Perjalanan Mario Vargas Llaso yang pantang menyerah

Diperbarui oleh Eka Mandala ∙ December 27, 2021 ∙ 3 menit membaca

Perjalanan Mario Vargas Llaso yang pantang menyerah – Mario Vargas Llaso lahir tanggal 28 Maret 1936 di Arequipa, Peru, lahir dari pasangan Ernesto Vargas Maldonado dan Dora Llosa Ureta. Ia adalah seorang politikus sekaligus novelis pemenang Nobel Sastra tahun 2010 dengan karyanya yang menggambarkan struktur kekuasaan dalam melawan tekanan, perlawanan, pemberontakan, serta kekalahan individu.

Mario telah menulis lebih dari 30 novel, drama, dan esai, termasuk The Feast of the Goat dan The War of the End of the World. Diilhami kekagumannya pada novel-novel tulisan Jules Verne. Sejak kecil ia bercita-cita menjadi penulis. Pada usia 15 tahun, ia sudah bekerja sebagai reporter kriminal.

Orang tua Llosa bercerai sejak ia masih kecil. Ia dibesarkan oleh ibu dan kakeknya yang menjadi konsul Peru di Bolivia. Pada tahun 1946 ia bersama keluarganya kembali ke Peru, di kota kecil Piura. Setelah ayah dan ibunya rujuk kembali, mereka pindah ke Lima.

Saat berumur 14 tahun, ia didaftarkan di Leoncio Prado di Lima ibu kota Peru. Setahun kemudian, ia sudah menjadi reporter paruh waktu di sebuah koran lokal.

Pada usia belasan tahun, Llosa sudah bergabung dengan sel perjuangan komunis. Lalu ia kawin lari dengan Julia Urquidi yang merupakan tantenya sendiri dan sudah berusia 33 tahun. Mereka berdua pergi ke Paris dan di sanalah ia menulis novel.

Beberapa karyanya antara lain sebagai berikut :

  1. La Casa Verde (1966/The Green House, 1968)
  2. Conversacion en La Catedral (1969/Conversation in The Cathedral, 1975)
  3. Pantaleon y Las Visitadoras (1973/Captain Pantoja and the Special Service, 1978)

Perkawinannya dengan Julia Urquidi tidak bertahan lama. Pada tahun 1965 ia bercerai. Kemudian ia menikahi sepupunya bernama Patricia Llosa yang sepuluh tahun lebih muda dari usianya. Dari perkawinan keduanya ini ia dikaruniai 3 anak.

Selepas kuliah. Llosa menulis untuk berbagai koran di Peru. Ia melanglang ke Paris, Madrid dan London. Pada tahun 1960-an, novelnya yang berjudul The Time of the Hero, yang bertutur tentang kehidupan akademi militer di Peru mulai disambut hangat oleh publik pembaca dunia, namun di dalam negeri memicu kontroversi.

Pada tahun 1970-an, ia mengecam pemerintahan Kuba di bawah kendali Fidel Castro, serta perlahan-lahan menunjukkan perubahan haluan ke arah konservatisme pasar bebas. Perubahan sikap ini memicu perdebatan sengit dengan para sastrawan kontemporer Amerika Latin, tak terkecuali dengan karibnya, Gabriel Garcia Marquez.

Saat Peru dihajar inflasi tinggi dan serentetan serangan berdarah oleh pemberontak Shining Path yang berhaluan Maois pada tahun 1990, Llosa mencalonkan diri sebagai presiden melawan Alberto Fujimori. Ia mengusung ide-ide perekonomian berorientasi pasar dalam kampanye dan unggul di berbagai poling prapemilihan.

Namun, ia kalah ketika pemilihan berlangsung. Kekalahan tersebut disinyalir karena penampilannya yang cenderung aristokrat di tengah mayoritas penduduk miskin dan pengakuannya bahwa dirinya agnostik di negeri yang berpenduduk mayoritas penganut Katolik Roma.

Ide Progresifnya tentang orientasi pasar diterapkan oleh Fujimori, rival politiknya dan ternyata berhasil menciptakan stabilitas ekonomi di Peru kala itu.

Kekalahannya dalam perebutan kursi presiden tak lantas membuat semangat Llosa surut, tetapi justru membawa berkah baginya. Ia terus berkarya dan menghasilkan banyak karangan yang luar biasa. Karyanya yang banyak memotret dunia perpolitikan mendapatkan penghargaan Hadiah Nobel Sastra.

Sosok yang gagal menjadi politisi, akhirnya disadarkan bahwa jalan kepenulisan lebih mematangkan dirinya. Kegagalannya berpolitik membuatnya terpacu untuk terus menghasilkan karya sastra yang lebih baik.

Baca juga: Konsistensi tema politik dalam karya Llosa

Dari perjalanan Mario Vargas Llaso tersebut dapat kita jadikan motivasi, bahwa suatu kegagalan jangan lantas diterima dengan keputusasaan. Tuhan lebih tahu bagaimana, dimana, dan bagaimana memposisikan umat-Nya agar lebih baik.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Pengertian Equity Hingga Cara Menghitungnya, Cek Di sini!

Apa itu equity? Equity adalah istilah yang sering digunakan pada investasi. Terkait investasi, jika

Finansial
Finansial 10 Forum Crypto Indonesia dan Global Sebagai Sarana Berdiskusi

Untuk mempelajari dan menguasai crypto, kini semakin mudah karena banyaknya forum crypto Indonesia

Gadget
Gadget 20 Daftar Harga HP Vivo Terbaru Tahun 2022

Vivo saat ini menjadi salah satu brand smartphone terbaik di tahun 2022. Daftar harga HP Vivo terba

Finansial
Finansial Tips dan Cara Agar NFT Cepat Laku Terjual

Zaman yang semakin modern ini ada banyak cara mendapatkan uang tambahan, salah satunya melalui inve

Gadget
Gadget 8 Cara Cek Garansi HP Realme, Begini Langkahnya!

Realme merupakan salah satu merek hp asal Tiongkok yang saat ini ramai di pasar Indonesia. Bagaiman

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia