Kamus Istilah Properti

City Branding

istilah properti

City Branding

City branding adalah promosi dari sebuah kota atau wilayah yang tujuannya memperkenalkan aktivitas tertentu di area tersebut kepada publik.

Apa itu city branding?

(Bangsaonline)

Sebutan Paris van Java sangat melekat dengan wilayah administratif Kota Bandung. Dengan sebutan unik yang disematkan seperti itu, sebuah wilayah bisa mendapatkan atensi yang lebih dari publik.

Dari atensi tersebut kemudian dapat menarik banyak pihak untuk menjadikan kota tersebut yang menjadikannya destinasi untuk berkunjung. Julukan Paris van Java yang tersemat pada Kota Bandung merupakan bagian dari city branding.

City branding adalah promosi dari sebuah kota atau wilayah yang tujuannya memperkenalkan aktivitas tertentu di area tersebut kepada publik. Dapat dikatakan bahwa city branding merupakan strategi untuk pemasaran agar sebuah wilayah bisa memiliki posisi strategis pada area nasional maupun dunia.

Sebagai contoh, penyematan sebutan Paris merupakan penggambaran bahwa Kota Bandung merupakan kota yang menjadi rujukan fashion dan mode di Indonesia. Maka dari itu, banyak yang menjadikan Kota Bandung sebagai salah satu daerah

Umumnya, potensi-potensi yang ditonjolkan dalam sebuah upaya city branding adalah potensi-potensi yang berkaitan dengan potensi pariwisata. Namun, ada juga identitas yang disematkan merepresentasikan ciri khas dari kota tersebut. Misalkan, brandingPasuruan Kota Santri“.

City branding sendiri dapat berjalan secara strategis maupun organik. Salah satu contoh city branding yang terjadi secara strategis adalah slogan “Kota Wisata Batu” dari Kota Batu. Slogan tersebut dipromosikan agar area tersebut mendapatkan reputasi yang baik sebagai tujuan wisata di mata publik.

Sementara itu, contoh branding yang terjadi secara organik adalah Kota Mekah. Tanpa pemasaran strategis, kota tersebut sudah menjadi tujuan banyak orang untuk kepentingan ibadah.

Sebuah kota yang sudah ter-branding secara organik dapat melakukan branding secara strategis. Kombinasi branding semacam itu akan membuat implikasi yang lebih masif pada reputasi sebuah wilayah.

Manfaat city branding

(Solopos)

Ada beberapa efek yang bisa ditimbulkan dari adanya aktivitas yang berkaitan dengan city branding. Efek-efek tersebut antara lain adalah kota memiliki identitas, meningkatkan pariwisata daerah, menjadikan kota lebih memiliki reputasi, serta mendongkrak perekonomian.

Kota memiliki identitas

Identitas merupakan hal yang diperlukan untuk membuat sebuah keterikatan sebuah komoditas dengan suatu citra. Selain berupa barang, kota pun bisa masuk dalam kategori komoditas yang perlu dikenalkan pada publik.

Dengan city branding, sebuah kota dapat memiliki identitas yang dapat menarik atensi publik. Identitas yang diberikan haruslah merepresentasikan keunggulan yang benar-benar ada di wilayah tersebut. Jika branding yang dilakukan tidak sesuai, maka wilayah tersebut reputasinya bisa jatuh.

Meningkatkan pariwisata

Tidak sedikit kota yang melakukan city branding agar dapat meningkatkan sektor pariwisatanya. Sebagai contoh, Yogyakarta dengan branding “Jogja Istimewa”, Solo dengan “Solo Spirit of Java”, serta Batu dengan “Kota Wisata Batu”.

Branding yang disematkan pada kota-kota yang menjadi contoh di atas bisa menimbulkan ketertarikan publik. Kita bisa mengatakan bahwa slogan khas semacam itu bisa meningkatkan angka wisatawan yang datang ke lokasi.

Menjadikan kota lebih memiliki reputasi

Menjalankan strategi city branding dan terus menjaga keterikatannya dengan apa yang ada di area tersebut akan meningkatkan reputasi kota. Dengan reputasi yang baik, maka akan banyak investasi yang masuk ke wilayah tersebut. Di sisi lain, kota atau wilayah yang tidak melakukan branding akan sulit mendapatkan investasi dari luar wilayahnya.

Mendongkrak perekonomian

Dari semua efek yang telah disebutkan di atas, maka implikasi tambahan yang akan timbul di area tersebut adalah pertumbuhan ekonomi. Kondisi perekonomian seperti ini akan terus terjaga apabila kota tersebut terus mempertahankan brandnnya serta menjaga kesesuaian brand tersebut dengan apa yang ada di wilayah tersebut.

City branding pertama di era modern

(Historylink.org)

Menurut Scott Cutlip, seorang pioneer dari pendidikan public relation (PR), aktivitas city branding strategis di era modern yang pertama dilakukan pada Kota Seattle, Amerika Serikat pada 1896. Branding dilakukan agar Kota Seattle dapat bersaing dengan Portland serta Victoria sebagai kota pilihan untuk menjadi tempat tinggal bagi para pekerja tambang emas dari Kanada.

Demi melancarkan strategi branding, pihak berwenang dari Kota Seattle membuat biro informasi publik di wilayah administratifnya. Komitmen semacam ini perlu dilakukan agar pesan yang hendak disampaikan ke publik bisa mendapatkan respon positif dari publik. Pemangku kebijakan perlu memiliki visi bersama agar dapat mengembangkan strategi yang baik untuk citra yang hendak didorong untuk ditampilkan di publik.

Contoh kota dengan branding populer di dunia

New York, Amsterdam dan Silicon Valley merupakan beberapa wilayah yang memiliki city branding populer di dunia.

New York – “I Love New York”

(Milton Glaser)

Program pemasaran strategis “I Love New York” mempunyai dampak yang besar pada Kota New York. Digunakan sejak tahun 1977 untuk mempromosikan wisata di area tersebut, saat ini slogan dan logo ini banyak menjadi cendera mata dalam berbagai bentuk. Bahkan, ada juga lagu khusus berjudul “I Love New York” yang dibuat untuk memperkuat branding yang diupayakan.

Kesuksesan program pemasaran strategis ini berhasil menjadikan logo “I Love New York” sebagai salah satu ikon dari budaya pop. Selain cara semacam ini banyak diadopsi oleh kota-kota lain, banyak juga yang membuat tiruan dari cendera mata berlogokan “I Love New York”.

Amsterdam – “We Are Amsterdam”

(We Are Amsterdam)

Kota Amsterdam menjalankan program strategis pemasaran dengan slogan “We Are Amsterdam”. Selain menjadi slogan, We Are Amsterdam juga dibuat sebagai wadah untuk berkumpulnya traveler yang datang ke kota ini.

Silicon Valley – “Tech Capital”

Banyaknya perusahaan teknologi yang muncul di area Silicon Valley membuat wilayah ini mendapat julukan “Tech Capital”. Sematan julukan tersebut makin menambah reputasi Silicon Valley sebagai kiblat dari teknologi dunia.


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!
Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.