Kamus Istilah Properti

Skirting

istilah properti

Skirting

Skirting adalah papan lis yang dipasang sebagai pembatas antara lantai dan dinding interior. Lis ini biasanya terbuat dari kayu atau vinyl.

Apa itu skirting?

Dalam interior bangunan, kita mungkin akan menemukan sebuah lis yang diletakkan di bagian bawah dinding yang menjadi titik pertemuan dengan lantai. Bagian tersebut biasa disebut dengan skirting atau mungkin orang juga akrab menyebutnya dengan istilah plint.

Skirting adalah papan lis yang dipasang sebagai pembatas antara lantai dan dinding interior. Lis ini biasanya terbuat dari kayu atau papan vinyl. Ada juga yang menggunakan material keramik, marmer / granit, plastik, foam, sampai plat stainless / aluminium untuk diaplikasikan sebagai bagian ini.

Selain nama skirting, bagian ini juga punya beberapa sebutan lain. Beberapa sebutan tersebut antara lain adalah plint, wainscoting, mopboard, floor molding, atau base molding.

Ketika sudah dipasang, bagian ini akan menjadi penutup bagian tembok yang tidak rata, melindungi tembok dari benturan dengan furnitur, dan menambah estetika ruangan. Sebenarnya masih ada beberapa fungsi lain dari bagian ini yang akan dijelaskan lebih mendetail pada bab pembahasan berikutnya.

Fungsi dari pemasangan skirting

(Alibaba)

Pada bab sebelumnya, sudah disinggung sedikit fungsi dari pemasangan skirting. Di dalam bab ini, akan dijelaskan perihal fungsi pemasangan bagian ini lebih mendetail. Selengkapnya, simak poin-poin berikut ini.

  • Menjadi pelindung untuk bagian dinding yang tercover. Jadi, dinding bisa terlindungi dari benturan-benturan dengan furnitur atau kotoran.
  • Membuat proses pembuatan acian dinding lebih mudah.
  • Menutupi celah yang dihasilkan dari pertemuan antara dinding dan lantai.
  • Dapat difungsikan sebagai bagian untuk menyembunyikan menutupi aliran kabel yang diletakkan di bagian bawah plafon. Hal ini lebih mudah untuk dilakukan daripada menyusun kabel di atas plafon.
  • Menjadi penambah estetika ruangan. Jika material jenis batuan alam digunakan sebagai skirting, akan memberikan suasana alami pada ruangan.
  • Dinding terhindar dari kotoran-kotoran ketika mengepel lantai.
  • Membuat ruangan tampak lebih bersih.

Jenis-jenis skirting berdasarkan materialnya

Ada beberapa material yang sering dijadikan sebagai skirting atau plint. Material tersebut antara lain adalah keramik, kayu, vinyl, foam, plastik plat stainless / aluminium, dan marmer / granit.

Keramik

(YouTube)

Keramik adalah material yang umum digunakan sebagai plint untuk bangunan. Hal ini dikarenakan material keramik juga dipakai untuk diaplikasikan pada lantai. Jadi, beberapa orang memanfaatkannya juga untuk dipasang pada dinding bagian bawah. Bisa dari sisa-sisa keramik yang ada atau bahkan dibeli khusus untuk membuat plint.

Kayu

Kayu merupakan salah satu pilihan plint favorit yang ada di pasaran. Kita dapat menemukan beberapa pola dari plint ini. Dari pola klasik yang mempunyai banyak ornamen dan modern yang lebih punya kesan minimalis dan simpel. Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh plint kayu adalah kamu bisa menerapkan warna sesuai dengan keinginan.

Vinyl (PVC)

Bahan vinyl atau Polyvinyl Chloride (PVC) adalah jenis plint yang tahan air dan anti rayap. Di pasaran, Pins akan menemukan beberapa jenis plint vinyl mulai dari ukuran lebar 6 centimeter, 8 centimeter, sampai 10 centimeter.

Foam

(FN Profile)

Plint berbahan foam tergolong jenis yang paling fleksibel untuk diaplikasikan pada dinding interior. Selain karena materialnya yang terbilang lentur dan luwes, plint ini juga dilengkapi dengan lem. Jadi, kita hanya perlu menempelkannya pada dinding.

Punya karakter yang empuk dan lentur dibandingkan material solid yang lain, plint foam dapat rusak dengan apabila terbentur hantaman yang keras. Plint ini juga lebih cepat rusak dibanding dengan plint jenis lain jika terkena goresan benda tajam.

Plastik

(Huaxiajie)

Plint plastik adalah jenis yang dikenal memiliki harga yang ekonomis. Beberapa motif produk ini ada yang menyerupai kayu. Di bagian dalamnya, kita juga dapat menyembunyikan rangkaian kabel rumah agar lebih terlihat rapi.

Plat stainless / aluminium

(Made in China)

Plat stainless / aluminium dikenal tidak akan rusak dimakan rayap atau air. Di pasaran, Pins dapat menemukan beberapa jenis plint berbahan logam ini yakni melengkung ataupun lurus.

Marmer / granit

(Alibaba)

Selain kayu, material marmer atau granit dikenal dapat memberikan ruangan terkesan lebih natural. Cara pemasangannya hampir sama seperti material plint keramik. Jenis ini merupakan salah satu plint yang memiliki harga tinggi.

Beberapa contoh pengaplikasian

Setidaknya ada empat cara yang bisa digunakan sebagai patokan untuk pengaplikasian plint. Pertama, menyamakan dengan lantai. Kedua, memakai warna senada dengan warna dinding. Ketiga menerapkan prinsip dual tone. Dan yang terakhir adalah memakai plint dengan warna-warna netral.

Menyamakan warna plint dengan lantai

(Indiamart)

Menyamakan warna plint dengan lantai akan membuat sebuah ruangan terlihat rapi. Jika Pins memakai keramik untuk lantai, tinggal pasang saja sebagian dari material tersebut menjadi plint. Apabila lantai yang digunakan berbahan kayu, kita bisa memilih warna plint kayu yang mirip dengan lantai atau bahkan memiliki plint dengan pola alur kayu yang mirip.

Memakai warna senada dengan warna dinding

(Archiproduct)

Menerapkan plint yang warnanya senada dengan warna dinding juga bisa diaplikasikan. Akan tetapi, jika warnanya sama persis dengan warna dinding, keberadaan plint tidak begitu punya tampilan yang menonjolkan sisi estetika ruangan. Kamu bisa memilih warna-warna gradasi yang sesuai dengan warna dinding. Hal tersebut akan lebih memperkuat aksen warna pada ruangan.

Menerapkan prinsip dual tone

(Eclisse)

Mengkombinasikan dua warna yang kontras antara warna plint dan dinding merupakan hal yang cukup menarik untuk diaplikasikan. Kita bisa bereksperimen atau mencari referensi warna yang sesuai untuk diterapkan pada ruangan. Dual tone akan memberikan kesan ruangan yang lebih dinamis dan estetis.

Memakai plint dengan warna netral

(Medium)

Memakai warna-warna netral seperti putih, warna krem, dan sejenisnya juga bisa menjadi pilihan yang aman. Kita cenderung lebih mudah mengkombinasikan warna netral dengan warna-warna lain sebagai kombinasi. Namun, kamu masih perlu mempertimbangkan dan memperkirakan apakah dengan keberadaan warna netral akan memperkuat konsep ruangan yang diinginkan.


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!
Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.