Kamus Istilah Properti

Arsitektur Vernakular

istilah properti

Arsitektur Vernakular

Arsitektur vernakular adalah desain arsitektur yang dibuat untuk menyesuaikan dengan iklim, teknik, dan material lokal.

Pengertian arsitektur vernakular

arsitektur vernakular
(GNFI)

Istilah arsitektur vernakular boleh jadi cukup jarang untuk digunakan dalam perbincangan sehari-hari. Pengertian arsitektur vernakular adalah bangunan atau desain arsitektur yang dibuat untuk menyesuaikan dengan iklim, teknik dan material lokal. Yang menjadi kunci dari konstruksi jenis ini tidak lain adalah aspek kelokalannya.

Selain iklim, teknik dan material lokal, hal-hal seperti budaya, sosial dan ekonomi masyarakat setempat juga ikut berperan dalam konstruksi vernakular. Maka dari itu, Pins akan menemukan perbedaan yang signifikan pada bangunan-bangunan yang ada di daerah bersalju dan konstruksi-konstruksi yang ada di daerah tropis.

Ciri-ciri

arsitektur vernakular
(CNN Indonesia)

Dalam bagian ini, kamu akan mendapatkan penjelasan mengenai ciri-ciri dan karakter dari bangunan vernakular. Setidaknya ada 5 hal yang menjadi karakter pentingnya, yang masing-masing adalah sebagai berikut:

  • Diciptakan oleh masyarakat tanpa bantuan tenaga ahli (arsitek profesional). Hanya memberdayakan tenaga konstruksi lokal.
  • Bangunan dapat mengatasi permasalahan iklim, budaya, dan sosial lokal.
  • Sangat memanfaatkan sumber daya manusia, budaya, teknologi dan material lokal.
  • Dibangun untuk mengakomodasi nilai budaya, ekonomi, gaya dan cara hidup masyarakat lokal.
  • Struktur sosial masyarakat, pola perilaku, serta kepercayaan masyakarat mempengaruhi bentuk arsitektur.

Contoh arsitektur vernakular

arsitektur vernakular
(Ucla Uchicago)

Mungkin Pins cukup familiar dengan beragam bangunan-bangunan rumah adat yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, beberapa dari kamu sudah pernah menginjak atau mungkin tidur di dalam rumah adat tersebut. Bangunan-bangunan tersebut termasuk dalam kategori arsitektur vernakular yang mungkin sangat dekat dengan kita.

Di penjuru bumi yang lain, kita akan mendapati beragam bentuk konstruksi dan material-material menarik yang digunakan. Misalnya, di daerah bersalju, kamu akan menemukan bangunan yang dindingnya terbuat dari es. Sedangkan di daerah tropis, anyaman-anyaman bambu, kayu-kayuan dan produk dari tumbuhan yang lain menjadi elemen utama material konstruksinya.

Untuk mengenal lebih jauh, Pinhome akan memberikan beberapa contoh arsitektur vernakular yang ada di dunia. Mungkin beberapa diantara nama yang disebutkan berikut tidak asing dalam benak kamu.

  • Tenda Teepee – Masyarakat Indian.
  • Rumah Honai – Masyarakat Papua.
  • Igloo – Masyarakat Eskimo.
  • Palloza – Masyarakat Galisian (Spanyol).
  • Swiss Chalet – Pedesaan Swiss, Pegunungan Alpen.
  • Trulli House – Puglia, Italia.
  • Palafitos – Kawasan Patagonia, Chile.
  • Rumah pondok Zulu – Masyarakat Afrika Selatan.
  • Yurt/Ger – Bangsa Turki dan Mongolia.
  • Minka – Rumah tradisional Jepang.
  • Tongkonan – Masyarakat Toraja.

Pengaruh iklim dan kondisi geografis

arsitektur vernakular
(Geohouses)

Seperti yang dijelaskan pada bagian awal, iklim dan kondisi geografis sangat berpengaruh penting pada seperti apa konstruksi dari sebuah arsitektur vernakular. Pada dasarnya, iklim yang ekstrem, seperti musim dingin dan suhu lingkungan yang sangat rendah, dapat mengancam hidup. Tidak heran jika bangunan di lokasi geografis yang iklimnnya ekstrem semacam jadi benteng untuk pertahanan hidup masyarakat.

