Pinhome

Lifestyle

Ciri-ciri Rumah yang Sehat

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Membangun rumah yang besar dan megah itu jauh lebih mudah dari mewujudkan hunian yang sehat karena yang namanya kesehatan itu tidak peduli apakah yang punya rumah dalam kondisi kekurangan atau kebanyakan harta, tidak peduli apakah rumah itu dibangun dengan dana kecil atau berlimpah ruah, pada kenyataanya seringkali kita jumpai bahwa rumah kecil nan mungil itu ternyata jauh lebih sehat dibanding rumah yang besar nan luas, namun tentunya akan lebih baik jika rumahnya besar sekaligus sehat 🙂 untuk itu mari kita gali lebih dalam mengenai hal-hal yang menjadi ciri ciri rumah sehat. berbicara tentang kesehatan manusia maka kita akan berhubungan dengan empat unsur alam yang menjadi kebutuhan manusia sekaligus membahayakan jika tidak berada pada porsi yang benar, untuk itu agar lebih mudah maka kita kelompokan saja menurut empat unsur ini.

Air

  • Ketika hendak membangun atau membeli rumah maka perlu kita gali informasi tentang bagaimana sumber air pada lingkungan tersebut apakah menggunakan air bawah tanah, PAM, sungai, danau, tadah hujan atau sumber lainya.
  • Bak penampungan air dibuat sedemikian rupa agar mudah dalam menguras dan membersihkan kembali.
  • Jika membuat sumur bor bawah tanah maka lokasinya harus jauh dengan septictank, minimal sejarak 10 m. tentu kita tidak mau jika air hasil resapan septictank kita gunakan untuk mandi atau bahkan minum.
  • Air hujan yang jatuh ke atap rumah perlu diatur secara bijak, bisa ditampung untuk menyiram tanaman.

Udara

  • Setiap ruangan harus mempunyai ventilasi sebagai tempat pergantian udara segar, jumlah ventilasi juga tidak bagus jika terlalu banyak karena udara malam itu kurang bagus.
  • Menggunakan air condioner ( AC ) secara wajar.

Api

  • Jika ruang dapur menggunakan kompor dengan tabung gas LPG maka perlu diatur sedemikian rupa agar dapat berfungsi dengan baik namun tetap aman dan sehat.
  • Usahakan agar setiap ruangan mendapat sinar matahari yang cukup, karena ruangan yang lembab dapat berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri, kuman,virus dan teman-temanya.

Tanah

  • Tidak bijak jika kita menutup seluruh permukaan bumi dengan bangunan atau plesteran beton, air hujan yang turun ke permukaan bumi punya hak untuk menyerap kedalam tanah sehingga kondisi lingkungan tetap terjaga kesehatanya.
  • Usahakan ada area berupa tanah yang bisa menjadi tempat berpijak telapak kaki secara langsung, kita tahu bahwa pada telapak kaki manusia ada bermacam syaraf yang perlu dijaga kesehatanya.

Begitulan beberapa hal yang bisa dipertimbangkan dalam rangka mewujudkan rumah yang sehat, selain itu juga perlu dipikirkan dari segi keamanan, mengenai hal ini telah kita buat artikel secara khusus yang berjudul ciri ciri rumah yang aman, semoga terwujud rumah idaman keluarga 🙂

Tags :

Bagikan Artikel