Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Cara Menghitung Watt Lampu LED Agar Hemat Listrik

Lifestyle

Cara Menghitung Watt Lampu LED Agar Hemat Listrik

Dipublikasikan oleh Aileen Velishya ∙ 3 September 2021 ∙ 5 menit membaca

Saat ini lampu adalah hal yang telah menjadi kebutuhan pokok. Ya, tanpa lampu mungkin Anda akan kesulitan dalam melakukan aktivitas tertentu, terutama untuk aktivitas-aktivitas yang membutuhkan pencahayaan. Sebut saja di rumah, seperti pada malam hari segala aktivitas membutuhkan lampu untuk pencahayaan. Sayangnya terkadang kita lupa dan untuk menghitung watt lampu sehingga tagihan listrik akan membengkak di akhir bulan. Penting lho mengetahui cara menghitung watt lampu LED supaya Pins hemat listrik.

Pinhome – Penting untuk memilih lampu dengan watt yang sesuai untuk kebutuhan kamu. Salah satu jenis lampu yang sering digunakan adalah lampu LED (Light Emitting Diode).

LED adalah jenis keluarga dioda yang dibuat dari bahan semikonduktor dengan warna cahaya yang sangat bervariatif. Warna-warna cahaya ini bergantung pada jenis bahan yang digunakan untuk membuat lampu LED. Biasanya lampu LED ini digunakan sebagai lampu tidur pada kamar-kamar remaja. Nah jika Pins penasaran dengan watt LED di rumah, yuk simak cara menghitung watt lampu LED agar lebih hemat listrik pada ulasan di bawah ini!

Mengenal Apa Itu Lampu LED

(Pinterest)

Lampu LED adalah diode yang disusun menjadi sebuah lampu. Lampu ini memiliki usia pakai yang lebih panjang dan efisien listrik yang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis-jenis lampu lainnya. Bahkan lampu LED ini dapat menghasilkan cahaya yang terang tanpa harus pemanasan terlebih dulu (warm up). 

Namun biaya awal lampu LED ini cukup mahal. Meski begitu lampu LED tetap menjadi favorit banyak orang karena variasi warna yang sangat banyak dan sangat hemat listrik. Jadi lampu ini bisa menjadi salah satu lampu pilihan kamu untuk penerangan di rumah.

Lampu LED memiliki bentuk seperti bohlam dengan ukuran kecil namun berbeda dengan lampu pijar pada umumnya. Hal ini karena LED tidak membutuhkan pembakaran filamen sehingga tidak menimbulkan panas saat menghasilkan cahaya.

LED memiliki 2 kutub, yaitu kutub positif kutub negatif dan chip semikonduktor yang menimbulkan junction positif dan negatif serta listrik. LED memancarkan cahaya saat diberi aliran listrik tegangan maju yang masuk ke dalam kategori transduser yang berperan dalam merubah energi listrik menjadi cahaya.

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan LED

(Pinterest)

Kelebihan lampu LED adalah salah satu jenis lampu yang paling banyak ditemukan di pasaran. Harganya juga lebih ekonomis jika dibandingkan dengan LED strip 24 V. Tidak hanya itu, lampu LED juga lebih aman digunakan karena tegangannya yang rendah, sehingga tidak begitu berbahaya apabila terkena tubuh.

Selain itu lampu LED juga tersedia dalam berbagai varian warna sehingga bisa dimanfaatkan sebagai dekorasi rumah atau menjadi lampu tidur. LED juga jenis lampu yang sangat awet dan tahan lama. 

Bahkan kapasitas LED ini bisa mencapai 100 ribu jam dan 30 kali lebih awet jika dibandingkan dengan jenis-jenis lampu biasa lainnya. Tidak hanya itu, varian warna yang banyak dan bentuknya yang tersedia dalam berbagai macam bentuk membuat LED menjadi lampu dekorasi yang bisa digunakan di berbagai ruangan.

Namun jika ada kelebihan, tentu juga terdapat kekurangan pada lampu LED ini. Salah satunya adalah semakin rendah tegangan lampu LED, maka untuk kekuatan yang sama dibutuhkan arus listrik yang lebih besar. Hal ini menyebabkan semakin besar panas tahanan yang dialirkan pada rangkaian sirkuit LED.

LED ini memang telah diakui sebagai lampu produk baru yang hemat energi dan lebih ramah terhadap lingkungan. Selain itu, lampu LED juga mengkonsumsi daya yang cukup rendah. Mungkin banyak dari Pins yang penasaran dengan konsumsi daya dari lampu LED. Berikut beberapa tips cara menghitung kebutuhan lampu LED terhadap daya listrik, antara lain:

  • Cari jenis lampu yang sesuai dengan kebutuhan kamu
  • Ketahui besaran watt atau daya dari LED yang kamu pilih
  • Hitung total daya atau watt yang dibutuhkan oleh LED dengan rumus Watt = Ampere x Volt

Baca juga: Kelebihan Lampu LED yang Harus Kalian Tahu!

Cara Menghitung Watt Lampu LED

(Pinterest)

Dalam cara menghitung kebutuhan lampu LED, Pins harus menghitung beberapa hal untuk akhirnya menghitung daya lampu LED. Berikut penjelasan yang sebaiknya kamu simak.

R = Resistor

I = Arus LED (arus maksimal LED = 20 mA)
Vs = Tegangan sumber (listrik PLN 220 V)
Vd = Tegangan kerja LED (tegangan kerja maksimal LED = 3,7 volt)

Perhitungan Beban Kerja LED

R = (220 V – (3,7 V x 30 pcs) / 0,02 A

R = (220 V – 111 V) / 0,02 A

R = 109 V / 0,02 A

R = 5.450 ohm

Perhitungan Besar Arus Total LED

Id = Arus LED
R = Beban total LED
Id = (Vs-Vd) / R

Id = (220 V – 111 V) / 5.450 ohm

Id = 109 / 5.450 ohm

Id = 0,02

Perhitungan Besar Daya LED

Pd = Besar daya lampu LED

Pd = 0,02 A x 111 V

Pd = 2,22 Watt

Jadi besar watt lampu LED adalah 2,22 Watt.

Itulah informasi mengenai cara menghitung watt lampu LED. Semoga dengan ulasan di atas bisa menambah pengetahuan kamu mengenai lampu LED dan cara menghitung kebutuhan lampu LED serta jenis-jenis lampu lainnya. Semoga bermanfaat!

Baca juga: 13 Model Lampu Gantung Ruang Tamu untuk Mempercantik Rumah


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel