Pinhome

  • Blog
  • Kesehatan
  • Ragu Ingin Sikat Gigi Saat Puasa? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Kesehatan

Ragu Ingin Sikat Gigi Saat Puasa? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 5 April 2021 ∙ 6 menit membaca

Kita semua pasti pernah mengalami bau mulut saat sedang berpuasa. Banyak yang bilang kalau bau mulut ini disebabkan oleh asam lambung yang sedang “naik” karena tidak mencerna makanan apapun di dalam lambung. Tapi banyak juga yang bilang kalau sikat gigi saat puasa bisa membatalkan Ibadah Saum kita. Hmm.. yang mana yang betul ya?

Pinhome  – Permasalahan dan hukum sikat gigi saat puasa telah lama muncul, namun masih menyisakan banyak pertanyaan diantara kaum muslim. Dr. Tamer Mohsin Abusalah dari Burjeel Dental Clinic menyarankan untuk menyikat gigi dengan sikat gigi biasa dan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk tetap menjaga gigi dan gusi dalam keadaan sehat. Dr. Tamer juga menyarankan, agar benar-benar aman dan yakin akan ibadah puasa yang kita jalani, sebaiknya kegiatan sikat gigi dilakukan di luar jam puasa; jaga-jaga kalau Pins akan menelan air ataupun ludah secara tak sengaja.

Tapi, kadang ada beberapa keadaan yang membuat kita terpaksa harus sikat gigi. Bau mulut menjadi salah satu penyebab terbesar kenapa sebagian muslim terpaksa menyikat gigi. Kedapatan bau mulut di saat-saat penting seperti wawancara, presentasi atau yang lainnya akan terasa memalukan, meskipun aslinya, mungkin lawan komunikasi kita juga memaklumi keadaan bau mulut yang dialami. Tetap saja, kita tidak mau menyiksa atau membuat orang lain tak nyaman dengan bau mulut sehingga akhirnya menyikat gigi dengan harapan ibadah puasa kita tidak gagal.

Apa yang menyebabkan sikat gigi saat puasa dianggap membatalkan ibadah saum?

Pins, perlu diingat bahwa salah satu kegiatan yang membatalkan puasa adalah memasukkan suatu benda ke dalam rongga tubuh dengan sengaja. Rongga tubuh ini bisa berupa tenggorokan, hidung ataupun telinga bagian dalam. Hal inilah yang membuat sebagian orang mempertanyakan keabsahan ibadah saum kita ketika menyikat gigi. Selain Dr. Tamer, Muhammad Anis Sumaji dan Najmuddin Zuhdi dalam buku mereka yang berjudul 125 Masalah Puasa, membersihkan gigi dengan menggunakan siwak atau sikat gigi dengan pasta gigi diperbolehkan saat menjalani ibadah puasa.

Kenapa? Karena, menyikat gigi, baik menggunakan pasta gigi atau tidak hanyalah sebatasa memasukkan sesuatu ke dalam mulut yang kemudian akan dikeluarkan lagi setelah berkumur, tanpa ada yang dengan sengaja menelan pasta gigi atau air kumur. Sebab inilah yang membuat menyikat gigi dianggap tidak membatalkan ibadah puasa. Meski pada zaman junjungan kita bersama, Nabi Muhammad SAW, belum ada sikat gigi dan pasta, pendapat ini juga didukung pada ulasan Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’, syarah Al-Muhadzdzab. Dalam kitab ini, Imam Nawawi menjelaskan apabila seorang muslim yang sedang berpuasa memakai siwak basah lalu kemudian airnya berpisah dari siwak yang biasa digunakan, ataupun semisal cabang serat halus kayu siwak terlepas dan tanpa disengaja tertelan, maka puasanya dianggap batal. Hal ini tidak menuai perbedaan dari berbagai ulama, Pins.

Sementara itu, dalam surah Al-Faurani, sikat gigi baru dianggap membatalkan puasa jika ada pasta ataupun air, meskipun itu sedikit kuantitasnya, yang tertelan ke dalam tenggorokan. Jadi, jika Pins menyanggupi tidak ada air kumur atau odol yang tertelan sedikit pun ke dalam tenggorokan, maka kegiatan sikat gigi tersebut dianggap tidak membatalkan puasa. Adapun tambahan dari odol tidak dianggap membatalkan puasa. Hal ini disimpulkan dari Qias melalui hadis riwayat Abdullah bin ‘Abbas, yang menyebutkan:

“Tidak mengapa seseorang mencicipi kuah makanan atau suatu makanan, selama tidak sampai tertelan masuk ke dalam tenggorokan, saat ia berpuasa” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Baihaqi).

Meski begitu, ada baiknya bagi muslim yang menjalankan ibadah puasa agar tetap berhati-hati saat menyikat gigi dengan menggunakan odol. Media NU Online pun menyebutkan, jika tidak ada air atau pasta gigi yang masuk ke tenggorokan, maka puasa orang tersebut tidaklah batal alias masih tetap sah. Sebaliknya, apabila ada sedikiiit saja air baik itu saat mau berkumur atau setelah berkumur dan pasta gigi yang masuk ke dalam tenggorokan walau tanpa sengaja, maka puasa orang tersebut telah batal. Hal ini juga berlaku bagi muslim yang menyikat gigi menggunakan siwak. Isna Ansory dalam bukunya yang berjudul Pembatal Puasa Ramadan dan Konsekuensinya yang menyebutkan ulama Mazhab Syafi’I dan Mazhab Hanbali menyatakan hukumnya akan makruh bila ada muslim yang berpuasa saat telah melewati waktu dzuhur ataupun sore hari.

Baca juga: Simak Tips Sehat Sebelum Menjalani Olahraga Saat Puasa

Sepertinya agak sulit ya untuk tetap menyikat gigi saat puasa tanpa bisa menjamin 100% tidak ada air dan pasta gigi yang masuk ke tenggorokan. Tapi, bagaimana dengan bau mulut yang membandel saat berpuasa ini?

“Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kesturi” (HR. Bukhari)

Begitulah sabda dari Baginda Rasulullah SAW, Pins. Jadi sebenarnya tidak ada hal yang harus ditakutkan, karena hal ini tidak separah yang kita duga. Menurut sabda diatas, menyikat gigi ataupun menggunakan siwak saat sedang berpuasa dengan tujuan menghilangkan bau mulut tidaklah disarankan, karena bau mulut itu sendiri merupakan ciri khas dari kaum muslim yang sedang berpuasa.

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani menjelaskan pada kitab Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadi’in, bahwa bersiwak setelah waktu dzuhur termasuk dalam 13 hal yang makruh untuk dilakukan saat tengah berpuasa. Hal ini dikarenakan proses pembersihan mulut ketika seseorang melakukan ibadah puasa sendiri telah menyalahi hal yang utama yaitu mendiamkan mulut dan aroma kurang sedap dengan berlaku apa adanya. Hadist Nabi Muhammad SAW menyebutkan bau mulut dari muslim yang sedang berpuasa jauh lebih disukai oleh Allah SWT pada hari kiamat. Jadi, meski tidak dilarang sepenuhnya bagi kaum muslim yang sedang berpuasa, menyikat gigi dan bersiwak diatas dzuhur hingga tiba waktu magrib sangat dianjurkan untuk ditinggalkan.

Pada akhirnya, kebersihan mulut dan gigi merupakan bagian dari iman, menjaga aroma mulut agar tetap sedap dihirup juga menjadi bagian dari tindakan kebaikan. Agama Islam sendiri menuntut agar umatnya selalu menjaga kebersihan dan kesegaran gigi dan mulut dengan bersiwak. Hanya saja, saat kaum muslim sedang menunaikan ibadah saum, hendaknya waktu untuk membersihkan gigi dan mulut perlu diatur waktunya dengan cermat.

Membersihkan gigi dan mulut di tengah siang bolong patut dihindari karena rawan menyalahi keutamaan berpuasa. Kaum muslim yang sedang berpuasa tidak boleh sembarangan berkumur dan menyikat gigi karena ada resiko tinggi puasanya akan batal, saat ada sedikit saja pasta gigi atau air yang tertelan. Sebab inilah yang menjadikan sikat gigi saat puasa menjadi makruh hukumnya.

Pada akhirnya, keputusan kembali ada di tangan Pins sendiri. Saat Pins bisa benar-benar menjamin tidak akan membiarkan air ataupun pasta gigi tertelan barang sedikit saja, menggosok gigi saat sedang berpuasa bukanlah menjadi hal yang membatalkan ibadah puasamu.

Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel