Pinhome

Jenis Jenis Font

Dipublikasikan oleh Intan Malika Putri ∙ 17 September 2021 ∙ 9 menit membaca

Jika berbicara tentang jenis font, tentunya ada sangat banyak. Masing-masing memiliki karakteristik dan fungsi masing-masing.

Mengetahui jenis font memang terkesan tidak penting bagi masyarakat umum. Namun bagi sebagian orang lagi yang memang berhubungan desain, font adalah salah satu faktor penting yang tak boleh diabaikan.

Pasalnya, desain akan memiliki ‘feel’ yang berbeda jika menggunakan font berbeda.

Sekilas Tentang Font

Istilah “font” berasal dari salah satu kata dalam bahasa Perancis kuno. Istilah ini merujuk kepada sesuatu yang meleleh. Kemunculan istilah ini mengacu pada pembuatan font yang dahulu menggunakan logam cair dan dibentuk menjadi karakter.

Penemuan tersebut akhirnya dipakai untuk mencetak huruf-huruf di kertas. Font sendiri dipakai untuk memberikan tambahan elemen desain serta kreativitas pada suatu karya tulis. Di luar arti istilah yang sudah dijelaskan, font juga dapat memberikan emosi pada teks melalui desainnya.

Seiring berjalannya waktu, komputer ditemukan dan sekarang semua orang bisa membuat font sendiri. Bahkan saat ini sudah ada jutaan font yang ada di internet. Aplikasi komputer seperti Word dan Excel memungkinkan kamu mengubah font sesuai kebutuhan dan keinginan.

Jenis-Jenis Font

Dalam desain grafis, font dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya mengenai desain font beserta contoh-contohnya.

1. Serif (Berkaki)

Serif (Berkaki)

Jenis font yang pertama disebut sebagai serif. Serif sendiri istilah yang digunakan untuk menyebut font berkaki.

Biasanya, kaki ini ada di bagian sudut bawah huruf. Sudut huruf yang berkaki ini kemudian disebut sebagai serif bracketed.

Font jenis serif cukup sering digunakan dalam desain grafis serta dokumen karena relatif lebih mudah dibaca dengan jelas. Font serif juga terdiri dari beberapa jenis dan pasti kamu sudah familiar dengan nama nama font berikut ini.

  • Rockwell
  • Times New Roman
  • Georgia
  • Roboto Slab
  • Cambria
  • Noto Serif
  • PT Serif
  • Source Serif Pro
  • Perpetua
  • Trajan pro

Selain font di atas, jenis-jenis font serif juga masih banyak jika kamu mau mencarinya di internet.

2. San-Serif (Tanpa Kaki)

San-Serif (Tanpa Kaki)

Berbanding terbalik dengan font sebelumnya, san serif justru tidak memiliki kaki di bagian sudut hurufnya. Font jenis ini memiliki kesan yang lebih kasual namun masih tetap mudah dibaca oleh para penikmat desain.

Seperti font serif, san serif juga terdiri dari banyak jenis yang bisa kamu temui. Dua yang paling terkenal dari kelompok font ini adalah Arial dan Calibri.

Selain kedua font tersebut, masih ada beberapa font san serif yang tak kalah terkenalnya. Berikut ini beberapa contohnya.

  • Comic Sans MS
  • Helvetica
  • Franklin Gothic Book
  • Verdana
  • Segoe UI
  • Gill Sans MT
  • Lucida Sans.

3. Display

Display

Di urutan ketiga ada jenis font display atau dekoratif. Usia font ini sebenarnya sudah sangat tua karena pertama kali muncul pada tahun 1800-an. Saat itu, font display atau dekoratif diperlukan untuk membuat iklan supaya lebih menarik. Dengan begitu, pembaca pun akan membaca iklan tersebut.

Font display umumnya dibuat dalam ukuran yang besar serta diberi banyak ornamen hiasan agar lebih indah. Prioritas utama dalam pembuatan font jenis ini adalah keindahan, bukan kemudahan membaca. Tak heran jika font-font dari kelompok ini lebih sulit dibaca.

Sampai saat ini, font jenis display atau dekoratif tetap digunakan untuk membuat dokumen atau desain yang formal seperti sertifikat, piagam, ijazah, dan sebagainya. Berikut ini macam macam font style dekoratif yang saat ini ada, antara lain:

  • Rosewood
  • Bermuda
  • Umbra
  • Grunge
  • Doodle
  • Dot 28.

4. Script (Tulisan Tangan)

Script (Tulisan Tangan)

Jenis font berikut ini mungkin cukup jarang kamu dengar, terlebih kalau kamu baru saja mempelajari font. Selain serif dan san serif, font script juga cukup banyak digunakan di dunia desain.

Istilah script sendiri kerap dipakai untuk menyebut font yang bentuknya mirip tulisan tangan.

Jadi, font script sendiri sangat identik dengan bentuk-bentuk tulisan manual yang dengan tangan. Biasanya, font script banyak dipakai untuk menulis nama di sertifikat, membuat undangan pernikahan, dan lain sebagainya.

Font script sering dipakai untuk membuat undangan karena dianggap mampu menimbulkan perasaan dekat secara personal. Beberapa contoh font dari kelompok script antara lain:

  • Vivaldi
  • Segoe script
  • Lucida handwriting.

5. Slabserif

Slabserif

Mungkin kamu masih asing dengan jenis font slabserif. Wajar saja karena jenis font ini tidak sepopuler serif dan san serif. Slabserif sendiri berasal dari Inggris.

Ciri khas font ini adalah bentuknya yang berupa blok tebal. Karakter yang dimiliki font jenis ini juga lebih berani dibandingkan yang sebelumnya.

Karena karakternya berani, tebal, dan besar, font ini lebih sering dipakai untuk pembuatan iklan, poster, serta pamflet. Fungsinya tidak lain dan tidak bukan untuk mendapatkan perhatian dari para pembaca.

Baca juga:

6. Hand Drawn

Hand Drawn

Ketika mendengar istilah hand drawn mungkin kamu sudah bisa menyimpulkan dan membayangkan font jenis apa ini. Ya, font ini terinspirasi dari tulisan tangan manual.

Bahkan beberapa font yang ada di dalam kelompok hand drawn, dibuat secara langsung menggunakan goresan tangan. Namun tak sedikit juga font hand drawn yang dibuat menggunakan sketsa kemudian discan dan dimasukkan ke dalam aplikasi desain.

Tak ada batasan yang mengatur penciptaan font hand drawn. Kamu bisa menggabungkan font tebal, tipis, art deco, dan sebagainya.

7. Comic

Comic

Ketika mendengar istilah comic, mungkin kamu akan memikirkan buku cerita bergambar penuh dialog. Nah, font jenis comic ini sebenarnya mempunyai ciri khas dan bentuk huruf seperti yang biasa kamu lihat di komik.

Karakter font comic ini menyesuaikan dengan segmentasi pembacanya yang kebanyakan anak muda. Adapun karakteristik font comic antara lain ramah, friendly, mudah dibaca, dan dekat dengan anak muda.

Kalau kamu fokus di desain dan gambar komik, sebaiknya gunakanlah font dari kelompok comic untuk memperkuat karakter komik buatanmu.

8. Stensil

Stensil

Istlah stensil mungkin terdengar aneh di telinga orang awam. Tapi kalau kamu adalah seniman atau pelukis, istilah stensil bukanlah hal yang asing untukmu. Istilah stensil sendiri digunakan untuk menyebut cara seorang seniman membuat sebuah street art.

Setiap seniman dan pelukis tentu memiliki ciri khas tersendiri di setiap coretan yang dibuatnya. Font stensil juga dikenal dalam dunia desain grafis. Penggunaannya pun lebih luas. Bahkan saat ini font Stensil lebih banyak dipakai untuk membuat headline berita.

Tak sedikit surat kabar atau koran yang menggunakan font dari kelompok Stensil untuk membuat desain halaman utama mereka.

9. Blackletter

Blackletter

Kalau kamu memperhatikan karya tulis lawas yang berasal dari Inggris, tentu sudah familiar dengan font yang satu ini. Namanya adalah Blackletter namun sering juga disebut sebagai Old English. Sama seperti namanya, font ini dahulu kerap dipakai di karya tulis lawas di Inggris.

Blackletter memiliki gaya gothic yang unik. Pasalnya, setiap huruf seolah mempunyai aksesoris masing-masing yang bentuknya seperti topi.

Kesan yang ditimbulkan memang seperti rumit dan ramai karena terlalu banyak dekorasi. Meski begitu font blackletter ini masih bisa terbaca dengan baik. Jadi, kalau kamu menggunakan font ini di desain, tak perlu khawatir. Orang-orang akan tetap bisa menerima pesan yang ingin kamu sampaikan,

10. Typewriter

Typewriter

Persis seperti namanya, font typewriter ini merupakan sekelompok karakter yang terinspirasi dari hasil ketikan mesin tik. Mesin ini dahulu sangat populer sebelum masuk ke era digital seperti saat ini. Jenis font typewriter juga terdiri dari banyak jenis yang bisa kamu pilih.

Kamu bisa menggunakan font jenis ini untuk membuat sebuah desain yang vintage atau retro. Kombinasikan saja dengan elemen-elemen lain agar menjadi unik dan menarik.

11. Dekoratif

Dekoratif

Font berikutnya yang cukup sering digunakan dalam dunia desain adalah dekoratif. Font ini pada dasarnya merupakan huruf biasa yang diberikan berbagai ornamen penghias atau garis yang membuat huruf tampak lebih indah.

Sebenarnya huruf dari kelompok font ini tidak begitu disukai karena huruf-huruf memiliki terlalu banyak ornamen. Hal ini membuatnya lebih sulit dibaca dibandingkan kelompok font lainnya. Kalau kamu membutuhkan font yang memiliki tingkat keterbacaan ini, sebaiknya hindari font dekoratif.

12. Pixel

Pixel

Font pixel sebelumnya dikenal dengan nama screen font. Font yang satu ini hanya menampilkan kontras dua warna yaitu hitam dan putih. Jika dilihat dari visualnya, font pixel mempunyai warna dan bentuk yang sama-sama tajam.

Biasanya, font jenis ini lebih sering dijumpai untuk pembuatan struk atau bukti pembelian barang di supermarket, SPBU, dan lain sebagainya.

13. Retro

Retro

Banyak orang yang menyamakan font pixel dan retro padahal keduanya sangat berbeda.

Font retro lebih sering dijumpai dalam beberapa jenis font seperti sans serif, serif, dan script. Font retro juga lebih banyak dipakai untuk membuat poster dan logo bertema klasik atau vintage.

14. Grunge

Grunge

Font yang satu ini mewakili satu gaya yang tidak teratur, keras, dan kotor.

Grunge sering dipakai untuk merepresentasikan generasi 80 sampai 90-an yang gemar melakukan pemberontakan. Font jenis ini pertama kali diperkenalkan oleh David Carson.

15. Dingbat

Dingbat dikenal sebagai karakter atau ornamen yang dicetak. Font ini tidak berbentuk huruf seperti biasa, melainkan berbentuk simbol yang merupakan representasi dari huruf dan angka.

Font Dingbat memiliki banyak variasi, seperti bullet list, ilustrasi, button, dan elemen user interface.

16. Monospaced

Monospaced

Sebenarnya, font monospaced dibuat untuk memenuhi kebutuhan mesin tik.

Font ini juga kerap disebut sebagai font yang tidak proporsional karena semua karakter menempati ukuran ruang yang sama. Contoh font jenis ini antara lain Monaco dan Courier.

17. Novelty

Novelty

Novelty sering dianggap sebagai salah satu jenis font di luar kategori font utama yaitu serif, san serif, script, cursive, atau old english.

Font jenis ini dianggap lebih menarik perhatian sehingga kerap digunakan sebagai judul atau headline.

Font ini memang punya ciri khasnya sendiri sehingga menyenangkan untuk dikumpulkan dan dilihat.

18. Calligraphic

Jenis font yang terakhir adalah calligraphic. Font ini terinspirasi dari gaya atau teknik penulisan kuno memakai pena dengan ujung datar. Alat tersebut mampu menghasilkan huruf yang artistik dan bentuknya unik.

Arah dan gerakan pena sangat menentukan ketebalan garis yang membentuk suatu karakter. Penulisan dengan gaya seperti ini adalah salah satu bentuk seni rupa yang biasa dipakai untuk menulis surat formal dan undangan.

Jenis Font yang Umum Dipakai

Di antara semua jenis font yang sudah dibahas di atas, sebagian dari mereka sangat populer dan sering dipakai di dunia desain grafis.

Berikut ini beberapa jenis font keren yang umum digunakan oleh para profesional.

  • Serif, memiliki kesan yang profesional sehingga kerap dipakai untuk membuat desain apa pun. Terutama desain yang formal seperti dokumen, merek, dan logo perusahaan.
  • Trajan, kerap dijumpai pada poster film-film asal Hollywood.
  • Frutiger, sering digunakan untuk membuat media publikasi seperti info grafis, marketing tools, dan sebagainya.
  • Bicham Script Pro, termasuk dalam kelompok font dekoratif yang biasa dipakai untuk membuat undangan resmi.
  • Moonface Script, biasanya digunakan untuk membuat desain yang berkaitan dengan olahraga.
  • Merno Script, merupakan bentuk tulisan tangan yang elegan sehingga kerap dipakai di undangan, pamflet, terutama untuk heading.
  • Helvetica, memiliki kesan simple, modern, dan tampak meyakinkan.
  • Baskerville, font transisi antara klasik dan modern yang memiliki ciri khas berupa garis horizontal.
  • Times, lebih tepatnya Times New Roman masih menjadi format standar untuk dokumen-dokumen di Indonesia.
  • Gotham, memiliki kesan modern dan clean. Biasanya dipakai untuk kampanye politik.
  • Bodoni, terkenal sebagai salah satu font di poster film.
  • Didot, lebih ramping dari Bodoni dan masih sering dipakai sejak zaman dahulu hingga saat ini.
  • Futura, sering dipakai untuk iklan serta dokumen bisnis lainnya. Memiliki kesan yang profesional dan memiliki tingkat keterbacaan tinggi.
  • Gill Sans, memiliki beberapa jenis pilihan font yang biasa dipakai untuk banyak dokumen.

Jika dipelajari lebih lanjut, ada banyak sekali jenis jenis font yang bisa kamu pilih dan aplikasikan ke dalam desain.

Namun semakin banyak pilihan, biasanya desainer akan semakin bingung dalam menentukan keputusan. Sebaiknya perhatikan lagi tujuan pembuatan desain dan sesuaikan fontnya.

Tags :

Bagikan Artikel