Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Serba-serbi Tanah Waris, Surat Keterangan Ahli Waris Menjadi Kunci

Lifestyle

Serba-serbi Tanah Waris, Surat Keterangan Ahli Waris Menjadi Kunci

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 20 April 2020 ∙ 6 menit membaca

Berdasarkan hitam di atas putih, tanah yang telah diwariskan sudah bisa diperjualbelikan dengan bebas. Jika Pins berniat membeli tanah warisan, Pins perlu memastikan pihak penjual telah memenuhi kriteria hak hukumnya. Demi menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan, dan mengeliminasi kemungkinan pertikaian internal, berikut beberapa hal yang harus Pins ketahui tentang surat keterangan ahli waris.

Pinhome – Secara tertulis, tanah warisan adalah harta kekayaan pewaris yang telah meninggal dunia, namun seluruh atau sebagian hartanya telah jatuh dan dipindah tangankan kepada ahli warisnya. Di mata hukum, para ahli waris ini terbagi menjadi beberapa golongan. Di sinilah ada faktor penting membeli tanah warisan ini perlu dipastikan secara jelas, bahwa Pins sudah berhubungan dan berurusan langsung dengan sang ahli waris sah.

Umumnya, kegiatan jual beli tanah warisan sama saja dengan proses jual beli tanah kebanyakan. Perbedaannya terletak pada pajak-pajak yang dibebankan kepada sang penjual tanah. Jika pada jual beli tanah biasa, orang yang tercantum namanya pada sertifikat tanah wajib hadir untuk menandatangani akta jual beli, sementara pada proses jual beli tanah warisan, yang menanggung kewajiban bayar pajaknya adalah pihak penjual yang merupakan ahli waris sah dari pewaris yang telah meninggal dunia.

Surat keterangan ahli waris
(Rumah123)

Nah, sekarang adalah poin terpentingnya. Bagaimana cara keseluruhan proses jual beli yang aman dan bebas masalah jika Pins ingin membeli tanah warisan. Berikut beberapa kiat yang harus diikuti :

Cek kelengkapan dokumen legalitasnya

Sama halnya ketika Pins akan membeli properti, Pins wajib memeriksa kelengkapan dokumen ataupun surat-surat tanah warisan. Dokumen legalitas ini mencakup Sertifikat Kepemilikan, Akta Jual Beli, Surat Wasiat, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang, Surat Hibah dan surat-surat pendukung lain. Cari tahu apakah benar pihak penjual memang ahli waris dari pewaris atau pemilik sah tanah yang akan dibeli. Hal ini sangat penting agar Pins tidak terlibat dalam masalah sengketa di kemudian hari.

Siapa saja ahli warisnya?

Perlu Pins ketahui, ahli waris itu bisa lebih dari satu. Hal ini bisa dibuktikan dengan Surat Keterangan Ahli Waris ataupun Surat Pernyataan Ahli Waris. Karenanya, semua ahli waris harus terlibat dalam penandatanganan surat kuasa. Penting untuk Pins mencari informasi dari warga sekitar atau ketua RT dan ketua RW setempat. Pins wajib mengetahui semua identitas para ahli waris karena seringkali kasus yang terjadi adalah tanah warisan itu dibagi-bagikan untuk beberapa orang. Selalu ingat untuk mendapatkan kepastian kalau sang ahli waris sudah mengantongi hak menjual tanahnya sebelum memulai proses transaksi jual beli tanah warisan.

Namun, sertifikat atas nama pewaris tetap bisa diajukan untuk balik nama dengan menghubungi Kantor Pertanahan dengan melampirkan SKW (Surat Keterangan Waris). Proses jual beli tidak termasuk dalam pengajuan balik nama ini, melainkan hanya proses peralihan hak warisan (turun waris).

Adapun persyaratan pengajuan balik nama mencakup :
a. Tanah Warisan
b. Identitas Diri
c. Luas, letak dan penggunaan tanah yang dimohon
d. Jelas tidak ada sengketa atas pernyataan klaim tanah
e. Pernyataan tanah dikuasai secara fisik
f. Fotocopy identitas para ahli waris ataupun pemohon mencakup KTP, KK beserta surat kuasa yang telah diverifikasi kebenaran dengan berkas aslinya oleh petugas loket.
g. Sertifikat asli tanah
h. Surat Keterangan Waris yang sesuai dengan aturan perundang – undangan
i. Fotocopy lembar SPPT PBB di tahun yang sedang berjalan dan telah diverifikasi keabsahannya oleh petugas loket
j. Surat Keterangan Ahli Waris

Kenapa harus ada surat keterangan ahli waris? Sebenarnya, adanya surat ahli waris berkepentingan untuk menunjuk ahli waris secara sah, sehingga saat ahli waris ingin menyelesaikan persoalan yang sifatnya administratif mampu memiliki kekuatan hukum yang sah. Seperti proses transaksi jual beli tanah waris ini contohnya. Hal ini menjadi penting karena akan mencegah berbagai tindakan penyalahgunaan wewenang.

Terbayang bagaimana peliknya dan berbagai masalah yang berpotensi timbul jika proses jual beli tanah waris ini bisa dilakukan tanpa sepengetahuan atau kesepakatan sang ahli waris sah. Inilah kenapa harus ada bukti tertulis  yang memiliki kekuatan secara hukum atas ahli waris terpilih sehingga ia berhak mendapatkan kuasa dari pejabat berwenang yang juga bisa dibuktikan oleh beberapa syarat administratif dengan tahapan yang ketat.

Usahakan bertemu langsung dengan sang Ahli Waris

Sebelum Pins fix membeli tanah warisan, ada baiknya Pins bertemu terlebih dahulu dengan semua ahli waris yang sah untuk benar-benar mengenali identitas asli mereka. Di saat ini Pins juga bisa mencari tahu apakah ada ahli waris yang keberatan dengan transaksi jual beli tanah warisan yang sedang berlangsung.

Mengecek tanah warisan secara langsung

Dengan melakukan survei keadaan tanah secara langsung, secara otomatis Pins dapat menimbang-nimbang lokasi, akses jalan dan lingkungan sekitarnya. Selain itu, Pins bisa memastikan secara langsung apakah tanah tersebut sedang dalam status sengketa atau justru terlibat masalah tertentu dengan pihak bank. Kalau masih belum jelas, Pins bisa mempertimbangkan kembali bagaimana jadinya proses jual beli tanah waris tersebut.

Jalankan proses legalistas tanpa cela

Ketika Pins sudah yakin untuk melakukan transaksi jual beli tanah warisan tersebut, Pins harus menuntaskan akta jual beli dengan menghadirkan notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Dengan ini, legalitas proses transaksi ini bisa terjamin karena kegiatan tanda tangan akta jual beli harus dilakukan di depan semua ahli waris dan juga petugas yang berwenang. Bila ada ahli waris yang kebetulan berhalangan hadir, biasanya pihak yang bersangkutan memberikan surat kuasa yang menyertakan akta notaris tertulis untuk mengurus proses jual beli.

Surat kuasa yang dibuat atas pengawalan notaris

Agar proses jual beli terlegalitas dengan baik, buatlah surat kuasa atas dasar pengawasan notaris, karena nantinya ada identitas jelas seperti stempel dan tanda tangan. Jika memang tidak bisa melibatkan notaris, Pins bisa menggantinya dengan menghadirkan camat ataupun lurah setempat untuk menyaksikan proses jual beli tanah tersebut dan bertindak sebagai saksi sah.

Lakukan transaksi pembayaran secara transparan

Inilah momen paling krusial, Pins. Saat melakukan proses pembayaran, undanglah pejabat pemerintah setempat seperti ketua RT, RW, lurah atau camat saat melakukan pembayaran pada transaksi jual beli pada ahli waris di depan PPAT. Pastikan juga kalau masing – masing ahli waris sudah menerima pembayaran. Jika uang sesuai kesepakatan telah terkirim, transferlah via bank agar bisa menerima bukti penerimaan yang sah, atau kalau memungkinkan, tidak ada salahnya untuk mengirimkan dokumentasi pribadi seperti foto atau video, Pins.

Pendokumentasian keseluruhan proses jual beli tanah ini juga tidak ada salahnya loh didokumentasikan lewat foto dan video. Mulai dari proses pembelian hingga proses pembayaran agar kedepannya tidak ada masalah dan menyakinkan semua pihak bahwa keseluruhan prosedur telah sesuai dengan peraturan hukum. Jika semua proses ini telah Pins lalui, jangan tunda mendaftarkan sertifikatnya paling lambat 7 hari setelah akta jual beli jadi.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel