Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Tunai, Cash Keras, atau Cash Bertahap, Ini Pertimbangan Saat Beli Rumah

Finansial

Tunai, Cash Keras, atau Cash Bertahap, Ini Pertimbangan Saat Beli Rumah

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 4 menit membaca

Kalau ditanya apa yang menjadi pertimbangan utama Pins saat beli rumah, pasti 80% akan menjawab harga. Memang di dalam pembelian properti, harga menjadi salah satu faktor utama. Dalam artikel ini, Pinhome akan membahas tentang pertimbangan apa yang harus Pins ingat saat hendak memilih metode pembayaran rumah idamanmu!

Pinhome – Investasi properti memang membutuhkan biaya yang sama sekali tidak sedikit ya, Pins! Bahkan, rumah subsidi pun masih berkisar sekitar ratusan juta di pinggir kota-kota besar Indonesia. Oleh karena itu, terlepas dari jenis hunian apa yang diinginkan, Pins harus melakukan perencanaan yang matang – termasuk metode pembayaran apa yang harus Pins pilih.

Di pasaran properti Indonesia, terdapat 3 metode pembayaran yang paling banyak dilakukan: tunai (cash), tunai bertahap (cash installment), dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Mana yang paling ideal? Pertimbangan apa yang harus dipikirkan sebelum menentukan di antara ketiga opsi tersebut? Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Jika Pins sudah memiliki uang cukup, pilih tunai atau cash keras

Alasan pernyataan di atas sebenarnya simpel, siapa sih yang mau dililit pinjaman berlama-lama? Oleh sebab itu jika Pins memang sudah memiliki tabungan yang cukup untuk beli rumah, tak ada salahnya Pins beli rumah dengan tunai atau cash keras.

Walaupun dinamakan tunai atau cash keras, bukan berarti Pins harus datang ke pameran dengan membawa uang ratusan juta, lho! Pins punya waktu satu bulan sejak tanggal perjanjian untuk melunasi pembayaran. Asyiknya lagi, biasanya pihak pengembang akan memberikan diskon yang sangat signifikan (10-15%) untuk para pembeli rumah yang melakukan pembayaran secara tunai.

Oh ya, Pins! Metode pembayaran ini juga bukannya tanpa resiko, ya! Karena Pins akan melakukan transaksi dengan nilai yang amat besar, maka ada baiknya Pins mempelajari track record pengembang perumahan tersebut. Jika Pins membeli rumah di sebuah proyek yang masih belum jadi, pastikan juga Pins mengetahui secara persis kapan waktu yang realistis untuk serah terima kunci.

Baca juga: Sebelum Beli Rumah, Ajukan Dulu Beberapa Pertanyaan ke Developer!

2. Jika Pins sudah memiliki tabungan yang lebih dari cukup untuk uang muka rumah, pilih tunai bertahap atau cash installment

Nah, metode pembayaran tunai bertahap atau cash installment ini pas untuk Pins yang sebenarnya sudah memiliki tabungan yang lebih dari cukup untuk membayar uang muka. Biasanya, para developer memiliki skema pembayaran dengan tenor singkat, antara 6 hingga 24 bulan.

Keuntungan beli rumah dengan cash installment adalah Pins tidak perlu berlama-lama memiliki pinjaman karena sudah diselesaikan dengan waktu relatif cepat. Selain itu, karena ini adalah proyek developer sendiri, maka cicilan cash installment ini biasanya fixed rate alias tidak tergantung dengan suku bunga bank yang naik turun.

Sama seperti metode pembayaran dengan tunai, Pins yang melakukan pembelian rumah dengan tunai bertahap juga harus melakukan riset menyeluruh untuk mengecek reputasi pengembang. Pins juga harus tahu kapan hunian Pins mulai dibangun dan kapan waktu yang ditargetkan untuk penyerahan kunci.

3. Jika Pins ingin metode pembayaran yang lebih fleksibel, KPR-lah jawabannya!

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sampai sekarang masih menjadi opsi pembayaran yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tak heran, program bank yang diawasi oleh pemerintah ini sudah banyak menolong orang-orang di Indonesia untuk memiliki hunian impian masing-masing.

Keuntungan metode pembayaran KPR adalah tenor dan jumlah cicilan yang lebih murah. Ya iyalah! Bagaimana pun membayar Rp4.5 juta sebulan akan terdengar jauh lebih mudah daripada membayar langsung Rp1 milyar secara tunai, kan?

Tapi KPR ini juga memiliki kelemahan, lho, Pins! Pertama, pengurusan administrasi untuk pengajuan KPR lumayan banyak. Selain itu, karena tenor KPR lama (sekitar 5 hingga 15 tahun), Pins akan lebih lama terikat oleh pinjaman.


Nah, itu tadi pertimbangan yang harus Pins lakukan sebelum memutuskan untuk beli rumah menggunakan cash, tunai bertahap, dan KPR. Kesimpulannya, Pins harus menyesuaikan keputusan metode pembayaran rumah dengan kondisi dan kemampuan keuangan Pins, ya!

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel