Pinhome

  • Blog
  • Properti
  • Pasir: Si Primadona Misterius Dengan Segudang Manfaat

Pasir: Si Primadona Misterius Dengan Segudang Manfaat

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 23 April 2020 ∙ 6 menit membaca

Sampai saat ini, kebanyakan masyarakat Indonesia mengenal jenis pasir terbatas sebagai bahan bangunan yang sering dipakai dalam proses pembangunan. Setiap kegiatan konstruksi bangunan, kantor ataupun rumah tinggal, pasir pasti hadir untuk memenuhi kebutuhan pembuatan tembok, dasar lantai atau cor-coran. Tapi, tahukah Pins, sebenarnya ada banyak banget manfaat pasir yang kita tidak ketahui dan sangat bermanfaat untuk kehidupan kita sehari-hari, lho!

Di Indonesia saat ini, biasanya pasir berasal dari daerah lenteng, gunung berapi atau pun tambang tempat penggalian pasir. Karenanya, harga pasir yang dikenakan di kota-kota besar pun jauh lebih mahal dibandingkan di daerah-daerah pemasok lainnya. Sampai saat ini, sebenarnya cara yang paling baik untuk mendapatkan pasir adalah datang langsung ke toko material bahan bangunan terdekat, karena Pins juga harus memperhatikan jenis pasir tersebut dan juga menghitung besaran biaya untuk mengangkutnya ke rumah.

Pasir sendiri adalah materi bahan bangunan alami serba guna yang komposisinya sebenarnya sangat kompleks. Kebanyakan pasir yang dibuat saat ini terbuat dari silika, meski ada juga yang terbuat dari batu kapur, gypsum ataupun kwarsa. Nah, sebelum membeli pasir, ada baiknya Pins mengetahui jenis-jenis dari pasir yang banyak beredar :

1. Pasir Beton

Biasanya, pasir beton ini berwarna hitam pekat dan teksturnya sangat halus. Kalau Pins mencoba menggengam kuat pasir beton ini dengan tangan, maka ia tak mudah menggumpal dan cenderung langsung terurai. Jenis pasir beton sangat cocok untuk dijadikan bahan plester dinding, pengecoran, campuran adukan fondasi ataupun campuran adukan untuk memasang batu bata.

2. Pasir Pasang

Dibandingkan dengan kehalusan pasir beton, pasir pasang mempunyai tekstur yang lebih halus lagi Pins. Kalau Pins mengepal pasir ini keras-keras, maka ia tidak akan terurai ataupun menggumpal. Biasanya, pasir jenis pasang ini digunakan sebagai campuran pasir beton agar teksturnya tidak terlalu kasar, ataupun sekedar dipakai sebagai bahan campuran plesteran dinding.

3. Pasir Elod

Berbeda dengan pasir beton dan pasir pasang, kalau Pins mengepal pasir elod, maka ia akan langsung menggumpal dan tidak mudah terurai meski kalau dilihat dari teksturnya, pasir elod jauh lebih halus daripada pasir pasang dan pasir beton. Mungkin karena alasan teknis inilah, pasir elod tidak cocok digunakan sebagai bahan bangunan dan cenderung lebih cocok digunakan sebagai bahan pembuatan batako.

4. Pasir Merah

Tingkat kekasaran pasir merah cenderung tinggi dibanding tipe-tipe pasir sebelumnya, karena pasir jenis ini memiliki tekstur butiran yang besar dan juga berbatu. Karenanya, pasir merah ini lebih cocok dipakai untuk bahan pengecoran.

Setelah Pins mengetahui tipe dan jenis pasir yang tersedia saat ini. Kini saatnya Pins belajar tentang pasir yang memiliki kualitas unggul.

Ada trik khusus agar Pins bisa mengetahui kualitas pasir saat membeli, pertama-tama, Pins harus menggenggam pasir tersebut kemudian dilepaskan. Pasir yang terjatuh dengan tergumpal berarti kualitasnya kurang baik karena mengangdung banyak lumpur, tanah dan garang. Sementara di sisi lain, pasir yang teksturnya halus merupakan bahan bangunan ideal untuk bangunan atau rumah.

Cara selanjutnya adalah dengan memperhatikan kualitas dari pasir yang dibeli karena pasir yang baik dan berkualitas tinggi juga tidak mengandung ampas. Jangan ragu untuk mengambil segenggam pasir yang akan Pins beli, masukkan tangan ke dalam air. Jika pasir dalam kepalan itu tidak langsung buyar dan terurai, berarti pasir tersebut dalam kualitas yang baik. Sebaliknya, jika pasir tersebut langsung membaur, makan pasir tersebut mengandung ampas.

Baca juga: Bangun Rumah Sendiri? Pelajari Harga Pasir Per Kubik

Pemilihan pasir yang berkualitas tidak hanya akan mempengaruhi kekuatan dan kualitas bangunan yang akan dibangun tapi bergantung pada banyak atau sedikitnya semen yang akan Pins pakai nantinya. Pasir yang berkualitas baik akan mengandung banyak kerikil atau batu kecil-kecil, biasanya berukuran 0.5 mm hingga 2 mm.

SNI (Standar Nasional Indonesia sendiri telah mengatur dan memiliki nilai tolok ukur sendiri apakah kualitas pasir atau agregat ini layak dinyatakan baik. Ciri-ciri pasir berstandar SNI adalah :

a. Pasir berbentuk butiran tajam dan keras dengan indeks kekerasan kurang dari 2.2
b. Pasir sifatnya kekal, maka seharusnya ketika diuji dengan memakai Natrium Sufat, bagian yang hancur maksimal tidak lebih dari 12% sementara jika dites dengan menggunakan larutan Magnesium Sulfat, tingkat kehancuran seharusnya tidak mencapai 10%
c. Kandungan lumpur tidak sampai 5%, jika lebih dari itu, maka pasir harus dicuci karena banyak mengandung lumpur.
d. Pasir juga tidak boleh mengandung terlalu banyak bahan organik karena dikhawatirkan akan sangat berpengaruh pada daya tahannya
e. Pasir harus mempunyai reaksi negatif terhadap cairan alkali pada beton sehingga bisa diketahui memiliki nilai keawetan yang tinggi.
f. Diameter ukuran pasir dan modulus kehalusannya harus berkisar di angka 1.5 hingga 3.8
g. Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai bahan bangunan agregat halus beton karena akan berbahaya. Kecuali sudah diawasi dan mendapat petunjuk langsung dari lembaga pemerintah terkait bahan bangunan yang akan dipakai.

Berikutnya kita akan mempelajari soal kuantitas saat membeli pasir. Perlu Pins ketahui, sebenarnya jual beli pasir sangat riskan akan tindak penipuan terkait jumlah kuantitas pasir. Bukan berarti berprasangka buruk ya, tetapi tidak sedikit pedagang yang menambahkan balok kayu pada truk sehingga total volume pasir yang harus diangkut jadi jauh lebih sedikit. Maka dengan alasan apapun, tolaklah saat Pins lihat keberadaannya ada di atas mobil pengangkut.

Nah, ternyata. Tidak hanya untuk membangun, pasir juga bisa digunakan untuk taman rumah dengan beragam fungsinya.

1. Lebih hangat

Dibandingkan dengan tanah biasa, pasir jauh terasa lebih hangat untuk tanaman saat musim panas sehingga cocok digunakan untuk pohon berukuran besar yang membutuhkan temperatur tinggi.

2. Penyerapan pupuk lebih baik

Dibandingkan dengan kombinasi pupuk pada tanah biasa, kombinasi pupuk di atas media pasir menghasilkan efek yang lebih tinggi kepada tanaman karena serapan nutrisi dari pupuk menjadi lebih tinggi.

3. Cocok untuk bertanam

Dengan menggunakan media pasir, Pins akan lebih mudah bercocok tanam karena media tanam seperti pasir tidak menjadi keras dan menggumpal setelah Pins selesai memanen sayur ataupun buah, apalagi kalau tanahnya berada dalam situasi basah. Air akan jauh lebih cepat terserap, akar tanaman pun akan menjadi lebih halus, bentuknya indah dan lebih rapi. Tentunya hal ini menjadi keuntungan tersendiri untuk Pins yang berencana menjual hasil tanamnya.

Menyoal harga, harga pasir bisa bervariasi menurut satu jenis ke varian jenis lainnya. Contohnya saja, untuk varian pasir mundu, harga pasir per kubik dibandrol dengan harga Rp 225.000, harga pasir mundu 1 pick up dijual dengan harga Rp 575.000, lumayan berbeda jika dibandingkan dengan jenis pasir Cileungsi yang harga pasir per kubiknya dijual dengan harga Rp 185.000 sedangkan harga pasir per 1 truknya dijual dengan harga Rp 1.150.000.

Nah, bagaimana, apakah Pins sudah memutuskan tentang pasir yang akan digunakan pada rumah idaman nanti? Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel