Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Mengenal Investasi Obligasi untuk Para Investor Muda

Finansial

Mengenal Investasi Obligasi untuk Para Investor Muda

Dipublikasikan oleh Bekti ∙ 19 November 2021 ∙ 6 menit membaca

Ada berbagai jenis investasi yang populer di kalangan masyarakat. Orang banyak berinvestasi di instrumen-instrumen yang sudah akrab di telinga seperti saham, emas, atau properti. Namun, ada jenis investasi lain yang sebenarnya patut untuk diperhitungkan yaitu obligasi. Obligasi adalah instrumen investasi yang berkaitan dengan pemberian utang.

Pinhome – Bagi orang yang baru akan memulai untuk berinvestasi, tentunya harus mengetahui instrumen-instrumen yang ada. Calon investor yang mempelajari berbagai jenis instrumen investasi akan mengetahui sifat serta keuntungan atau kerugian yang akan didapatkan. Berpegang pada pengetahuan tersebut, calon investor bisa mengetahui instrumen investasi yang paling cocok untuknya.

Instrumen investasi berupa obligasi sendiri memang tidak sepopuler saham atau emas, namun tetap banyak orang yang memilihnya. Hal ini dikarenakan keuntungan-keuntungan yang telah diperhitungkan oleh para investor obligasi seperti adanya peraturan atau Undang-undang dalam investasi obligasi ini.

Kalau Pins ingin belajar investasi, tidak ada salahnya untuk mengetahui tentang instrumen investasi ini. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya!

Mengerti Apa Itu Obligasi

(Constellation Financial Advisors)

Secara mudahnya, obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pihak peminjam. Surat tersebut kemudian diberikan kepada pemberi modal yang dalam hal ini merupakan investor. Jadi, jika kamu melakukan investasi dalam bentuk obligasi, maka kamu seolah meminjamkan uang kepada suatu pihak.

Peminjaman tersebut bukan sekadar memberikan uang dan pihak peminjam berjanji mengembalikan. Di dalam investasi obligasi, ada jangka waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Selain itu, selama waktu peminjaman, terdapat bunga yang berlaku sehingga pihak investor akan mendapatkan uang pinjaman ditambah bunga atau dalam obligasi sering disebut dengan kupon.

Selain itu, surat obligasi yang diterbitkan oleh peminjam bisa saja tidak menjadi hak milik pribadi dari investor tergantung pada perjanjian. Surat obligasi tersebut kemudian bisa diperjualbelikan kepada orang lain seperti layaknya saham. Hal ini dijelaskan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 775/KMK/001/1982.

Perbedaan Instrumen Investasi Ini dengan yang Lainnya

(The Jakarta Post)

Setiap instrumen investasi tentunya memiliki pengertian dan cara kerja yang berbeda-beda. Meskipun sama-sama bisa diperjualbelikan seperti saham, obligasi adalah instrumen investasi yang kepemilikannya berbeda. Setelah membeli saham terbeli, instrumen tersebut kepemilikannya berpindah dari perusahaan ke investor. Sedangkan obligasi sendiri suratnya merupakan sebuah perjanjian.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, obligasi bisa diperjualbelikan melalui bursa efek. Namun, tidak semua instrumen investasi ini bisa ditransaksikan. Hanya obligasi yang memuat perjanjian tersebut yang bisa dijual atau dibeli melalui bursa efek.

Obligasi juga berbeda dengan deposito. Keduanya sama-sama dilakukan dalam jangka waktu tertentu, hanya saja obligasi adalah sebuah pinjaman yang diberikan kepada pihak lain dan deposito bisa diartikan sebagai ‘menitipkan’ uang. Selain itu, bunga yang didapat dari obligasi lebih besar jika dibandingkan dengan deposito.

Jenis-Jenis Obligasi Menurut OJK

(Tomorrow Makers)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengawasi dan menyelenggarakan sistem pengaturan dalam sektor jasa keuangan. Salah satu hal yang menjadi tanggung jawab OJK tentunya yaitu penanaman modal atau investasi.

Lembaga tersebut, melalui laman resminya juga memberikan penjelasan mengenai obligasi. OJK menyebutkan bahwa obligasi adalah surat utang dalam jangka waktu tertentu yang dapat diperjualbelikan. Di dalam surat tersebut terdapat perjanjian untuk membayar pokok utang serta imbalan berupa bunga atau kupon pada waktu yang telah ditentukan.

Selain itu, OJK juga mengelompokkan obligasi menjadi 3 jenis umum yaitu:

Obligasi Pemerintah

Sesuai dengan namanya, instrumen investasi ini diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia dalam bentuk Surat Utang Negara. Ada 3 seri obligasi yang diterbitkan yaitu kupon tetap (seri FR – Fixed Rate), kupon variable (seri VR – Variable Rate), dan obligasi dengan prinsip syariah atau Sukuk Negara.

Obligasi Korporasi

Obligasi jenis ini diterbitkan oleh sebuah perusahaan baik itu Badan Usaha Milik Negara atau BUMN maupun korporasi lainnya. Sama seperti yang diterbitkan oleh pemerintah, terdapat 3 jenis obligasi korporasi yaitu kupon tetap, kupon variabel, dan obligasi berprinsip syariah.

Obligasi Ritel

Kelompok obligasi yang ketiga yaitu obligasi ritel. Surat-surat yang ada di sini merupakan terbitan pemerintah namun diperjualbelikan melalui berbagai agen yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Obligasi jenis ini bisa dibeli oleh individu atau perseorangan.

Untung Rugi Investasi Obligasi

(Diskartes)

Sama seperti instrumen investasi lainnya, obligasi juga memiliki keuntungan dan kerugian yang perlu diperhitungkan oleh calon investor. Pertama, yuk ketahui dulu tentang keuntungan dari investasi ini!

Mendapat Keuntungan dari Bunga

Penerbit obligasi atau peminjam uang akan menuliskan besaran kupon atau suku bunga di dalam obligasi. Besarannya sendiri berbeda-beda tergantung jenis bunga yang diberikan. Selain itu, kupon dari obligasi juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito.

Adanya Selisih Harga Obligasi

Obligasi merupakan instrumen investasi yang bisa diperjualbelikan. Tidak menutup kemungkinan bahwa nilainya bisa semakin tinggi. Misalnya yaitu saat Pins membeli obligasi, harganya 100%, lalu ketika dijual ternyata harganya naik menjadi 120%. Tentunya kamu mendapatkan keuntungan (capital gain) yang lebih melalui investasi tersebut.

Diatur oleh Undang-undang

Obligasi terutama yang dikeluarkan oleh pemerintah memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan instrumen investasi lain sepert saham. Hal ini dikarenakan pembayaran pokok utang dan kupon sudah dijamin oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008.

Bisa Dijadikan Jaminan

Walaupun obligasi merupakan surat utang, investasi ini tetap bisa dijadikan sebagai agunan atau jaminan jika pemiliknya perlu mengajukan pinjaman.

Dibalik keuntungan yang bermacam-macam, ada kerugian yang juga perlu diperhatikan oleh Pins ketika ingin melakukan investasi obligasi, di antaranya yaitu:

Ada Risiko Gagal Dibayar

Sebuah pinjaman akan menguntungkan jika peminjam bisa mengembalikan uang beserta bunganya. Namun, tidak semua pinjaman berjalan mulus dan berakhir memberikan kerugian karena pihak peminjam tidak bisa mengembalikan uang yang telah diberikan. Hal ini juga berlaku untuk obligasi kecuali yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Besaran Bunga Bisa Berubah

Sama seperti investasi-investasi lainnya, besaran bunga yang diperoleh tidaklah stabil. Keuntungan akan sangat dipengaruhi oleh suku bunga umum, ekonomi, dan kondisi politik yang terjadi saat itu. Tentunya hal tersebut selalu berubah seiring waktu sehingga keuntungan obligasi juga terpengaruh.

Nilainya Lebih Rendah di Pasar Sekunder

Obligasi yang belum jatuh tempo akan memiliki nilai jual yang lebih rendah di Pasar Sekunder. Hal ini tentunya menimbulkan kerugian dari pihak investor.

Berdasarkan penjelasan di atas, apakah Pins juga tertarik untuk investasi obligasi? Pertimbangkan keuntungan dan kerugian yang didapat serta pilih jenis obligasi yang paling sesuai dengan tujuanmu, ya!


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Safina

Editor: Bekti

Tags :

Bagikan Artikel