BlogPemilik PropertiFinansialLebih Untung Reksadana atau Saham?
0
0

Lebih Untung Reksadana atau Saham?

Dipublikasikan oleh Yurinda Dini dan Diperbarui oleh Yurinda Dini

Apr 5, 2023

4 menit membaca

Copied to clipboard
Lebih Untung Reksadana atau Saham?top-right-banner

Ada banyak bentuk investasi yang dapat kamu pilih sesuai dengan tujuan finansial, kemampuan, dan kebutuhan. Termasuk saham dan reksadana. Namun, sering kali muncul pertanyaan, lebih untung reksadana atau saham? Tak jarang, hal inilah yang membuat para investor pemula kebingungan.

Perlu kamu pahami bahwa tidak ada satupun bentuk investasi yang sepenuhnya aman dan dapat memberikan angka keuntungan besar dalam waktu singkat. Semua memiliki kelebihan dan risiko. Kamu harus mengingat prinsip ini sehingga bisa memanfaatkan instrumen investasi yang menjadi pilihan sesuai dengan kebutuhan. 

Baca juga: Ini Letak Perbedaan Reksadana dan Saham Untuk Investasi

Plus dan Minus Investasi Reksadana

Source : Pixabay

Memilih investasi berupa reksadana berarti semua anggaran yang kamu investasikan sepenuhnya akan dikelola oleh seorang Manajer Investasi. Seorang Manajer Investasi telah memiliki banyak pengalaman dalam menentukan langkah antisipasi ketika mengelola semua dana investasi yang berasal dari para investor.

Inilah sebabnya, memilih Manajer Investasi menjadi aspek yang sangat penting dan perlu kamu perhatikan. Pastikan kamu mempercayakan semua dana investasi kepada seorang Manajer Investasi yang kompeten, berpengalaman dalam mengelola dana besar, kredibel, memiliki reputasi yang baik, dan minim keluhan.

Namun, kamu sebagai investor juga wajib menyiapkan berbagai biaya tambahan untuk kebutuhan administrasi. Besar kecilnya biaya ini akan terlihat ketika kamu memilih Manajer Investasi. Sebaiknya, pilih Manajer Investasi yang mematok biaya kecil untuk operasional dan transaksi. 

Baca juga: Berniat Investasi? Cek Cara Daftar Reksadana BCA dan Jenis Produknya Ini

Bagaimana dengan Saham?

Source : Freepik

Sementara itu, memilih untuk berinvestasi dalam saham berarti kamu harus bersiap untuk mengelola semua dana investasi secara personal. Jadi, kamu harus memiliki pengetahuan yang cukup baik terkait kapan harus melepas saham, membeli, dan menahan untuk melepasnya. 

Selain itu, kamu juga menjadi orang yang melakukan analisis laporan finansial suatu perusahaan yang kamu incar sahamnya. Kamu memang melakukan pembelian saham dari perusahaan sekuritas. Namun, perusahaan hanya berperan sebagai perantara transaksi, makelar, atau broker. 

Artinya, perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk mengelola semua uang yang kamu investasikan. Tak hanya itu, perusahaan juga tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan, apakah harus menjual atau menahan saham milikmu, perlukah segera membeli kembali, dan keputusan lainnya. 

Oleh karena kamu menjadi pihak yang mengelola dana, maka semua keuntungan yang kamu dapat akan masuk sepenuhnya pada dompet pribadi. Namun, jangan lupa jika hal yang sama juga terjadi saat kamu merugi, Pins. Oleh karena itulah, kamu sebaiknya belajar dan memahami lebih banyak lagi tentang investasi saham.

Baca juga: Resiko Reksadana Pasar Uang yang Perlu Dipahami

Mana yang Lebih Menguntungkan?

Mungkin kamu sudah mendapatkan sedikit gambaran tentang lebih untung reksadana atau saham untuk pilihan investasi masa depan? Supaya lebih jelas, kamu bisa kembali membandingkan kedua instrumen investasi tersebut pada aspek berikut ini.

Jangka waktu dan tujuannya

Source : Pixabay

Apa yang menjadi tujuan kamu berinvestasi, baik dalam bentuk reksadana atau saham menjadi aspek yang cukup berpengaruh. Reksadana menjadi bentuk investasi yang bisa bertujuan untuk jangka pendek dan panjang, sesuai dengan jenisnya. 

Beberapa contoh instrumen investasi dalam bentuk reksadana yang bisa menjadi pilihan adalah reksadana pasar uang yang minim risiko, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Ini bisa kamu sesuaikan dengan jangka waktu investasi.

Selain itu, kamu juga tidak boleh lupa bahwa selalu ada risiko yang mengikuti semua bentuk investasi yang kamu pilih. Jadi, pastikan kamu juga sudah menyadari apa saja risiko dari investasi tersebut.

Sementara itu, saham menjadi jenis investasi yang paling tepat untuk kebutuhan jangka panjang. Kondisi pasar yang sangat fluktuatif membuat kamu tidak akan mendapat angka keuntungan maksimal jika memilih saham untuk investasi jangka pendek. 

Tujuan jangka panjang tersebut misalnya sebagai anggaran cadangan untuk hari tua atau setelah pensiun. Dana ini biasanya akan kamu perlukan sekitar 30 tahun mendatang. Tempo yang panjang akan menjadi tindakan antisipasi terkait ketidakstabilan harga saham yang mungkin terjadi. 

Namun, ini hanya berlaku apabila kamu memilih berinvestasi saham pada perusahaan yang memiliki fundamental baik. Sebab, harga saham akan cenderung mengalami peningkatan, tidak berbeda dengan harga jenis komoditi lain secara umum.

Kapabilitas

Source : Pixabay

Aspek lain yang turut berpengaruh saat kamu membandingkan lebih untung reksadana atau saham adalah kemampuan atau kapabilitas keuangan diri sendiri. Ketika memilih reksadana sebagai instrumen saham, kamu tidak memerlukan dana modal yang besar. Bahkan, mulai dari Rp10 ribu, kamu sudah bisa memulai investasi.

Kemudian, kamu bisa menyisihkan pemasukan setelah mendapatkan pembayaran gaji secara konsisten. Proporsinya juga bisa kamu tentukan sendiri. Sementara itu, apabila kamu memutuskan untuk memulai investasi dalam saham, anggaran modal yang wajib kamu siapkan minimal sama dengan harga saham yang ada.

Setiap kamu ingin melakukan pembelian saham, jumlah paling sedikit yang dapat kamu beli yaitu 1 lot atau sekitar 100 lembar saham. Contohnya, kamu mengincar saham yang harganya Rp1.000, maka dana yang perlu kamu siapkan adalah Rp100 ribu untuk membeli saham tersebut. 

Sama halnya dengan harga saham sebesar Rp30 ribu, kamu harus menyiapkan anggaran hingga Rp3 juta. Saham blue chip sendiri rata-rata memiliki harga lebih dari Rp1.000 untuk setiap lembarnya. Namun, sekali lagi, keuntungan saham juga lebih besar, khususnya untuk perusahaan dengan fundamental yang baik.

Sekarang, kamu sudah tahu lebih untung reksadana atau saham sebagai instrumen investasi, Pins. Pastikan saja kamu memilih salah satunya dengan pertimbangan matang. Yuk, mulai investasimu sekarang!

Feature Source Image: Pixabay


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Cek properti pilihan kami, Perumahan Royal Kemanggisan dan temukan keunggulan, fasilitas menarik dan promo menguntungkan lainnya cuma di Pinhome! Cari tahu juga tips penting persiapan beli rumah dan KPR di Property Academy by Pinhome.

Hanya Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Copied to clipboard
bottom-sidebar-banner
left footer bannerright footer banner
left footer bannerright footer banner

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok
          sticky banner
          sticky banner
          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download