BlogPemilik PropertiFinansialCara Menghitung Urugan Tanah Beserta Rumusnya

Cara Menghitung Urugan Tanah Beserta Rumusnya

Dipublikasikan oleh Syahya Rembulan dan Diperbarui oleh Sandy Anugerah

Des 5, 2024

3 menit membaca

Copied to clipboard
Cara Menghitung Urugan Tanah

Saat membangun sebuah pondasi, pemilik proyek akan menghitung kebutuhan urugan tanah. Pada dasarnya, cara menghitung urugan tanah ini bertujuan untuk mengetahui berapa volume tanah yang harus digunakan.

Tak hanya untuk membangun sebuah pondasi bangunan saja, urugan tanah juga diperlukan pada proyek lain seperti pembangunan lahan pertanian dan perkebunan. Lantas, bagaimana cara menghitung urugan tanah?

Baca juga: Analisis Harga Pekerjaan Galian

Manfaat Tanah Urugan

Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara menghitung tanah urugan, sebaiknya Pins ketahui dulu apa saja kegunaan tanah urugan dalam sebuah pembangunan.

Pada dasarnya, tanah urugan digunakan untuk membuat posisi bangunan tertentu lebih tinggi dari elevasi permukaan tanah di sekitarnya. Selain itu, tanah ini juga digunakan sebagai konstruksi awal dalam proses pembangunan.

Tanah urugan mampu memperkokoh sebuah pondasi bangunan dan menstabilkan kontur tanah. Permukaannya yang tinggi juga bisa membuat rumah terhindar dari kebanjiran.

Jenis Tanah Urugan

Hingga kini, sudah ada beragam jenis tanah yang digunakan sebagai material urugan. Salah satu karakteristik yang harus dimiliki tanah urugan adalah tekstur yang cenderung remah berupa butiran-butiran serta terbebas dari kandungan humus.

Secara umum, ada tiga jenis tanah urugan yang sering digunakan dalam proses pembangunan, di antaranya tanah merah, tanah padas, dan tanah liat.

Cara Menghitung Urugan Tanah

Cara Menghitung Urugan Tanah
Source : Rumahbangun.com

Setelah mengetahui manfaat dan jenisnya, sekarang Pinhome akan menguraikan tentang cara menghitung urugan tanah dan berapa truk yang dibutuhkan. Dengan mengetahui kebutuhan volume urugan tanah, Pins bisa lebih mudah dalam membuat anggaran biaya yang tepat.

Caranya cukup sederhana, yaitu menghitung berapa meter kubik area yang akan diurug. Kemudian menghitung berapa meter kubik kapasitas isi satu truk.

Setelah itu dapat Pins ketahui jumlah tanah urug yang diperlukan dengan cara membagi volume area yang akan diurug dengan volume bak truk kemudian dikalikan 1,2. Kenapa dikalikan dengan 1,2?

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan tanah mengembang ketika digali dan memadat ketika diurug. Mengembang karena ada space kosong dalam menumpuk tanah dalam kendaraan dan memadat kembali karena space tersebut menyusut.

Rumus Menghitung Kebutuhan Urugan Tanah

Pada dasarnya, rumus menghitung kebutuhan urugan tanah adalah 1,2 x (volume area yang akan diurug / volume bak truk). Volume urugan tanah bisa Pins hitung dengan satuan m3. Sementara itu, dalam menghitung volume truk perlu memperhatikan ukuran bak karena akan beda kapasitas antara kendaraan yang satu dengan lainya.

Misalnya, Pins akan mengurug pekarangan yang berukuran 6m x 10m sedalam 2m, menggunakan truk dengan ukuran Bak 2,5m x 1,8 m x 1,5m, berapa jumlah truk tanah yang dibutuhkan? Mari kita hitung bersama.

  • Volume area yang akan diurug = 6m x 10m x 2m = 120m3
  • Volume Bak Truk = 2,4m x 1,6m x 1,5m = 6,48 m3.

Jadi total kebutuhan tanah urug = 1,2 x (120m3/6,48m3) = 22,22 truck dibulatkan menjadi 23 truk. Jika masih tersisa, bisa ditinggikan area tertentu dalam mengurug atau ditaruh di pot untuk tanaman hijau.

Jadi dari perhitungan tersebut bisa kita simpulkan bahwa butuh tanah sebanyak 23 truk untuk mengurug pekarangan tersebut. Kesulitan yang mungkin terjadi adalah ketika menghitung berapa volume urugan tanah. Ini bisa terjadi karena tanahnya bergelombang atau yang biasa disebut berkontur.

Sehingga untuk memudahkan dalam menghitungnya bisa menggunakan bantuan software, seperti dengan autocad yang di dalamnya ada command li untuk menghitung luas bentuk tidak beraturan. Lalu dikalikan tinggi urugan maka ketemulan volumenya, ada juga berbagai macam software yang lainya.

Solusinya yaitu membuat data ukuran tanah dan gambar kontur tanah. Nah, dengan demikian maka kita bisa menghitung volume tanah urug dengan teliti. Selanjutnya untuk mengetahui berapa jumlah truk yang diperlukan maka bisa kembali menggunakan rumus di atas.

Lebih Baik Bangun Sendiri Atau Beli Rumah yang Sudah Jadi?

Keputusan untuk membeli atau membangun rumah adalah langkah besar dalam hidup. Masing-masing opsi ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan secara mendetail.

Kelebihan dan Kekurangan Membangun Rumah Sendiri

Membangun rumah sendiri menawarkan pengalaman yang memuaskan, tetapi juga membawa tantangan tertentu. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari opsi ini:

a. Desain Sesuai Keinginan

Salah satu keuntungan utama dari membangun rumah adalah kemampuan untuk merancang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pribadi. Tata letak, gaya, dan detail lainnya dapat disesuaikan agar mencerminkan kepribadian dan gaya hidup.

b. Kontrol Penuh Terhadap Kualitas Material

Membangun rumah memberikan kontrol penuh terhadap kualitas material yang digunakan. Pemilihan bahan yang lebih berkualitas dapat memastikan ketahanan dan keamanan rumah.

c. Proses yang Memakan Waktu

Proses pembangunan rumah dapat memakan waktu, mulai dari perencanaan hingga penyelesaian. Kesabaran dan ketekunan diperlukan dalam menghadapi berbagai tahap yang memerlukan waktu dan usaha.

d. Tantangan Manajemen Proyek

Mengelola proyek pembangunan dapat menjadi tantangan, terutama bagi yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Koordinasi dengan kontraktor, pengembang, dan berbagai penyedia layanan lainnya sangat penting.

e. Risiko Biaya Membengkak

Membangun rumah juga memiliki risiko biaya yang tidak terduga. Jika tidak diatur dengan baik, biaya dapat meningkat jauh di atas anggaran yang telah ditetapkan.

Kelebihan dan Kekurangan Beli Rumah yang Sudah Jadi

Membeli rumah yang sudah jadi menawarkan sejumlah keuntungan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan:

a. Praktis dan Cepat

Membeli rumah yang sudah jadi adalah pilihan yang lebih praktis dan cepat. Proses pindah dapat dilakukan tanpa harus menunggu pembangunan selesai.

b. Estimasi Biaya yang Lebih Jelas

Estimasi biaya menjadi lebih jelas saat membeli rumah. Harga sudah ditentukan, sehingga tidak perlu khawatir tentang biaya tambahan yang mungkin muncul selama proses pembangunan.

c. Tersedia di Berbagai Lokasi Strategis

Rumah yang sudah jadi sering kali tersedia di lokasi-lokasi strategis. Pilihan lokasi yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan menjadi lebih mudah.

d. Terbatasnya Kustomisasi Rumah

Namun, membeli rumah yang sudah jadi juga memiliki kekurangan. Kustomisasi mungkin terbatas, sehingga sulit untuk sepenuhnya mengekspresikan gaya dan preferensi pribadi.

Pinhome menyediakan rumah yang sudah jadi, baik baru maupun bekas. Cek rumah dijual di sini.


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Cek properti pilihan kami dan temukan keunggulan, fasilitas menarik dan promo menguntungkan lainnya cuma di Pinhome! Hanya Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok

          © www.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download