Pinhome

Tips Properti

Teliti Dulu Kelengkapan Dokumen Saat Transaksi Properti

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Pins, ketika berbicara tentang transaksi properti, kita harus ingat bahwa ini adalah investasi dengan nilai yang sangat tinggi. Oleh sebab itu, kita wajib ekstra teliti dalam melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Apa saja? Simak artikel ini baik-baik, ya!

Pinhome — Memiliki sebuah properti, khususnya rumah, merupakan life goal dari sebagian besar masyarakat. Dengan memiliki sebuah rumah, kita berarti memiliki sebuah ruang pribadi untuk berkembang dan memulai banyak hal, seperti berumah tangga, mendidik anak, merancang masa depan, dan masih banyak lagi. Oleh sebab itu, tak heran jika rumah menjadi salah satu kebutuhan pokok dari manusia. Kalau dipikir, sebuah rumah nilainya bahkan bisa melebihi harga yang dibayarkan.

Saking berharganya, kepemilikan properti ini bersifat permanen. Jadi, selain dijual, properti juga bisa diwariskan, dijadikan jaminan, bahkan digunakan untuk menambah penghasilan. Makanya jangan heran kalau banyak dokumen yang terkait dengan sebuah properti. Ini yang harus diperhatikan oleh kita, terutama yang sedang mencari rumah. Sebenarnya apa saja kelengkapan surat jual beli rumah ini? Ini rinciannya!

1. Identitas pihak pembeli dan penjual

Sebuah properti seharusnya memiliki pemilik yang jelas, sehingga dalam transaksi dan pengurusannya untuk balik nama dapat dicatat dengan mudah. Yang harus disiapkan oleh pihak pembeli dan penjual adalah:

  • Fotokopi KTP pembeli dan penjual (suami dan istri jika sudah menikah)
  • Fotokopi Kartu Keluarga dan Akta Nikah (jika sudah menikah)
  • Fotokopi Keterangan WNI atau penggantian nama (jika ada, untuk WNI keturunan)

Lalu bagaimana kalau Pins mau membeli dari sebuah perusahaan? Maka yang harus disiapkan adalah:

  • Fotokopi KTP direksi dan komisaris perusahaan yang mewakili transaksi
  • Fotokopi anggaran dasar lengkap
  • Surat pernyataan perusahaan untuk menjual sebagian aset

Oh ya, perlu diingat bahwa jika Pins menggunakan metode pembiayaan KPR, maka ada beberapa dokumen tambahan yang harus dicantumkan.

Baca juga: KPR Konvensional dan KPR Syariah, Mana yang Lebih Murah?

2. Data tanah dan properti serta kelengkapannya

Pins, sebelum melakukan transaksi properti, kita harus memastikan kelengkapan seluruh dokumen kepemilikannya, ya! Dokumen-dokumen ini meliputi:

  • Sertifikat kepemilikan tanah
  • Bukti bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) selama 5 tahun terakhir
  • Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
  • Bukti pembayaran rekening air, listrik, dan telepon (jika ada)

Yang harus Pins perhatikan baik-baik adalah sertifikat tanah. Ada tiga jenis sertifikat kepemilikan tanah, yaitu:

  • Sertifikat Hak Milik (SHM)
  • Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)
  • Sertifikat Hak Pakai (SHP)

Jika Pins akan membeli properti dengan sertifikat hak milik, maka tak ada masalah. Namun, jika properti tersebut memiliki sertifikat SHGB atau SHP, maka perhatikan masa berlakunya. Baik SHGB dan SHP memiliki rentang waktu 15-20 tahun dan dapat diubah menjadi SHM. Tanyakan secara detil tentang dokumen ini dan sesuaikan dengan perjanjian transaksinya, ya!

Baca juga Tips Beli Rumah Pertama Bagi Para Millenials

Begitu seluruh dokumen lengkap, niscaya perjalanan Pins untuk memiliki rumah langsung lancar jaya kaya jalan tol. Memang sebenarnya punya rumah itu gak sulit, kok! Apalagi kalau semuanya bisa dibikin simpel dengan teknologi. Makanya cobalah main-main ke website Pinhome! Di Pinhome, kita akan langsung berhubungan dengan konsultan yang pasti paham banget tentang seluk beluk transaksi properti. Beli rumah kini jadi mudah, cepat, dan transparan!

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel