Pinhome

  • Blog
  • KPR / KPA
  • Kenali KPR Syariah untuk Membeli Rumah dan Perhitungan KPR Syariah

KPR / KPA

Kenali KPR Syariah untuk Membeli Rumah dan Perhitungan KPR Syariah

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 22 April 2020 ∙ 6 menit membaca

Memiliki cicilan KPR yang tiba-tiba naik menjadi tinggi tentunya akan sangat menyulitkan dan mengacaukan rencana keuangan. Namun, hal ini sangat berpotensi terjadi untuk Pins yang mengambil KPR konvensional. Jika ingin cicilan KPR yang lebih aman dan tidak naik secara tiba-tiba, maka kredit rumah Syariah bisa menjadi alternatif.

Pinhome – Salah satu perbedaan utama dari kredit pemilikan rumah Syariah dengan yang konvensional adalah suku bunganya. Jika pada sistem konvensional suku bunga bisa selalu berubah, maka lain halnya di sistem kredit rumah ini. Dengan sistem ini total biaya yang harus dibayarkan tidak akan berubah dan total cicilan per bulannya dapat disesuaikan.

Dengan keuntungan ini, banyak masyarakat yang cenderung memilih kredit pemilikan rumah Syariah untuk kredit rumah. Namun, masih banyak orang yang masih ragu dan bingung dengan sistem lebih islami ini dibandingkan dengan konvensional. Agar Pins lebih paham mengenai KPR ini, yuk kita bahas lebih detail beserta perbedaannya.

Apa itu Kredit Kepemilikan Rumah dengan sistem Syariah?

Kredit pemilikan rumah Syariah adalah pembiayaan jangka tertentu dari bank guna pembelian rumah dengan akad tertentu. Hal utama yang membedakan KPR konvensional dengan Syariah adalah akadnya di awal. Pada awal pembelian KPR, sistem konvensional tidak bisa menentukan nilai total yang harus dibayarkan nasabah.

kredit rumah syariah
Berbeda dengan KPR konvensional, KPR Syariah menggunakan azas Murabahah (jual-beli)

Hal ini berbeda dengan sistem kredit pemilikan rumah Syariah karena akadnya adalah bank membeli rumah lalu menjualnya dengan margin tertentu. Nilai margin akan diinformasikan di awal, lalu tinggal dibagi dengan periode tertentu yang diinginkan. Meskipun terdapat beberapa jenis KPR Syariah, namun pada dasarnya akadnya sama.

Selain memiliki nilai yang tetap, alasan lain orang cenderung memilih kredit pemilikan rumah Syariah adalah karena tidak ada denda. Ketika Pins memiliki rezeki lebih dan ingin melunasi cicilan, maka dapat dilakukan tanpa terkena denda. Pembayaran telat pun juga tidak akan dikenakan denda namun hanya akan mendapatkan peringatan.

Cara Kalkukasi Kredit Rumah Syariah

Untuk Pins yang masih bingung bagaimana sistem kalkulasi kredit pemilikan rumah Syariah, berikut adalah contoh perhitungannya. Contohnya, misalnya Pins ingin membeli sebuah rumah dengan harga Rp700.000.000 dan ingin membayar DP sebesar Rp150.000.000. Maka Pins harus mengajukan plafon kredit sebesar Rp550.000.000.

Bank akan tetap membeli rumah dengan harga Rp700.000.000 meskipun Pins mengajukan DP. DP yang diberikan Pins akan diperhitungkan ketika menentukan nilai cicilan. Biasanya bank juga sudah memiliki persentase margin untuk kredit pemilikan rumah Syariah. Dalam hal ini anggap saja marginnya sebesar 10% dari nilai yang ditanggung bank.

Jika Pins membayar DP sebesar Rp150.000.000 maka total yang ditanggung oleh bank adalah Rp550.000.000. Maka margin dari bank adalah Rp55.000.000. Jadi harga jual rumah dari bank ke nasabah adalah Rp575.000.000. Selanjutnya tinggal menentukan periode cicilan yang diinginkan untuk kredit pemilikan Syariah.

Apabila Pins memilih untuk periode 10 tahun, maka biasanya cicilan 5 tahun pertama dengan 5 tahun kedua akan berbeda. Nilai cicilan 5 tahun pertama akan lebih murah atau selisih sekitar 1 juta dibandingkan dengan cicilan 5 tahun kedua. Namun secara total, nilai dari kredit pemilikan rumah Syariah adalah Rp575.000.000 untuk 10 tahun.

Baca juga: KPR Syariah Bisa Jadi Solusi Untuk Punya Rumah

Rekomendasi Bank untuk Kredit Pemilikan Rumah Syariah

Setelah memahami cara kerja dan keuntungan dari kredit pemilikan rumah Syariah, saatnya menemukan bank yang memberikan penawaran terbaik. Ketika memilih bank, carilah bank yang menawarkan margin kecil dan fasilitas tambahan untuk meringankan cicilan. Berikut adalah beberapa rekomendasi bank yang dapat Pins cek:

Bank CIMB Niaga

Bank pertama yang menawarkan sistem kredit pemilikan rumah Syariah dengan margin yang kecil adalah CIMB Niaga. Besaran plafon pinjaman yang ditawarkan oleh Bank Niaga bisa mencapai Rp3 Miliar dengan tenor sd 15 tahun. Jumlah tersebut dapat digunakan untuk pembelian rumah baru, lama, ruko ataupun KPR take over.

KPR take over adalah ketika Pins membeli sebuah rumah yang juga menggunakan KPR dan ingin melanjutkannya. Sedangkan untuk margin tenor di Bank Niaga ada dua yaitu 7.54% untuk tenor pinjaman dari 11 hingga 15 tahun. Dan 6.19% untuk tenor pinjaman di bawah 11 tahun.

Bank Syariah Mandiri (BSM)

Di BSM terdapat dua jenis produk KPR yaitu pembiayaan Griya BSM dan Griya BSM bersubsidi. Griya BSM bersubsidi sebenarnya sama seperti KPR pada umumnya, namun untuk program ini ada bantuan dari pemerintah untuk uang mukanya. Jadi untuk yang membeli rumah bersubsidi dapat menggunakan kredit pemilikan rumah tersebut.

Besaran plafon yang ditawarkan oleh BSM tergantung dari gaji sang nasabah, namun biasanya cicilan tidak akan melebihi 40% dari gajinya. Untuk margin tenornya 9.4% fix per tahun untuk tenor periode berapapun yang akan diambil. BSM juga merupakan salah satu Bank yang sering bekerja sama dengan pengembang properti.

Bank BNI Syariah

Salah satu kelebihan dari BNI Syariah adalah menawarkan kredit pemilikan rumah Syariah untuk pembelian rumah maupun renovasi rumah. Akad yang akan digunakan untuk kedua opsi pun sama yaitu jual beli atau bagi hasil. Untuk masa tenor pinjaman dapat mencapai 20 juta.

Jumlah tenor yang ditawarkan pun cukup tinggi yaitu mencapai Rp25 miliar. Namun hal ini juga berbanding lurus dengan marginnya yang lebih tinggi dibandingkan dengan Bank Niaga. Tenornya mencapai 8.71% untuk 15 tahun dan 9.49% untuk 20 tahun.

BTN Platinum

Bank BTN dikenal dengan bank yang sering menawarkan program menarik termasuk KPR. Kredit pemilikan rumah yang dimiliki BTN memiliki plafon yang tidak menentu, atau menyesuaikan gaji calon nasabah. Untuk masa tenornya, dapat mencapai 20 tahun dengan margin 9% fix untuk lima tahun pertama.

Untuk tahun selanjutnya, BTN akan kalkulasi kembali dan menentukan margin fixed berikutnya. Semua perhitungan akan tetap dihitung di awal dan diinformasikan ke nasabah.

Bank BRI Syariah

Bank BRI adalah bank yang juga dikenal sering digunakan oleh masyarakat di daerah terpencil. Meskipun begitu, Bank BRI juga menawarkan kredit pemilikan rumah Syariah untuk nasabahnya. Salah satu kelebihan dari bank BRI adalah uang muka ringan yaitu 10% dengan masa tenor maksimal 15 tahun. Sedangkan margin yang digunakan setara dengan 5% dengan perhitungan anuitas.

Bank BCA Syariah

Kredit pemilikan rumah Syariah dengan Bank BCA juga bisa menjadi opsi Pins. Jumlah tenor yang ditawarkan bisa mencapai 1 M, namun juga akan mempertimbangkan gaji nasabah. Untuk periode tenornya dapat mencapai 2 tahun atau 2 tahun sebelum jatuh tempo. Nilai margin yang digunakan mulai 8.5%, namun ini tergantung juga pada jumlah tenor.

Jadi jika Pins perlu membeli sebuah rumah, cobalah pertimbangkan menggunakan kredit pemilikan rumah Syariah dibandingkan dengan yang konvensional. Karena sistem ini tidak menggunakan riba dan stabil untuk kedepannya. Meskipun di awal tampak mahal, namun akan lebih untung di kemudian hari.


Itulah semua hal yang perlu Pins ketahui mengenai kredit pemilikan rumah Syariah beserta rekomendasi bank yang memiliki penawaran terbaik. Akan tetapi, sebelum memutuskan memilih bank, pastikan untuk melakukan perbandingan antar satu bank dengan bank yang lainnya. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan KPR terbaik dan termurah.

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel