Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Gejala dan Penyebab Migrain (Sakit Kepala Sebelah)

Lifestyle

Gejala dan Penyebab Migrain (Sakit Kepala Sebelah)

Dipublikasikan oleh Yusuf Ammar Ilman ∙ 5 May 2021 ∙ 5 menit membaca

Migrain adalah penyakit sakit kepala yang terjadi karena adanya gangguan saraf dalam otak. Umumnya ditandai dengan sakit kepala yang intens, berulang dan melemahkan. Muncul denyutan yang parah dan biasanya hanya terjadi pada salah satu sisi kepala, baik kiri atau kanan.

Selain tanda-tanda di atas, seseorang juga akan merasakan rasa mual, muntah hingga peningkatan sensitivitas terhadap cahaya dan suara. Untuk itu perlu diketahui penyebab migrain yang saat ini dialami agar lekas sembuh.

Penyakit migrain bisa muncul kapan saja, dan dapat dirasakan selama berjam-jam hingga berhari-hari bahkan mungkin dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penyakit ini merupakan jenis penyakit yang cukup umum, dilansir dari Journal of Headache and Pain, penyakit migrain menjadi penyakit ketiga yang paling banyak dialami oleh populasi. Diperkirakan 1 dari 7 orang di dunia mengalami penyakit ini.

Baca juga : Narsistik atau Narsis Adalah … (dan Mitos Seputarnya)

Jenis-Jenis Migrain

Ada beberapa jenis-jenis migrain yang umum terjadi, antara lain:

Migrain Okular

Serangan ini menyerang saraf membuat adanya gangguan visual pada mata. Misalnya seperti melihat lampu-lampu yang berkedip/berkilauan, garis zig-zag hingga gambar psikedelik mengerikan berdenyut-denyut dan bergelora dengan hidup.

Gejalanya berlangsung sementara hanya 20-30 menit dan akan hilang dengan sendirinya.

Menstual Migrain

Dinamakan menstrual migrain, karena dipicu fluktuasi hormon pada siklus menstruasi. Biasanya terjadi 2 hari sebelum atau 3 hari setelah menstruasi.

Sebagian wanita mengalami hal ini, ditandai dengan gejala aura, perubahan suasana hati serta perut terasa kram.

Baca juga : Cara Mengatasi Hot Flashes Pada Menopause

Migrain Kronis

Sama seperti pada karakteristik migrain pada umumnya. Hanya saja periode migrain kronis lebih lama yaitu 15 hari bahkan lebih, minimal selama 3 bulan berturut—turut.

Dalam beberapa kasus, migrain kronis menjadi pertanda kondisi serius dan mematikan seperti cedera otak traumatis, tumor otak dan infeksi otak.

Penyebab Migrain

Belum bisa dipastikan apa munculnya penyebab migrain. Namun kondisi ini diduga karena gangguan pada bahan kimia, saraf, dan pembuluh darah di otak.

Faktor genetika juga berperan menjadi penyebab penyakit ini. Selain itu, serangan migrain diketahui dipicu karena beberapa faktor di bawah ini, seperti:

  • Perubahan hormon pada wanita, seperti pra dan pasca menstruasi, kehamilan dan menopause
  • Minuman beralkohol dan kafein
  • Stres
  • Kelelahan yang sangat
  • Paparan cahaya yang terlalu terang, aroma yang berbau tajam atau suara yang terlalu nyaring
  • Jet lag
  • Perubahan cuaca yang ekstrem
  • Kebiasaan melewatkan waktu makan

Setelah mengetahui berbagai macam penyebab migrain, segera atasi sebelum sakitnya justru mengganggu kegiatan sehari-hari. Sebaiknya segera mencari pertolongan medis jika menemukan gejala dan penyebab migrain yang lebih serius, seperti stroke atau meningitis.

Berikut gejala-gejala yang perlu diwaspadai:

  1. Serangan sakit kepala yang tiba-tiba dan lebih sakit dari biasanya
  2. Demam, leher kaku, kejang, ruam, kebingungan mental, lemas dan pandangan kabur
  3. Kehilangan kesadaran
  4. Migrain yang bermula dari cedera kepala

Pengobatan Migrain Sederhana Di Rumah

Selain dengan obat-obatan, kamu juga bisa lakukan cara sederhana untuk atasi migrain di rumah antara lain dengan:

  • Istirahat yang cukup
  • Usahakan berada di ruangan dengan penerangan yang minim
  • Kompres dingin di dahi untuk menghilangkan nyeri
  • Perbanyak minum air putih
  • Menerapkan pola hidup sehat
  • Melakukan teknik relaksasi

Faktor- Faktor Risiko Migrain

Ada beberapa faktor-faktor risiko migrain yang harus kamu ketahui, hal-hal yang dapat meningkatkan risiko yang anda alami.

Riwayat Kesehatan Keluarga

Jika terdapat keluarga yang memiliki riwayat penyakit migrain, maka risiko kamu mengalami kondisi migrain juga akan lebih besar.

Baca juga : Cara Merawat Wajah Agar Tidak Kusam

Usia

Meski umumnya migrain hanya menyerang pada masa remaja dan cenderung memuncak saat usia 30-an. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan anak-anak juga mengalaminya meski tidak terdiagnosis.

Jenis Kelamin

Berdasarkan beberapa data, wanita berpotensi tiga kali lebih besar mengalami jenis sakit kepala ini dibanding laki-laki.

Perubahan Hormon

Wanita cenderung megalami sakit kepala karena perubahan hormon, seperti saat pra dan pasca menstruasi, selama kehamilan dan saat menopause. Setelah melewati masa menopause, biasanya serangan migrain atau sakit kepala ini akan berkurang.

Selain itu, penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon seperti pil KB atau terapi perubahan hormon juga dapat berpotensi memperparah sakit kepala yang sedang dialami.

Kondisi Medis Tertentu

Selain faktor-faktor di atas kondisi medis yang kamu alami juga dapat meningkatkan risiko munculnya migrain. Kondisi medis tersebut misalnya depresi, kecemasan, gangguan bipolar, gangguan tidur, dan epilepsi.

Pencegahan Migrain

Cara untuk dapat mencegah migrain adalah dengan menghindari berbagai pemicu munculnya serangan atau gejala kambuh dari migrain. Antara lain stres, mengonsumsi makanan tertentu padahal tidak diperbolehkan, dan lain-lain.

Selain menghindari hal-hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penyakit migrain:

  • Olahraga rutin dan teratur
  • Menghindari dehidrasi dengan perbanyak minum air putih
  • Manajemen stres yang baik
  • Pola makan sehat dan teratur
  • Mengurangi alkohol dan kafein
  • Istirahat yang cukup dan teratur
  • Mengonsumsi obat migrain dari dokter jika kamu telah berkonsultasi

Jika kondisi migrain terasa semakin parah, ada baiknya untuk segera konsultasikan diri pada dokter supaya diberi resep yang sesuai seperti antipsikotik, analgesik, obat antiinflamasi non steroid, stimulan, pengobatan nyeri saraf, triptan, neurotoksin dan suplemen diet.

Sehingga dapat mengurangi gejala atau serangan migrain yang dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Share juga apa yang menjadi menurut kamu di kolom komentar tentang gejala dan penyebab migrain atau sakit kepala sebelah. Bagikan juga di sosial media agar lebih banyak orang yang teredukasi dan mengetahui lebih banyak tentang gejala dan penyebab migrain atau sakit kepala sebelah.

Tags :

Bagikan Artikel