Kamus Istilah Properti

Zoning

istilah properti

Zoning

Zoning mempunyai arti bahasa Indonesia yaitu pemetaan atau pembagian kawasan. Istilah ini digunakan oleh pemerintah untuk membagi atau mengkategorikan suatu wilayah berdasarkan fungsinya. Harapannya dengan sistem zoning, sebuah wilayah atau daerah dapat ditata atau diatur dengan rapi sehingga tidak menciptakan konflik area.

Fungsi Zoning di sebuah Wilayah

(asp)

Zoning bukan semata-mata hanya aturan yang dibuat oleh pemerintah. Aturan ini mempunyai fungsi signifikan terhadap tata letak dan pengaturan sebuah kota agar rapi dan nyaman untuk ditinggali. Namun apa saja ya fungsi lain dari Zoning itu sendiri? Berikut ulasannya,

Mengatur kepadatan penduduk di suatu wilayah

Fungsi pertama dari zoning adalah untuk mengatur kepadatan penduduk di sebuah daerah. Hal ini tentu akan membantu pemerintah untuk mendistribusikan masyarakat agar tidak berkumpul dalam satu titik saja. Pulau Jawa menjadi contoh zoning yang kurang merata. Hal ini karena di pulau lain masih banyak area yang kosong dan berpotensi untuk berkembang apabila diolah dengan maksimal.

Mengatur keseimbangan pemanfaatan tanah untuk kebutuhan tertentu

Di sebuah wilayah kota, kamu akan melihat area perkantoran, area perbelanjaan, perumahan, sekolah, taman dan lain-lain. Tata letak bangunan dan fasilitas umum tersebut pada dasarnya telah dipikirkan secara matang. Hal ini agar terjadi keseimbangan di masyarakat ketika pemetaan lingkungan tepat. Contohnya, sebuah bandar udara tidak akan berdiri di tengah kota yang dekat dengan pusat perbelanjaan dan pemukiman ramai penduduk, karena ada alasan keselamatan.

Melindungi kesehatan serta keamanan warga

Selanjutnya, sistem zoning akan melindungi kesehatan dan keamanan warga. Misalnya saja ketika sebuah pabrik semen berdiri di sebuah provinsi. Pemerintah akan melarang pemukiman penduduk, sekolah atau rumah sakit berdiri di sekitar pabrik. Hal ini lantaran limbah pabrik bisa sangat mengganggu pernapasan dan akan menyebabkan gangguan kesehatan.

Mencegah Kemacetan yang Menumpuk

Sistem zoning pada dasarnya akan membantu pemerintah untuk mengurai kemacetan dan kondisi semrawut. Bisa kamu pastikan bahwa jumlah kendaraan motor dan mobil terus meningkat setiap tahun. Hal ini tentu membuat pemerintah harus sigap mengatur zoning di suatu wilayah. Tujuannya agar bisa mengurai kepadatan, kemacetan dan hal-hal yang mengganggu lalu lintas.

Meminimalisir dampak pembangunan yang merugikan

Salah satu alasan terbentuknya zoning adalah meminimalisir dampak pembangunan yang merugikan. Contoh pembangunan yang merugikan adalah Menara Saidah di Cawang, Jakarta Timur. Menara ini berdiri menjulang tinggi namun tidak ditempati karena konstruksi bangunan miring. Hal ini membuat banyak orang tidak mau menyewa ruangan di dalamnya. Alhasil menara ini hanya menjadi hiasan ibukota tanpa tahu kejelasannya mau ditindak seperti apa.

Memudahkan pemerintah untuk pengambilan keputusan 

Di beberapa kondisi, pemerintah perlu untuk mengambil keputusan darurat. Misalnya saja ketika ada banjir. Hal yang harus dilakukan pemerintah adalah mengevakuasi masyarakat. Untuk memudahkan hal tersebut, biasanya di dataran yang lebih tinggi akan disediakan posko penanganan banjir dan juga lapangan luas. Ini adalah bentuk pertimbangan mengapa zonasi penting, karena untuk memudahkan pemerintah mengambil keputusan.

Zoning di dalam sebuah properti atau rumah

zoning
(Home design)

Ternyata zoning tidak hanya menjadi sebuah aturan yang diaplikasikan pada sebuah daerah. Sistem ini pun bisa menjadi aturan yang nyata di dalam sebuah rumah. Menggunakan sistem ini di sebuah hunian atau properti yang kamu miliki akan memudahkan dalam kegiatan maintenance. 

Fungsi penggunaan sistem Zoning di rumah

Beberapa fungsi yang dihadirkan dari sistem zoning atau zonasi di dalam rumah adalah,

  • Melindungi kebutuhan dan urusan pribadi agar tidak dicampuri atau diketahui oleh orang lain.
  • Memberikan kewenangan bagi kamu untuk mengatur properti milikmu sendiri.
  • Melindungi dari aktivitas yang bersifat kriminal seperti pencurian.
  • Memastikan siapa saja yang boleh mengakses ruangan tersebut. Dengan memberlakukan zonasi, kamu bisa paham siapa yang bisa kamu undang atau yang tidak.

Pembagian wilayah di dalam rumah berdasarkan sistem zonasi

Berikut ini pembagian wilayah di rumah yang menggunakan sistem zonasi. Silakan disimak!

Zona Publik

Zona publik adalah area yang bisa diakses dan dilihat oleh orang luar. Orang luar ini adalah mereka yang tinggal di luar rumah kamu dan bukan bagian dari anggota keluarga seperti tetangga atau orang asing yang lewat depan rumah.

Beberapa contoh zona publik yang ada di rumah adalah seperti teras, halaman, pagar rumah, dan bagian selokan depan rumah.

Zona Semi Publik

Zona semi publik adalah area yang bisa diakses oleh orang luar namun tetap dilimit pengunjungnya. Area ini biasanya eksklusif hanya untuk kebutuhan penting yang disetujui atas izin dari pemilik rumah.

Beberapa zona semi publik di antaranya adalah seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan. Area-area ini seringkali didatangi oleh keluarga, tamu, teman dekat, atau tetangga yang mampir ke rumah.

Zona Privasi

Zona privasi merupakan area pribadi yang dimiliki oleh penghuni rumah. Area ini sangat personal dan tidak bisa diakses oleh sembarang orang, bahkan anggota keluarga lain. Zona ini menjadi area yang dikuasai secara mutlak oleh pemilik ruangan.

Beberapa area privasi tersebut seperti kamar tidur, kamar mandi pribadi, area untuk mengganti pakaian (changing room), ruang untuk menyusui bayi dan juga tempat ibadah. 

Zona Servis

Zona ini merupakan area yang mempunyai fungsi untuk menyimpan barang atau melakukan kegiatan masak. Misalnya gudang dan dapur.