Cara Membedakan Trucukan Jantan dan Betina - Pinhome

Pinhome

  • Blog
  • Hobi
  • Cara Membedakan Trucukan Jantan dan Betina

Cara Membedakan Trucukan Jantan dan Betina

Dipublikasikan oleh Mega Puspita Ratna ∙ 17 January 2021 ∙ 2 menit membaca

Memelihara burung trucukan yang bagus itu perlu dimulai dari saat memilih bakalan entah itu anakan, lolohan maupun ombyokan. Trucuk atau cerucuk tergolong sebagai burung yang suaranya merdu, dengan gaya ropel, ningklung, juga bisa dimaster suara murai batu, cucak rowo maupun burung lainya. Tentunya, terdapat beberapa cara membedakan trucukan jantan dan betina yang bisa dilakukan dengan mudah oleh penggemarnya. 

Rata-rata penghoby lebih memilih yang jantan karena beberapa pertimbangan, seperti suara yang lebih keras, bervariasi dan body lebih besar. Namun, tidak semua tahu dan paham secara betul tentang cara membedakan trucukan jantan dan betina. Sehingga banyak yang salah pilih, alih-alin mendapatkan pejantan tapi ternyata keliru memilih yang betina. Berikut beberapa ciri-ciri trucuk betina dan jantan menurut pengalaman para penghoby cerucuk.

Baca Juga: Cara Membedakan Branjangan Jantan dan Betina

Cara Membedakan Trucukan Jantan dan Betina

Cara Membedakan Burung Trucukan Jantan dan Betina

Terdapat perbedaan yang signifikan antara trucukan jantan dan betina, berikut cara membedakannya yang paling mudah:

ciri ciri trucukan jantan

  • suarannya lebih keras dan lantang, istilah speakernya volume tinggi.
  • tetap rajin berkicau saat mabung / ambrol / lepas ganti bulu.
  • Suara ropelnya banyak variasi.
  • durasi kicauan ropelnya panjang dan waktunya lebih lama.
  • ukuran tubuhnya lebih besar atau sering disebut sebagai body big.
  • lehernya terlihat lebih kuat dan kekar.
  • bulu lingkar mata lebih lebat dan warnanya nampak hitam pekat.
  • saat berkicau, bulu jambul di kepalanya mengembang atau njeprak dan terlihat gagah.

ciri ciri cucak ijo betina

Cara Membedakan Burung Trucukan Jantan dan Betina

  • Suaranya pelan dan lirih.
  • jarang berkicau bahkan macet bunyi saat mabung.
  • suara ropel cenderung monoton dan kurang variasi.
  • bulu dada nampak terang.
  • ukuran tubuh kecil.
  • bulu lingkar mata tipis dan warnanya memudar.
  • leher tidak terlihat kekar.
  • jambulnya jarang mengembang, kalaupun mengembang hanya pendek ujungnya saja.

Namun, antara yang jantan dan betina sama-sama bagusnya apabila dipelihara dengan baik, keduanya sama-sama bisa nggaruda sambil berkicau merdu. Akan lebih baik lagi jika memeliharanya sepasang, agar bisa lebih rajin berkicau karena sahut-sahutan. Lebih mantap lagi jika di ternak atau istilahnya melakukan penangkaran, mengingat populasinya trucukan di alam cenderung menurun karena banyak dilakukan penangkapan tanpa diimbangi dengan penangkaran. 


Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel