Pinhome

Tips Properti

Ukuran Standar tinggi pintu rumah tinggal

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 2 menit membaca

Ukuran standar tinggi rumah tinggal itu menyesuaikan ketinggian badan orang yang akan lewat dibawahnya agar tidak kejedot dan merasa nyaman berlalu lintas keluar masuk dibawahnya. kita tahu bahwa rata-rata orang indonesia itu ketinggianya 155 cm sampai dengan 180 cm jadi kita bisa membuat pintu dengan ketinggian diatas ukuran tersebut. di pasaran para tukang kayu banyak yang membuat kusen pintu dengan ketinggian dalam 210cm atau 2,1m dalam satuan meter ditambah dengan ketebalan kusen 6cm jadi total ada 216cm dari lantai bangunan sampai ketemu dinding di atas pintu. sedangkan lebarnya bisa dibuat ukuran bersih 80cm, yang kalau ditambah kusen 6cm kanan kiri jadi 96cm.

tinggi pintu 210 cm

Alasan kenapa Standar tinggi pintu rumah tinggal 210cm

seperti yang sudah diutarakan tadi yaitu menyesuaikan ketinggian orang yang akan menggunakan pintu tersebut, jika tinggi orang 170cm maka masih ada 40cm sisa diatasnya sehingga aman dari kejedot. ukuran ini juga sudah cukup untuk tempat masuk firniture seperti tempat tidur yang lebarnya 2m, dengan ukuran tersebut maka kasur atau sping bed itu masih bisa melewati pintu dengan cara dimiringkan.

Untuk kondisi khusus yang tinggi badan penghuninya melebihi standar rata-rata maka boleh dibuat lebih tinggi, misalnya pakai ukuran bersih 250m. pembuatan pintu yang tinggi juga bisa mengesankan kegagahan sehingga ruangan nampak besar, namun perlu disesuaikan juga ketinggian plafondnya agar serasi dengan pintunya. tinggi jendela sebaiknya disamakan dengan bagian atas pintu agar serasi, kecuali ada desain khusus yang memang sengaja dibuat berbeda.

Ukuran Standar tinggi pintu rumah tinggal 210cm itu bisa dipakai untuk ruang tamu, ruang tidur, ruang keluarga, ruang dapur dan sejenisnya. sedangkan kamar mandi bisa dibuat lebih pendek karena disitu tidak digunakan untuk lalu lintas firniture alias hanya orang saja yang lewat. tapi ada kondisi khusus yang ketinggian pintunya justru dibuat lebih rendah dari badan, misalnya pada rumah kuno atau mushola di jawa. disitu kita bisa menemukan pintu yang rendah sehingga perlu membungkuk jika hendak melewatinya kalau tidak ingin kejedot. hal ini menyesuaikan adat jawa yang sopan santun, yaitu bilang permisi dan membungkuk ketika lewat sebagai tanda penghormatan sekaligus menunjukan diri yang sikapnya rendah hati.

Tags :

Bagikan Artikel