Begitu juga dengan lokasi geografis yang dipenuhi dengan binatang buas, otomatis ketahanan bangunan atau lokasi pembangunan hunian sangat diperhatikan. Mungkin kita ingat bangunan seperti rumah pohon di beberapa tempat mungkin masih digunakan sebagai hunian.

Faktor geografis juga mempengaruhi material yang digunakan untuk konstruksi bangunan. Karena tidak adanya kayu di sekitar tempat tinggalnya, masyarakat Eskimo menggunakan es yang dicetak sebagai dinding rumah mereka. Di tempat-tempat yang bebatu seperti di Peru, kita akan menemukan bahwa masyarakat menggunakan batu-batu besar sebagai salah satu material pada bangunan yang dibuat.

Bangunan-bangunan yang masih bertahan semuanya melalui proses trial and error. Selain memang terbukti bisa memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, bangunan vernakular yang masih digunakan juga merupakan wujud dari pecahan peradaban dari sebuah kelompok masyarakat.

Persinggungan aspek budaya dan bangunan

arsitektur vernakular
(Wikipedia)

Budaya punya peran penting dalam terbentuknya sebuah bangunan. Apa yang dipercaya, seberapa banyak anggota yang tinggal, bagaimana cara mengelola makanan, dan cara berkomunikasi adalah beberapa hal yang akan mempengaruhi bentuk dari bangunan yang dikonstruksi.

Mari kita ambil rumah bergaya Eropa sebagai sebuah contoh. Kita akan mendapati ada tembok pemisah yang kokoh antar ruangan. Hal ini berkaitan dengan cara masyarakat Eropa bersosialisasi dan pentingnya aspek privasi. Ini cukup berbeda ketika kita menengok hunian dari Suku Indian. Karena hidup mereka nomaden atau selalu mengembara, masyarakat Indian mempunya hunian yang cukup fleksibel bernama ‘Teepee’. Kalau kita melihat bentuknya, kita mungkin secara sederhana akan mengasosiakan bentuk ‘Teepee’ dengan sebuah tenda.

Faktor keterampilan atau teknik

arsitektur vernakular
(Kompas)

Keterampilan atau teknik pertukangan dan konstruksi dari sebuah kelompok masyarakat berperan penting terhadap tingkat kerumitan atau kesulitan dari sebuah bangunan. Hal ini sangat bersinggungan dengan trial and error yang dilakukan dari para pendahulu sebuah kelompok masyarakat. Semakin terasah keilmuan dan teknologi pertukangan atau konstruksi dari sebuah kelompok masyarakat akan mempengaruhi keawetan, kekuatan, dan fasilitas yang ada dalam sebuah bangunan.

Kita akan mendapati cara pengelolaan yang menarik dari orang Eskimo yang menjadikan es sebagai dinding bangunan. Teknik ini mungkin tidak akan dipunyai oleh orang Minang yang lebih terampil membuat atap-atap yang tinggi dan menjulang seperti tanduk kerbau.

Selain memang dipengaruhi oleh budaya, aspek teknis sangat berkaitan erat dengan kondisi geografis. Dua hal tersebut yang membuat masing-masing dari arsitektur vernakular yang tersebar di dunia bisa berbeda-beda dan punya sisi-sisi menarik untuk digali.

Manfaat memahami arsitektur vernakular

arsitektur vernakular
(KCP International)

Mengenal dan memahami arsitektur vernakular beserta karakternya punya manfaat yang baik bagi pegiat arsitektur maupun umum. Pertama, kita dapat lebih mengetahui seperti apa bangunan yang cocok dengan lingkungan kita. Kedua, kita bisa lebih memilih dan memanfaatkan material-material yang sifatnya lokal. Ketiga, kita bisa menekan permasalahan lingkungan yang dengan memilih material-material yang lebih eco-friendly seperti arsitektur vernakular. Yang terakhir, kita bisa lebih dekat dengan beragam budaya konstruksi yang ada, terlebih budaya lokal kita.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.