Pinhome

  • Blog
  • Berita Pinhome
  • Ga Apato: Inspirasi Interior Ala Jepang untuk Apartemen di Tengah Kota

Berita Pinhome

Ga Apato: Inspirasi Interior Ala Jepang untuk Apartemen di Tengah Kota

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 12 June 2021 ∙ 4 menit membaca

Hunian dengan ruang yang relatif terbatas memiliki daya tariknya tersendiri, seperti apartemen. Banyak masyarakat yang berpendapat bahwa apartemen tidak memiliki tingkat kenyamanan yang sama seperti rumah ketika dihuni. Ga Apato, salah satu akun apartemen yang membagikan ceritanya tinggal di apartemen berukuran 35 meter persegi justru berpikir sebaliknya. Di tengah harga properti yang semakin meroket akibat terbatasnya lahan untuk pembangunan, apartemen hadir sebagai opsi yang praktis, apalagi bagi karyawan kantoran atau mahasiswa. Cerita Ga Apato tentu memberikan arti yang berbeda terhadap kesan nyaman itu sendiri. Yuk, simak ceritanya Gani selaku pemilik Ga Apato!

Pinhome — Tinggal di tengah perkotaan memunculkan berbagai pertanyaan soal hunian yang nyaman di tengah hiruk pikuk ibu kota. Apartemen hadir sebagai opsi karena berbagai kenyamanan yang ditawarkan, termasuk akses yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. Hal ini seharusnya menjadi daya tarik utama apartemen bagi para karyawan kantoran yang sebagian besar aktivitasnya di sekitar pusat kota, sehingga mobilisasi terasa lebih efisien. 

Gani, pemilik Ga Apato, membagikan pengalamannya tinggal di apartemen berukuran 35 meter persegi miliknya lewat salah satu webinar yang diselenggarakan oleh Property Academy. Sebelumnya, Gani aktif membagikan kegemarannya menghias Ga Apato yang ditinggalinya sekarang. Hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi apartemen. Menghias interior apartemen bisa menjadi salah satu bentuk self expression dan cerminan selera pemiliknya. 

Adaptasi Konsep Rumah Japandi

Gani mengadopsi beberapa aspek dari konsep rumah Japandi ke dalam interior Ga Apato. Ia terinspirasi oleh hotel yang disinggahinya pada saat melakukan perjalanan ke Jepang 2019 silam. Gani akhirnya memutuskan untuk mengadopsi aspek minimalis dan open space area dari desain rumah Jepang yang dapat memaksimalkan fungsi ruangan serta memberikan kesan luas walaupun dengan ruang yang terbatas. 

Untuk dekorasi interior Ga Apato sendiri, dibagi ke dalam 2 skala prioritas. Pertama, main furniture yang mencakup kitchen set, wardrobe dan area ruang kerja yang pada saat itu digarap dengan bantuan desainer interior. Dan yang kedua, furnitur yang sifatnya komplementer seperti sofa, meja, rak sepatu, dll. Untuk furnitur-furnitur tersebut, Gani memunculkan aksen rumah Jepang dengan memperbanyak material kayu dan furnitur minimalis nan fungsional lainnya.

Perjalanan Ga Apato Membeli Properti

Selain menceritakan kegemarannya dalam menghias apartemen miliknya, Gani juga menceritakan perjalanan membeli apartemen Ga Apato itu sendiri. Keputusan tersebut tentu tidak tanpa berbagai pertimbangan. Beberapa diantaranya muncul pada saat proses pencarian properti yang cocok seperti lokasi, budget, dan peluang investasi yang dimiliki oleh properti itu sendiri. 

Dari segi lokasi, Gani memilih properti yang dekat dengan pusat kota untuk memudahkan perjalanan menuju ke dan pulang dari tempat kerja. Jenis-jenis properti yang tersedia dan tentunya menjadi pertimbangan untuk menyesuaikan kriteria lokasi yaitu rumah dan apartemen. Pertimbangan lain yang muncul setelah menentukan lokasi yang dibutuhkan adalah budget. 

Berada di pusat kota menjadikan lokasi sebuah properti strategis karena mudahnya akses dari berbagai sudut kota dan tidak jarang menjadikan harga properti tersebut lebih mahal. Hal inilah yang membuat Gani memutuskan untuk memilih apartemen karena harganya terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan tinggal untuk satu orang. Walaupun memang, Gani juga membagikan keinginannya untuk membeli rumah dan menjadikan apartemen yang ditinggalinya sekarang sebagai instrumen investasi jangka panjang. 

Metode Pembayaran untuk Membeli Properti

Vina Yenastri, ahli properti Pinhome juga menjelaskan lebih lanjut mengenai jenis-jenis pembiayaan untuk pembelian apartemen. Beberapa diantaranya yaitu DP bertahap, tunai keras, tunai bertahap dan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen). Jenis pembiayaan properti yang paling umum tentunya tunai keras. 

Jenis pembayaran ini dianggap ‘praktis’ karena tidak adanya beban bulanan dalam bentuk cicilan, namun perlu merogoh kocek yang cukup besar di awal. Pembayaran secara tunai juga dapat dilakukan secara bertahap. Salah satu kelebihan dari tunai bertahap adalah pembayaran yang langsung dilakukan kepada pihak pengembang. Akan tetapi, tenggat waktu pelunasannya tidak terlalu panjang, yaitu sekitar 3-5 tahun. 

Skema Cicilan Berupa KPR/KPA

Selain tunai, terdapat metode pembayaran lain yang dapat memudahkan calon pembeli apartemen seperti DP bertahap. Metode ini memberikan keleluasaan bagi calon pembeli di akhir pembayaran DP bertahap untuk melanjutkan pembayaran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Misalnya tunai keras, bertahap atau KPA. 

Skema terakhir yaitu KPA, memiliki jumlah pembayaran DP yang relatif lebih besar dan juga tidak dapat dicicil. Tetapi jumlah cicilan per bulannya lebih kecil dibanding tunai bertahap dan jangka waktunya dapat lebih lama. 

Pada prinsipnya, pemilihan metode pembayaran harus disesuaikan dengan kesiapan, kesanggupan finansial serta orientasi jangka panjang dari masing-masing individu. Semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan kamu ya Pins!


Ingin mendapatkan informasi topik pembahasan properti lainnya? Gabung bersama kami di Property Academy by Pinhome di sini!

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Kamu Agen properti independen atau Agen kantor properti. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Kamu kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel