Pinhome

  • Blog
  • Tips Properti
  • Meski Bagus, Waspadai Hal-hal Ini Sebelum Membeli Atap Baja Ringan

Tips Properti

Meski Bagus, Waspadai Hal-hal Ini Sebelum Membeli Atap Baja Ringan

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 24 February 2021 ∙ 6 menit membaca

Banyak dijadikan pilihan oleh para developer dan keluarga Indonesia, tak diragukan lagi atap baja ringan memiliki banyak kelebihan, namun bahan material ini juga memiliki beberapa kelemahan yang harus kita waspadai. Jadi pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya baik-baik sebelum membeli ya, Pins. Tentunya kita menginginkan hal terbaik untuk rumah impian.

Pinhome – Rumah, sejatinya menjadi tempat kita berlindung dan juga beristirahat. Karenanya, kita harus memastikan semua bahan material yang digunakan tidak hanya aman tapi juga kuat dan tahan seiring berlalunya waktu. Untuk bahan kerangka atap rumah, bahan material yang sedang naik daun adalah atap baja ringan. Material ini dibanggakan karena mampu mengalahkan keunggulan yang dimiliki kayu dan kayu konvensional karena sifatnya yang ringan namun sangat kuat.

Meskipun popularitasnya sedang naik daun, ada baiknya kita tetap mempertimbangkan satu dua hal sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli material baja ringan sebagai bahan kerangka atap kita, Pins. Berikut beberapa hal yang patut kita pertimbangkan.

Kelebihan dari baja ringan

(Asia Jaya Steel)

1. Mudah dipasang dan ringan

Berat rata-rata dari baja ringan biasanya hanya berkisar di angka 9 kg per meter perseginya. Berkat sifat ringan yang dimilikinya, atap baja ringan tidak hanya memudahkan pekerja bangunan saat proses pemasangan tapi juga bisa menghemat biaya penyewaan tukang karena waktu yang dihabiskan untuk memasang tidak perlu berlama-lama. Sistem penyambungan yang dimiliki oleh baja ringan begitu bervariasi, ada yang memakai baut besi, las, keling ataupun sekrup.

2. Kuat dan berkualitas tinggi

Meski terbilang anak bawang dibanding dengan atap jenis lainnya, material atap baja ringan ini terbilang sangat kuat. Kerangka atap baja ringan tidak akan mudah berkarat dan cukup bandel dalam melindungi rumah dan keluarga saat menghadapi cuaca ekstrem. Kualitasnya jauh lebih tahan lama dibanding dengan atap kayu yang memiliki resiko keropos dan terserang rayap ataupun kerangka atap baja konvensional yang masih mudah berkarat seiring berlalunya waktu. Meski kelihatannya lebih tipis dan jauh lebih ringan, kenyataannya material ini tidak mudah menyusut ataupun memuai. Harganya pun sangat kompetitif bila dibandingkan dengan bahan material lainnya.

3. Mudah disambung dan dibentuk

Kadang, kita sulit mewujudkan desain layout rumah impian karena desainnya cukup rumit jika disesuaikan dengan bahan material yang tersedia. Tapi tidak kali ini, Pins. Bahan material baja ringan mudah dipotong dan dibentuk sesuai dengan bentuk rangka atap yang sudah kita miliki. Setelah kerangka atap baja ringan terpasang pun, material ini bisa dengan mudah disambungkan dengan jenis atap lainnya dengan hanya menggunkaan material penghubung baja.

4. Memiliki tegangan tarik yang tinggi

Dibandingkan dengan bahan material kerangka atap lainnya, atap baja ringan memiliki tekstur yang jauh lebih lentur dan jangan salah, hal ini sangat penting penting untuk dijadikan pertimbangan loh Pins. Kenapa? Karena semakin besar tegangan tarikan atap maka semakin banyak pula energi yang bisa diserap. Hal ini bertolak belakang dengan materi baja konvensional yang memiliki tegangan tarik rendah. Sebagai referensi saja nih, Pins. Material baja ringan memiliki tegangan tarik di angka rata-rata 550 Mpa sedangkan untuk material baja konvensional memiliki tegangan tarik di angka rata-rata 300 Mpa.

5. Ramah lingkungan karena bisa didaur ulang

Berkat sifat materialnya yang kuat dan tahan lama, kita bisa menggunakan bekas ataupun sisa baja ringan untuk bagian lain dari konstruksi rumah kita. Material baja ringan pun bisa dilelehkan dan dibentuk menjadi salah satu bahan bangunan dan fondasi rumah. Pemerintah juga sudah mengesahkan program memakai atap baja ringan dalam upaya menghemat penggunaan kayu dalam setiap kegiatan konstruksi, Pins. Otomatis, dengan menghemat penggunaan kayu, kita juga bisa membantu menghemat kayu dan menghentikan penebangan pohon sehingga hutan dan lingkungan di sekitar kita bisa menjadi lebih lestari lagi.

Baca juga: Ingin Bangun Rumah Sendiri? Ini Info Harga Bahan Bangunan yang Harus Diketahui!

Kekurangan dari baja ringan

(Builder ID)

Selain keunggulan dan kelebihan yang dimiliki, material baja ringan juga punya beberapa kekurangan yang patut kita pertimbangkan sebelum membeli nih, Pins!

1. Bukan termasuk material murah

Memiliki banyak kelebihan, tak heran kalau material baja ringan dibandrol dengan harga yang lebih mahal. Namun percayalah, untuk hal ini ada kualitas ada harga, Pins. Contohnya saja, harga baja ringan dihitung per 6 cm dari harga awal Rp 30.000 hingga Rp 120.000, harga ini pun belum termasuk biaya kelengkapan lain seperti reng, sekrup, kanal, alumunium foil dan genteng metalnya.

2. Bisa tergeser dan terbawa angin

Tenang, hal ini baru akan terjadi jika proses pemasangan tidak benar, Pins. Kemungkinan ini tetap ada karena sifat materialnya yang sangat ringan, apalagi di daerah-daerah yang memang pada dasarnya berangin cukup kencang, apalagi di saat musim hujan. Penyebabnya pun tak lain dan tak bukan karena sistem sambungan kerangka atap baja ringan ini hanya menggunakan baut sehingga menjadi sangat rawan saat angin besar datang dan bertiup kencang. Tapi, perlu diingat lagi yah Pins, hal ini hanya akan terjadi jika proses pemasangan kerangka atap ini tidak sempurna. Jadi, selalu yakinkan proses pemasangan ini sudah sempurna yah.

3. Tidak rapi dan kurang nilai estetik

Seperti yang kita perbincangkan sebelumnya, struktur atap rumah kita harus bisa menampung beban atap yang lumayan berat. Semakin berat jenis penutup atap yang dipasang otomatis kerangka atap yang dipasang semakin rapat. Meski memang bagus dari sisi kekuatan fondasi, jika dilihat dari sudut pandang estetika, kerangka atap baja ringan ini lumayan merusak keinginan bangunan. Terutama bila Pins memiliki sebagian atau seluruh atap yang transparan. Akan menjadi lebih baik kalau kerangka atap baja ringan ini dilapisi dengan plafon untuk menutup kerangka yang cukup berantakan.

4. Membutuhkan perhitungan yang matang

Untuk bisa membangun atap yang kuat dan tahan lama, baja ringan menggunakan sistem jaring untuk kerangka atapnya. Tapi perlu Pins ketahui, jaring dan kerangka ini bisa jadi berbahaya jika tidak diperhitungkan dengan teliti. Sebelum mulai membangun, ada baiknya Pins menghitung dan mempertimbangkan kemungkinan pemuaian dan penyusutan meski pada kenyataannya hal ini sangat jarang terjadi.

5. Tak bisa dipamerkan

Berbeda dengan jenis material atap lainnya, atap baja ringan tidak bisa dibuka secara transparan. Hal ini disebabkan oleh banyak hal terutama tampilannya yang tidak rapi seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama. Salah-salah, hal ini dapat merusak estetika seluruh fasad rumah. Selain itu, jika material baja ringan terekspos matahari secara langsung dalam waktu yang sangat lama, maka rumah akan terasa panas. Inilah yang menjadi jawaban kenapa hampir semua atap baja ringan ditutupi kembali oleh kayu ataupun genteng agar rumah beserta para penghuninya bisa terlindungi dari panas dan tentunya menjadi lebih rapi.

Itu dia kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh baja ringan, apakah Pins tertarik ingin menggunakannya untuk kerangka atap rumah impian?


Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel