Kamus Istilah Properti

Rencana Anggaran Biaya (RAB)

istilah properti

Rencana Anggaran Biaya (RAB)

RAB merupakan singkatan dari Rencana Anggaran Biaya. RAB adalah perkiraan biaya yang akan dikeluarkan untuk melaksanakan suatu proyek.

Fungsi RAB 

RAB
sumber: Pixabay

Dengan adanya RAB, Pins dapat menganalisa pengeluaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan. Adapun RAB memiliki 4 fungsi utama, yaitu:

1. Untuk mengetahui jumlah biaya total dari uraian item pekerjaan yang akan dilakukan, dari biaya upah pekerja, pembelian material, peralatan hingga biaya dari kebutuhan pendukung lainnya.
2. RAB menjadi acuan pelaksanaan sebuah proyek, sehingga mulai dari pemilihan vendor atau kontraktor, pembelian barang atau jasa, dan yang lainnya berjalan sesuai dengan RAB dan kontak yang telah disepakati.
3. Dengan RAB, Pins dapat mengetahui daftar dan jumlah material yang dibutuhkan. RAB harus memuat jumlah material yang dibutuhkan setiap komponen pekerjaan. Kebutuhan material dihitung berdasarkan volume pekerjaan yang akan dilakukan. Sehingga, jika ada kesalahan perhitungan volume komponen pekerjaan maka akan mempengaruhi jumlah material yang akan dibeli.
4. Di dalam RHB terdapat daftar peralatan – peralatan apa saja yang dibeli atau disewa dalam pelaksanaan sebuah pekerjaan. Estimasi kebutuhan peralatan dilakukan berdasarkan jenis, jumlah dan lama pemakaiannya.

Item Rincian yang Ada di Dalam RAB 

RAB
sumber: Pixabay

Dalam sebuah RAB, pengadaan barang atau jasa terdapat beberapa item rincian yang sangat penting. Berikut ini merupakan komponen item rincian tersebut:
1. Uraian pekerjaan yang dibagi ke dalam sub jenis pekerjaan yang bergantung pada jenis pekerjaan. RAB untuk pengadaan barang lebih sederhana daripada jasa konstruksi karena setiap bagian uraian pekerjaan harus dirinci dengan lebih detail.

2. Dalam suatu item objek terdapat volume pekerjaan yang memiliki satuan seperti meter persegi (m2), meter kubik (m3), atau unit. Volume pekerjaan yang memiliki satuan digunakan untuk pengukuran suatu item barang atau objek.
3. Harga satuan pekerjaan yang dapat dipisah menjadi dua bagian yaitu harga jasa atau harga jasa berikut materialnya. kalikan volume pekerjaan dengan harga satuan pekerjaan.

4. Perhitungan total upah pekerja yang didapatkan dari biaya per jam dikali estimasi waktu pekerjaan dikali total pekerja.

5. Total material bahan bangunan yang akan digunakan. 

6. Total atau jumlah harga yang didapatkan berasal dari penjumlahan total upah dengan total material atau perkalian volume dengan total upah yang akan dilaksanakan. 


Cara Menyusun RAB Pengadaan Barang atau Jasa

RAB
sumber: Pixabay

Dalam penyusunan RAB dibutuhkan ketelitian karena ada sub jenis pekerjaan seperti konstruksi yang harus dipastikan terdaftar dalam RAB, untuk perhitungannya sendiri dapat dikatakan mudah karena hanya merupakan hasil perkalian antara volume pekerjaan dan harga satuan pekerjaan. Ada 5 langkah yang harus diperhatikan dalam penyusunan RAB. 

1. Mempersiapkan Gambar Kerja Detail (DED)

Gambar kerja detail untuk pekerjaan konstruksi disebut detail engineering design (DED). Detail engineering design dibutuhkan untuk keperluan proyek, termasuk dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya. DED juga dapat digunakan untuk mengurus keperluan pembuatan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan pembuatan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK). Dengan kata lain, DED merupakan komponen yang penting dalam sebuah proyek karena akan memudahkan untuk menghitung volume pekerjaan. DED menjadi acuan dalam menentukan item-item pekerjaan yang akan dihitung dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya.


2. Menghitung Volume Pekerjaan 

Setelah semua item yang diperlukan masuk ke dalam daftar dengan baik, maka langkah selanjutnya adalah menghitung volume pekerjaan. Volume pekerjaan dapat dihitung dalam menggunakan satuan, misalkan per m2, m3, atau per unit. Lalu, volume pekerjaan nantinya dikalikan dengan harga satuan pekerjaan, sehingga didapatkan jumlah biaya pekerjaan.


3. Membuat dan Menentukan Harga Satuan Pekerjaan 

Dalam pekerjaan konstruksi, harga satuan pekerjaan dapat dipisahkan menjadi harga upah dan material. Perlu dilakukan survey harga pasar yang berlaku di daerah tersebut, harga itulah yang dipakai dalam perhitungan biaya pekerjaan. 


4. Menghitung Jumlah Biaya Pekerjaan 

Setelah menentukan volume dan harga satuan kerja, lalu langkah selanjutnya adalah mengalikan angka tersebut sehingga akan didapat jumlah biaya dari masing-masing pekerjaan dengan perhitungan volume pekerjaan dikali dengan harga satuan. 


5. Menghitung Keseluruhan Jumlah Total Masing-masing Sub Pekerjaan

 Yang terakhir adalah menghitung jumlah total masing-masing sub pekerjaan yang telah disusun sebelumnya. Sub pekerjaan harus diuraikan sedetail mungkin, lalu ditotalkan sehingga didapatkan jumlah total biaya pekerjaan kemudian dikurangi dengan biaya pajak.

Jadi, sudah tahu kan, seberapa pentingnya RAB? Semoga artikel ini bisa membantu dan memberikan inspirasi bagi Pins yang membutuhkan.



Ingin mencari rumah minimalis impianmu? Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti mu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai konsultan.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kamu kemudahan membeli properti