnya komposisi air pada bahan mentah semen membuat proses pembakaran lebih lama. Selain itu, karena kadar airnya tinggi, proses ini lebih banyak menghabiskan bahan bakar dan menghasilkan lebih banyak polusi.

Proses Kering

Dalam pembuatan semen proses kering, kita tidak akan menemui sama sekali bahan air yang dicampurkan. Setelah dikeringkan, semua bahan mentah masuk ke dalam penggilingan. Sesudah hancur dan dicampur rata, serbuk semen mentah tersebut kemudian dibakar dengan suhu tinggi.

Proses kering adalah proses yang sampai saat ini dinilai paling efisien dalam pembuatan semen ini. Polusi udara yang dihasilkan tidak sebanyak proses basah. Begitu juga urusan konsumsi bahan bakar untuk proses pembakaran bahan mentah.

Jenis semen portland

semen portland
(Arsitur Studio)

Mungkin Pins bisa menyebutkan nama-nama produsen atau pabrikan semen ternama di Indonesia. Akan tetapi, tahukah kamu kalau semen ini setidaknya punya 5 jenis? Jika belum, simak penjelasan masing-masing jenisnya di bawah ini ya!

Semen portland tipe I (jenis biasa)

Umumnya, semen ini dipakai untuk material pembuatan rumah, ruko, jembatan kecil atau bahan tambahan untuk pengeras jalan.Di pasaran, Pins akan lebih sering menemui produk-produk semen jenis ini.

Semen portland tipe II (moderate sulfate resistance)

Jenis yang kedua ini biasanya diperuntukkan konstruksi yang membutuhkan ketahan sulfat yang cukup dan hidrasi sedang. Bangunan-bangunan yang ada di daerah laut, pinggir bendungan, sungai, dan konstruksi yang dekat area air adalah target utama peruntukan semen jenis ini.

Semen portland tipe III (high early strength)

Semen tipe yang ketiga digunakan untuk pembangunan konstruksi-konstruksi punya fungsi utama menahan atau menampung beban berat. Jembatan, pondasi-pondasi berat dan semacamnya menjadi contoh peruntukan semen yang satu ini.

Semen portland tipe IV (low heat of hydration)

Semen jenis ini tidak membutuhkan banyak air. Walau air yang akan digunakan sebagai campuran adonan semen sedikit, tingkat kerekatannya tergolong kuat. Bendungan dan lapangan udara adalah beberapa konstruksi yang menggunakan semen jenis ini.

Semen portland tipe V (sulfate resistant cement)

Semen jenis yang terakhir ini merupakan jenis semen yang diproduksi untuk bersinggungan dengan lingkungan yang punya kadar garam sulfat tinggi. Orang-orang banyak mengenal semen ini sebagai semen tahan kadar sulfat.

Karakter semen portland

semen portland
(The Constructor)
  • Dalam bentuk bubuk, akan bereaksi jika bertemu dengan air (menggumpal)
  • Dalam keadaan gumpalan adonan basah, semen ini mudah dibentuk.
  • Ketika adonan basah kehilangan seluruh kandungan airnya, semen ini akan mengeras.
  • Setelah mengeras, semen ini tidak akan bisa lagi menjadi gumpalan adonan walau bertemu dengan air.
  • Jika mengeras di area kulit dapat membuat luka serupa luka bakar.
  • Apabila bubuknya terhirup dapat menyebabkan penyakit pernafasan.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.