Kamus Istilah Properti

Subkontraktor

istilah properti

Subkontraktor

Subkontraktor adalah pihak yang ikut dalam pelaksanaan proyek dan bekerja di bawah kendali main kontraktor. 

Apa itu Subkontraktor? 

subkontraktor
(Unsplash)

Subkontraktor adalah pihak yang ikut dalam pelaksanaan proyek dan bekerja di bawah kendali main kontraktor atau kontraktor utama. 

Subkontraktor umumnya dipekerjakan oleh kontraktor utama untuk melaksanakan tugas tertentu sesuai kontrak dan perjanjian yang telah disepakati. Biasanya,  pekerjaan subkontraktor bersifat khusus, misalnya subkontraktor menggarap pondasi bor pile atau memasang kelistrikan. Dalam pelaksanaannya, main kontraktor dan subkontraktor akan saling berkoordinasi supaya proyek sesuai dan selesai tepat waktu. 

Mulanya, subkontraktor hanya bergerak di bidang bangunan dan teknik sipil. Namun kini jangkauan pekerjaan subkontraktor semakin luas. Beberapa bidang pekerjaan seperti teknologi informasi dan bisnis pun mulai menggunakan subkontraktor dalam pengerjaan proyeknya.

Tugas dan Tanggung Jawab Subkontraktor 

Subkontraktor
(Unsplash)

Tugas dan tanggung jawab subkontraktor dalam suatu proyek bisa dikatakan krusial. Pasalnya, subkontraktor memiliki peran penting dalam menangani suatu hal khusus.

Sebagai gambaran, berikut contoh subkontraktor yang dipekerjakan dalam proyek bangunan atau teknik sipil.

  • Perusahan konstruksi yang membangun apartemen baru dan menyewa perusahaan listrik untuk memasang kabel. 
  • Seorang agen real estate yang menyewa jasa arsitek dan desain interior untuk membangun cluster baru.  
  • Seorang makelar menyewa layanan kebersihan untuk membersihkan kantor perusahaannya.

Berdasarkan contoh tersebut, kamu dapat melihat bahwa subkontraktor memiliki peran yang cukup penting. Oleh karena itu, wajar bila biaya subkontraktor cukup tinggi, karena mereka ialah seseorang yang ahli di bidangnya.  

Tipe Subkontraktor 

Subkontraktor
(Unsplash)

Sebelum memutuskan untuk bekerja dengan subkontraktor, kamu perlu mengetahui tipe subkontraktor yang ada saat ini. Berikut dua tipe subkontraktor yang umum ditemukan: 

Subkontraktor yang menyediakan pekerja saja  

Subkontrakor ini hanya menyediakan tenaga kerja dan alat konstruksi. Sementara, bahan bangunan disediakan oleh perusahaan yang mempekerjakannya. 

Subkontraktor yang menyediakan pekerja dan material konstruksi

Berbeda dengan subkontraktor sebelumnya, subkontor ini menerima dan melaksanakan sebagian maupun seluruh pekerjaan proyek dari kontraktor utama. Artinya, baik tenaga kerja maupun bahan bangunan seluruhnya ialah tanggung jawab subkontraktor. 

Alasan Menggunakan Subkontraktor 

Tidak semua main kontraktor dapat menjangkau seluruh pekerjaan proyek. Ada beberapa hal khusus yang mesti dikerjakan oleh ahli, misalnya bidang kelistrikan. Oleh sebab itu, kamu membutuhkan subkontraktor untuk menggarapnya. 

Berikut ini alasan menggunakan subkontraktor yang bisa menjadi bahan pertimbangan:

Subkontraktor memiliki keahlian khusus

Subkontraktor umumnya ahli dalam satu bidang tertentu, sehingga kamu bisa mempekerjakannya untuk menggarap proyek yang kurang dikuasai. 

Selain itu, pemerintah juga memberikan peraturan bahwa pekerjaan yang bersifat khusus mestinya diberikan ke perusahaan yang sesuai dan kompeten.

Subkontraktor memiliki peralatan khusus

Beberapa subkontraktor memiliki alat khusus yang tidak dipunyai oleh kontraktor utama. Alih-alih membeli, kamu dapat menyewa alat tersebut dari subkontraktor jika memang membutuhkannya. Dengan begitu, pengeluaran proyek dapat lebih ditekan. 

Hemat dan fleksibel 

Memperkerjakan subkontraktor adalah bisa menjadi pilihan yang lebih tepat jika kamu ingin berhemat. Sebab, kamu tidak perlu bertanggung jawab terhadap pajak maupun asuransi pekerja subkontraktor. 

Selain itu, mempekerjakan subkontraktor juga cukup fleksibel. Kamu hanya perlu menggunakan jasanya saat butuh saja. Kelebihan lainnya, pekerja subkontraktor juga umumnya bisa dipanggil kapan saja, tidak harus sesuai jam kerja. 

Tips Memilih dan Mempekerjakan Subkontraktor

Subkontraktor
(Unsplash)

Kontraktor utama dapat memberikan kriteria tertentu saat memilih subkontraktor. Biasanya, kontraktor utama akan memperhitungkan kebutuhan dan biaya subkontraktor. 

Terdapat beberapa kriteria yang bisa dijadikan bahan pertimbangan saat memilih subkontraktor. Berikut di antaranya:

  • Harga yang ditawarkan oleh subkontraktor, apakah sesuai bujet atau tidak 
  • Portofolio atau hasil pekerjaan yang digarap sebelumnya 
  • Spesialisasi yang dikerjakan oleh subkontraktor 
  • Catatan mengenai kesehatan dan keselamatan proyek selama proses pengerjaan 
  • Reputasi perusahaan subkontraktor 
  • Sumber daya manusia serta peralatan yang digunakan oleh subkontraktor

Untuk cara pemilihan subkontraktor, sebaiknya diadakan tender fight. Jadi, kamu dapat melakukan perbandingan baik dari metode kerja maupun biayanya. Jangan buru-buru memutuskan, mengingat pekerjaan yang dikerjakan subkontraktor cukup krusial. Teliti dan lakukan perbandingan dengan hati-hati supaya mendapatkan subkontraktor yang ahli dibidangnya. 

Sebelum kontraktor mulai bekerja, siapkan beberapa hal berikut sebagai tindak antisipasi: 

  1. Buat surat-surat kerja dan lingkup kerja yang jelas antara subkontraktor dan kontraktor utama. 
  2. Bagikan jadwal proyek yang jelas agar pekerjaan selesai tepat waktu. 
  3. Catat dan sepakati jadwal pendatangan material maupun tenaga kerjanya. 
  4. Minta subkontraktor untuk membuat gambaran perencanaan pekerjaan sebelum memulai proyek. 
  5. Selalu komunikasikan setiap ada perubahan rencana. 

Cara Menjadi Subkontraktor 

Jika Pins tertarik menjadi subkontraktor, ada beberapa hal krusial yang harus disiapkan terlebih dulu. Sebagai panduan, berikut cara menjadi subkontraktor untuk perusahaan besar.  

Kuasai bidang tertentu 

Subkontraktor merupakan seseorang yang ahli dibidangnya. Oleh karena itu, Pins harus menjadi seorang spesialis di bidang tertentu atau proyek tertentu agar perusahaan lebih percaya.

Bangun image

Subkontraktor adalah perorang maupun perusahaan harus membangun image dan citra yang bagus agar makin dipercaya. Terlebih, jika kamu mengincar perusahaan besar sebagai kliennya. 

Buat data yang rinci dan transparan 

Ada subkontraktor yang juga menangani material bangunan. Jika begitu, maka Pins harus melakukan pencatatan secara rinci dan transparan. Sebab, hal tersebut erat kaitannya dengan reputasi dan kepercayaan klien. 

Memiliki prosedur yang jelas

Jika target klienmu ialah perusahan besar, maka bersikaplah seperti perusahan besar juga. Oleh karenanya, kamu tidak boleh melewatkan standar prosedur, seperti surat kerja sama, MoU, dan pencatatan lainnya. Selain itu, buat juga manajemen yang bagus agar koordinasi terjaga dan kerja sama dapat berjalan dengan baik. 

Itu tadi beberapa ulasan mengenai apa itu subkontraktor yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat ya, Pins!


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Kamu Agen properti independen atau Agen kantor properti. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Kamu kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Koordinator: Lea Lyliana

Editor: Achlisia