Pinhome

  • Blog
  • Tips Properti
  • Inilah Bahaya Asbes Yang Sering Terlupa, Yuk Lindungi Si Kecil dan Orang Tercinta

Tips Properti

Inilah Bahaya Asbes Yang Sering Terlupa, Yuk Lindungi Si Kecil dan Orang Tercinta

Ditulis oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 6 menit membaca

Murah, ringan, fleksibel dan kuat. Inilah beberapa alasan utama yang langsung membuat asbes menjadi pilihan primadona bagi keluarga dan pelaku industri di Indonesia. Sayangnya, dibalik berbagai keuntungan yang ia miliki, ada beberapa bahaya yang ikut mengintai.

Secara kasat mata, struktur dan warna dari asbes berubah seiring berjalannya waktu. Dan ternyata, perubahan warna yang terjadi pada atap asbes bukan hanya soal estetis, tapi juga mutu asbes itu sendiri. Perubahan fisik dan warna yang terjadi menandakan perubahan struktur dari material asbes. Setelah beberapa tahun berlalu, terkena sinar terik matahari dan derasnya hujan, asbes akan terurai. Inilah kenapa kita tak jarang menemukan beberapa bagian asbes yang rapuh dan serat yang mulai terlepas.

Asbes adalah materi mineral alami yang dicampur dengan plastik dan semen. Percampuran inilah yang menyebabkan asbes bersifat kuat namun cukup ringan. Tapi, sifat asbes berubah ketika mencapai tahap penguraian. Setelah bertahun – tahun digunakan, akan muncul debu dari proses penguraian asbes yang diklaim sangat berbahaya bagi kesehatan pernafasan karena partikel mikroskopik dari debu asbes akan bertahan di dalam paru – paru. Inilah yang menjadi penyebab utama kenapa atap asbes berbahaya.

Partikel mikroskopik dari asbes tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, tidak dapat dicium apalagi dicicip. Jadi, ketika tanpa sadar terhirup, partikel mikroskopik tersebut akan terperangkap secara permanen di dalam tubuh, memicu peradangan, luka dan luka yang bersifat genetik pada sel – sel tubuh. Dan tanda – tanda gangguan pernafasan karena asbes tidak akan muncul hingga waktu 20 – 30 tahun kemudian.

Sifat asbes yang mudah terurai ketika terkena tetesan hujan dalam waktu yang lama juga menimbulkan masalah baru, yaitu jamur. Jamur – jamur yang timbul pada atap asbes jadi jauh lebih bahaya karena penyebaran spora yang berukuran kecil tak kasat mata ini bisa menginfeksi siapa saja yang berada di dalam rumah. Jadi, penting banget untuk kita ya Pins yang memiliki rumah atap asbes untuk selalu memperhatikan kemunculan atau penyebaran jamur pada atap rumah.

Jangan ditunda terlalu lama, karena gangguan pernafasan yang ditimbulkan oleh partikel mikroskopik asbes dan spora jamur ini bersifat permanen. Partikel yang mengganggu saluran pernafasan ini akan tetap tinggal di paru – paru, dan membutuhkan atensi medis yang lebih mendalam lagi di masa depan.

Debu mikroskopis dan spora jamur akan sangat membahayakan anak – anak, orang tua ataupun mereka yang sistem imunnya sedang lemah. Individu yang mempunyai riwayat alergi, asma parah dan penyakit pernafasan lainnya pun memiliki resiko lebih tinggi terinfeksi asbes. Ketika mereka tak sengaja menghirup debu mikroskopis dan spora kecil,  berikut beberapa masalah pernafasan yang akan timbul :

  • Bagi yang memiliki alergi atau sistem pernafasan yang sensitif, akan mengalami sesak nafas, mata merah berair, batuk kering, ruam kulit, radang tenggorokan, bersin – bersin.
  • Mereka yang memiliki riwayat penyakit asma akan mengalami batuk kering, sesak nafas, sensasi sakit dan menekan pada dada dan kesulitan untuk menarik nafas panjang
  • Bagi yang memang memiliki masalah pernafasan, biasanya akan mengalami demam tinggi hingga kesulitan bernafas
  • Anak – anak, orang tua ataupun mereka yang memiliki daya tahan imun rendah, akan merasa mual dan sakit kepala berkepanjangan.

Wah, wah, akibatnya dari bahaya asbes ini bukan main – main ya Pins. Meskipun begitu, disisi lain kita pun mengerti kalau mengganti rumah atap asbes memang butuh usaha dana yang tidak sedikit.

Baca juga Jangan Tergiur Harga Murahnya, Atap Asbes Ternyata Punya Konsekuensi Sendiri Loh!

Bukan sebagai solusi permanen, berikut beberapa tindakan pencegahan yang bisa kitalakukan untuk mengurangi resiko kesehatan dari bahaya asbes ya.

  • Refurbish dengan memakai coating khusus
    Kita bisa menghubungi tenaga ahli terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang coating ini ya. Untuk mengulur waktu dari bahaya asbes, kita bisa melakukan pelapisan ulang pada atap asbes, selain membuatnya menjadi anti bocor, pelapisan dengan coating khusus juga akan menjaga serat – serat asbes tetap berada di tempatnya dan terkunci selama beberapa waktu. Sebaiknya ya Pins, pilih jenis coating dengan kualitas terbaik karena lapisan coating ini juga sangat berperan menahan sinar terik UV dan melindungi asbes dari berbagai cuaca ekstrim.
  • Atap Ganda
    Penerapan atap ganda ini memungkinkan kamu untuk meletakkan atap baru (biasanya yang berbahan metal) diatas atap asbes yang ada. Cara ini paling umum digunakan dan hasilnya pun terasa lebih maksimal dan kokoh daripada memakai coating khusus. Namun, penerapan atap ganda ini terbilang lebih mahal, namun sebagai gantinya kita akan mendapatkan atap yang aman dan tahan terhadap berbagai cuaca ekstrim.
  • Sistem tambal
    Salah satu hal yang semakin mempercepat proses kerusakan asbes sendiri adalah kerusakan yang disebabkan oleh tetesan air hujan. Siapa sih yang tidak bête kalau rumahnya bocor? Apalagi kalau sampai harus menadahkan ember/panci setiap kali hujan turun. Duh, repot. Cara paling cepat dan ekonomis untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menambalnya. Tapi, perlu diingat, sistem tambal untuk asbes ini tidak dapat diandalkan dalam jangka waktu panjang. Perubahan suhu saja sudah dapat membuat lapisan tambal ini rusak dan retak.
  • Ganti baru per lembar
    Rumah atap asbes akan semakin berbahaya ketika lapisan asbesnya sudah mulai terurai. Nah, pastikan untuk mengganti setiap lembaran atap asbes yang sudah mulai usang dan berdebu. Pastikan untuk memakai masker yang rapat saat mengganti lembaran atap asbes karena partikel – partikel debu dari asbes itulah yang sangat berbahaya bagi kesehatan pernafasan.
  • Memakai tape khusus asbes
    Cara ini mirip dengan sistem tambal yang sudah dijelaskan sebelumnya, karena sama – sama berfungsi untuk menahan kebocoran air dari atap. Perbedaannya, tape khusus asbes ini lebih tahan terhadap terpaan sinar UV dan jauh lebih tahan kepada cuaca dingin maupun panas karena berbahan karet dan lebih fleksibel.

Berbeda dengan bahan – bahan lainnya, asbes mempengaruhi kualitas udara yang ada dalam rumahmu. Bahaya asbes pun akan lebih dirasakan oleh anak kecil, orang tua dan mereka yang memiliki sistem imun lemah. Ketika akhirnya kita memutuskan untuk mengganti atap asbes pun, penanganannya harus khusus dan hati – hati loh karena debu – debu yang mudah berterbangan itu akan hinggap secara permanen di paru – paru jika terhirup.

Jika kita tidak bisa langsung mengganti atap asbes dengan bahan material lain yang lebih aman, segeralah lakukan beberapa cara alternatif yang sudah dijelaskan ya. Jangan anggap remeh kebocoran pada atap asbes karena bisa berujung kepada masalah yang lebih berat lagi. Menurunnya kualitas asbes tidak hanya membahayakan keluarga kita sendiri, tapi juga para tetangga dan lingkungan sekitar yang kemungkinan menghirup partikel mikroskopik dari asbes.

Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel