Pinhome

Investasi dalam Islam: Boleh atau Tidak?

Dipublikasikan oleh Annisa Hapsari ∙ 25 October 2021 ∙ 5 menit membaca

Investasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan. Dengan berinvestasi seseorang dapat menambahkan tambahan pemasukkan tanpa melakukan pekerjaan. Sayang beberapa umat Islam masih ragu melakukan investasi karena dianggap riba. Padahal sebetulnya mereka tak perlu khawatir, sebab kini ada banyak produk investasi yang mengedepankan syariat Islam. Jadi, investasi dalam Islam itu boleh atau tidak ya?

Pinhome – Namun sebetulnya bagaimana hukum investasi dalam Islam itu sendiri? Apakah investasi halal atau justru dilarang dalam Islam? Guna mengetahui jawabannya, Pins dapat menyimak ulasan berikut sampai habis. Berikut uraiannya. 

Hukum Investasi dalam Islam

(Pxfuel)

Islam sebetulnya adalah agama yang cukup fleksibel. Aturan dalam syariatnya tidak saklek dan kaku. Perihal investasi sendiri, Islam pun memperbolehkannya.

Dalam bahasa sederhananya, investasi halal bagi mereka (umat Islam). Bahkan Islam sendiri mendukung umatnya untuk memiliki kemerdekaan dalam hal keuangan atau finansial. 

Dalam Islam, istilah investasi dikenal dengan nama mudharabah. Secara definisi, mudharabah adalah menyerahkan sejumlah modal kepada orang yang memiliki usaha atau perusahaan.

Jadi, investor akan mendapatkan imbal hasil dari keuntungan pengelolaan usaha tersebut. 

Namun demikian, Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki produk investasi syariah yang sesuai dengan syariat Islam. Perbedaan produk investasi ini dengan investasi konvensional yakni pada pembagian keuntungan dan produknya. 

Investasi syariah menerapkan konsep bagi hasil atau nisbah. Sementara, investasi konvensional menerapkan sistem bunga.

Untuk produknya sendiri, investasi syariah memiliki produk yang halal dan sesuai dengan fatwa yang berlaku. Sementara, investasi konvensional lebih luas. 

Beberapa ulama juga sepakat bahwa penanam modal atau investasi ini diperbolehkan. Dasar hukumnya sendiri adalah ijma’ atau kesepakatan ulama dalam menetapkan sebuah hukum agama.

Hal tersebut tentunya berdasarkan dari bacaan Al-quran dan hadis. Salah satu yang menjadi pedoman yakni bunyi dari surah Al-Baqarah ayat 26 berikut:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Baca Juga: Ternyata, Ini Yang Dimaksud Dengan Investasi Saham Syariah

Prinsip Utama Investasi dalam Islam 

investasi dalam islam
(Piqsels)

Walau diperbolehkan, tapi seorang umat muslim harus mengedepankan prinsip berikut dalam berinvestasi. Berikut uraiannya: 

Menghindari riba

Islam tak memperbolehkan umatnya untuk terjebak dalam riba, termasuk dalam berinvestasi. Riba sendiri adalah perngambilan tambahan atau bunga baik dari transaksi jual beli atau pinjam-meminjam yang dilakukan secara batil alias bertentangan dengan syariat Islam. 

Mengingat bahwa riba ialah satu hal yang dilarang, maka sebaiknya kamu memilih investasi halal sebagai produknya, misalnya saham syariah.

Menghindari gharar atau tidak jelas akadnya 

Pins yang hendak berinvestasi harus memastikan bahwa akad yang dilakukan tidak gharar.

Gharar sendiri adalah keragu-raguan, tipuan, atau tindakan yang merugikan orang lain. Dengan kata lain, penipuan atau manipulasi akad atau kontrak kerja sama. Atau, gharar pun dapat disebut sebagai jual-beli yang tak jelas wujudnya.

Jadi, sederhananya, dalam berinvestasi, akad harus jelas dan terbuka. Sebab, akad dalam investasi syariah adalah wakalah dan mudharabah. 

Menghindari maisir atau judi

Investasi yang sesuai dengan syariat Islam juga harus bebas dari maisir. Maisir sendiri adalah perbuatan curang yang bisa berarti bertaruh, berjudi, atau mendapatkan keuntungan dengan cara tidak benar. 

Oleh karena itu, dalam berinvestasi umat muslim tidak boleh berspekulasi terhadap keuntungan yang cepat. Asalnya, investasi mersinta dilakukan atas dasar kesepakatan dan jangka panjang. 

Baca Juga: Cara Kredit Rumah Tanpa Riba Yang Menguntungkan

Produk Investasi yang Sesuai dengan Syariat Islam

investasi dalam islam
(Wikipedia)

Tak perlu khawatir, terdapat beberapa produk investasi halal yang  bisa menjadi pilihan untuk Pins. Berikut beberapa di antaranya: 

Investasi emas

Investasi emas dapat menjadi pilihan untuk Pins yang sedang memulai investasi. Sebab, kamu tidak perlu melakukan macam-macam metode untuk mendapatkan imbal hasil. Hanya perlu menabung emas di gerai resmi saja. 

Namun demikian terdapat syarat dan ketentuan bagi umat muslim yang ingin memilihnya, seperti:

  • Harga jual tidak boleh bertambah selama masa perjanjian jual beli
  • Emas tersebut tidak boleh dijadikan jaminan apapun
  • Emas tersebut juga tidak boleh dijadikan objek akad lain yang bisa menyebabkan perpindahan kepemilikan, misalnya gadai
  • Dibolehkan selama emas belum jadi alat tukar resmi.

Deposito bagi hasil 

Deposito bagi hasil pun cocok untuk Pins yang tak ingin ribet dalam berinvestasi. Namun pastikan untuk memilih deposito syariah agar bebas dari riba. Pada deposito syariah, keuntungan yang diperoleh berasal dari bagi hasil yang jumlahnya sesuai dengan keuntungan bersih pengelolaan dana. 

Selain itu, deposito ini juga mengedepankan akad mudharabah atau penyajian yang telah disepakati pemilik modal dan pengelola modal. 

Sebagai catatan, bila ingin berbintas halala, maka harus memilih bank syariah. Sebab, fatwa MUI memperbolehkan deposito syariah hanya pada bank yang bersertifikasi syariah. 

Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Instrumen ini adalah obligasi atau surat utang yang diatur menggunakan metode syariat Islam. Artinya, surat yang diperjualbelikan tidak berasal dari jual beli produk yang haram. 

Dalam proses penyerahannya, data diberikan secara terbuka dan transparannya. Jadi, investor dan negara dapat mengetahui imbal hasil dengan jelas. 

Selain produk di atas, tanah dan reksadana syariah juga bisa menjadi pilihan. Namun pastikan bahwa produk yang dipilih benar-benar merupakan investasi halal. 

Demikian penjelasan mengenai hukum investasi dalam Islam. Semoga setelah membaca ulasan ini, Pins tidak bingung dan ragu lagi jika hendak berinvestasi.


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Lea

Editor: Annisa

Tags :

Bagikan Artikel