Pinhome

  • Blog
  • Properti
  • 6 Tips Menjadi Agen Properti yang Sukses Ini Penting Dicoba

6 Tips Menjadi Agen Properti yang Sukses Ini Penting Dicoba

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 15 November 2021 ∙ 7 menit membaca

Agen properti yang sukses diukur berdasarkan besaran komisi yang diperoleh dari hasil penjualan properti. Untuk mencapainya, kerja keras ternyata belum cukup. Ada cara​ menjadi agen​ properti yang hebat dan penting untuk Pins lakukan.

Pinhome – Jika ada orang di sekitar Pins saat ini berkata ingin bekerja sebagai agen​ properti,​ jangan sekali-kali mengecilkan niatnya itu. Karir​ agen properti memiliki masa depan yang cerah dengan penghasilan spektakuler.

Artikel Ini bukan hiperbola. Yuk, coba kita hitung sama-sama. Umumnya, komisi agen properti berkisar antara 2% sampai 3% dari nilai properti yang dijual.​

Misal, harga apartemen di Jakarta Rp 200 juta saja maka komisi yang didapat agen sebesar Rp 4 juta sampai Rp 6 juta. Itu baru satu apartemen. Bagaimana jika berhasil menjual 2 sampai lebih banyak apartemen?

Ya, akumulasi komisi yang diperoleh bisa jadi mengalahkan upah minimum regional (UMR) di mana pun lokasi Pins berada. Tapi, tunggu dulu. Tugas​ agen​ properti bukan sekadar langsung menjual apartemen, rumah ataupun tanah.

Agen properti harus punya cara agar mampu menjadi perantara yang jitu antara pembeli dan penjual properti. Penasaran? Simak baik-baik tips berikut ini ya, Pins.

1. Susun Rencana dan Target

Tak ada satu pun pekerjaan atau bahkan kegiatan yang akan berhasil dilakukan bila tanpa rencana. Demi meraih target penjualan setinggi-tingginya, seorang agen​ properti perlu menyusun rencana pemasaran yang matang.​

Untuk itu, agen​ properti perlu menuliskan daftar rencana mengenai upaya untuk menawarkan dan mempromosikan properti tersebut. Ketika menemui kendala, tuliskan pula sebagai bahan evaluasi mingguan.

Jika ingin lebih mendetail, Pins dapat menggunakan analisis SWOT (Strength,​ Weakness, Opportunities ​dan Threats​​). Pins dapat merinci kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang berpotensi dihadapi saat menjual properti.

Misal, Pins saat ini memutuskan untuk menjadi agen​ properti independen.​ Jika fleksibilitas waktu dalam bekerja menjadi kekuatan maka Pins memiliki peluang lebih banyak dalam memasarkan properti melalui media apa pun.

Tapi, ingat. Fleksibilitas waktu juga menjadi ancaman karena menguji kedisiplinan. Belum lagi ujian kesabaran saat harus menghadapi calon pembeli potensial yang mendadak membatalkan pemesanan properti.

Baca Juga: Perhitungan Harga Pemasangan Pagar Panel Beton

2. Pahami Klien

Agen properti yang sukses
(Pixabay)

Semua konsumen pasti memiliki kebutuhan dan keinginan yang berlainan. Ada konsumen yang memang mencari produk untuk memenuhi kebutuhannya. Ada pula konsumen yang menilai produk sebagai pemuas keinginannya saja.

Pins juga perlu memahami kebutuhan dan keinginan kliennya. Pertimbangkanlah aspek demografi, usia, gender, profesi dan lainnya secara menyeluruh. Hal ini akan membantu agen properti​ saat berkomunikasi.​

Jika bekerja di perusahaan atau pengembang properti, agen​ properti perlu menjelaskan konsep properti yang akan ditawarkan. Ketahuilah fasilitas apa saja yang sekiranya dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Misal, agen​ properti menonjolkan penawaran fasilitas kesehatan dan pendidikan di sekitar area perumahan bila klien telah berkeluarga dan memiliki anak.

Jadilah pendengar yang baik dan sabar dalam menghadapi klien. Bersikaplah ramah sekaligus profesional. Galilah informasi sebanyak mungkin dari klien untuk mengetahui kebutuhan mereka.

Tak ketinggalan. Binalah relasi yang baik dengan para klien sekalipun di akhir pertemuan tidak terjadi kesepakatan jual beli.

Siapa tahu justru dari klien-klien tersebut, Pins malah ditawarkan calon konsumen baru yang lebih cocok dengan penawaran propertinya.

Baca juga: Ini Rahasia Keuntungan Bergabung Menjadi Agen Properti Online!

3. Promosi yang Aktif

Agen properti yang sukses sangat mengandalkan media promosi. Pins dapat memasang iklan properti melalui sarana promosi yang ada di koran. Pastikan biaya pemasangan iklan sesuai dengan anggaran yang dimiliki, ya.

Media sosial pun dapat digunakan sebagai sarana promosi. Unggahlah informasi seputar properti yang akan dijual di akun media sosial yang memiliki jangkauan lebih luas, seperti Twitter, Instagram dan Facebook.

Kini aplikasi perbincangan pun dapat digunakan sebagai media promosi, seperti WhatsApp. Pins dapat mengunggah informasi properti melalui status WhatsApp. Grup keluarga, arisan ataupun alumni dapat dimanfaatkan sebagai target pemasaran.

Keuntungan memasarkan properti di media sosial jelas terlihat dari sisi anggaran. Pins tidak perlu mengeluarkan biaya sebesar memasang iklan di koran.

Meskipun mengunggah informasi di media sosial terkesan mudah dan bahkan murah, agen​ properti perlu memahami cara efektif mempromosikan produk properti untuk menarik perhatian konsumen.

Rancanglah kalimat promosi yang memiliki informasi lengkap terkait properti. Berikan gambar atau ilustrasi properti yang menarik. Cantumkan identitas diri agar dapat dihubungi konsumen.

Unggahlah iklan-iklan properti tersebut secara konsisten dan berkelanjutan di media sosial. Jika bekerja sebagai agen dari pengembang (developer​​) properti, sesekali unggahlah gambar dan informasi dari proses pembangunan properti.

Kini, media pemasaran properti juga sudah banyak tersebar di internet. Situs seperti Pinhome akan memudahkan agen​ properti menemukan konsumen yang sedang membutuhkan rumah dan apartemen.

Pinhome adalah pionir platform jual, beli, dan sewa properti berbasis teknologi. Melalui Pinhome transaksi jual, beli, dan sewa properti menjadi mudah, cepat, dan transparan dengan menggunakan teknologi.

Di Pinhome sendiri, kamu bisa menemukan agen properti yang berpengalaman, terseleksi, terlatih, dan terbaik. Lalu, Pinhome juga memfasilitasi interaksi dengan stakeholders terpercaya seperti bank, notaris, kontraktor, serta penyedia jasa lainnya tanpa upaya & waktu ekstra. Serta, memfasilitasi keseluruhan proses sejak kontak pertama hingga akad melalui aplikasi online yang dapat diakses setiap saat.

Sehingga transaksi properti menjadi mudah, transaksi properti menjadi cepat dan transaksi properti menjadi transparan.

Baca Juga: Cara Membuat Bedeng Pekerja 1 m2

4. Kembangkan Kemampuan

Agen properti yang sukses
(Pixabay)

Sebagai agen, Pins harus mahir dalam berkomunikasi dan bernegosiasi. Mengapa demikian? Sejatinya, agen​ properti berhubungan dengan berbagai pihak, seperti klien, notaris dan pengembang properti.

Proses transaksi jual beli atau sistem titip sewa properti, memang bukan perkara yang mudah. Tetapi, bukan pula perkara yang rumit.

Agen properti yang handal dalam berkomunikasi dan bernegosiasi akan menemukan kelancaran selama proses penawaran hingga terjadi kesepakatan yang saling menguntungkan.

Jangan ragu untuk mengikuti pelatihan dan seminar yang melatih dua kemampuan ini. Keuntungan lainnya, Pins dapat menemukan relasi baru yang semakin memperluas jaringan koneksi.

Untuk meningkatkan kredibilitas, Pins juga mungkin perlu mengambil sertifikasi/ lisensi di Lembaga Sertifikasi Profesi Broker Properti. Inilah andalan agen properti agar semakin dipercaya oleh klien.​

Baca Juga: Cara Membuat Desain Rumah 3D

5. Jaga Profesionalisme

Kemampuan mumpuni dan kredibilitas hanya akan dinilai baik oleh klien bila agen​ properti juga menjaga profesionalismenya. Untuk memahami hal ini, sebaiknya Pins dapat menempati posisi sekaligus sebagai klien.

Jika suatu waktu klien menghubungi, tetapi ada hal lain mendesak sehingga Pins tidak dapat mengangkat telepon atau lama membalas pesan, pastikan Pins meminta maaf atas kejadian tersebut.

Usahakan pula untuk selalu dapat dihubungi oleh klien dan menjawab pesan klien. Kemudahan dalam berkomunikasi menjadi jaminan bahwa adanya respek antara agen properti dengan kliennya.​

Pastikan juga menghubungi klien tidak di saat jam kerja. Kalaupun mendesak, tanyakan terlebih dahulu apakah klien punya waktu luang atau tidak untuk berdiskusi.

Jadilah agen​ properti yang jujur dan tidak melebih-lebihkan informasi sesungguhnya. Sampaikan data secara akurat agar klien pun mendapat edukasi yang baik.

Baca Juga: Denah Rumah 2 Lantai 7,5m x 14m

6. Pantang Menyerah

Kerja keras akan terbayarkan dengan kesuksesan. Kelak, ketika Pins menemui hambatan atau bahkan kegagalan saat bekerja sebagai agen​ properti,​ teruslah semangat dan tetap belajar.

Pandanglah persaingan di bidang properti sebagai tantangan yang harus ditaklukkan seorang agen properti​ yang tangguh.​

Baca juga: Keuntungan Menggunakan Jasa Agen Properti untuk Jual Beli Rumah

————————————— 

Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel